Perkebunan Hama Tanaman 2 Cara Jitu Mengatasi Hama Lalat Batang pada Kedelai

2 Cara Jitu Mengatasi Hama Lalat Batang pada Kedelai

0
Bagikan

Kabartani.comLalat batang (stem fly) Melanagromyza sojae Zehntner dikenal dengan nama penggerek batang (stem borer) atau penggorok batang (stem miner). Penyebaran M. sojae sangat luas khususnya di negara-negara Asia termasuk Indonesia.

Hama ini mempunyai inang dari berbagai jenis tanaman aneka kacang, namun lebih menyukai kedelai. Semula hama ini belum dikategorikan sebagai hama utama pada tanaman kedelai di Indonesia. Akan tetapi, berdasarkan hasil survei tahun 2015 yang dilakukan pada beberapa daerah di Jawa Timur (Bojonegoro, Pasuruan, Jember, Banyuwangi, dan Probolinggo) menunjukkan bahwa semua sampel tanaman yang diambil ditemukan adanya larva M. sojae atapun bekas gerekan dari M. sojae.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Bojonegoro serangan M. sojae mencapai 97,5% dengan rata-rata intensitas kerusakan sebesar 27,6%. Tingkat serangan yang tinggi ini teramati saat tanaman berumur 2 bulan. Di Pasuruan, serangan mencapai 100% dengan rata-rata intensitas kerusakan sebesar 49,2%.

Gambar 1. Serangan larva lalat batang kedelai (M. sojae)

Bioekologi Penggerek Batang

Stadia penggerek batang dimulai dari telur, larva, pupa dan berkembang menjadi imago. Telur diletakkan dibawah permukaan daun unifoliate atau daun trifoliate yang baru terbentuk, larva yang baru menetas menembus tangkai daun menuju batang (Gambar 1).

Larva menyerang jaringan parenkim dan berkepompong dalam jaringan empulur. Lalat dewasa berkembang dari kepompong yang ditandai dengan adanya lubang gerekan tempat keluarnya lalat dewasa pada batang. Berdasarkan hasil penelitian tahun 2016, kedelai umur 21 hari setelah tanam (HST) sudah terserang penggerek batang dan hingga umur 42 HST masih ditemukan serangan.

M. sojae menyerang jaringan empulur (pith) dalam batang sehingga berwarna coklat (Gambar 1). Hama ini menyerang pada tanaman muda dan tua, akan tetapi serangan pada tanaman yang lebih tua kurang berpengaruh secara ekonomis. Kerugian yang ditimbulkan akibat serangan M. sojae adalah mengurangi tinggi tanaman, luasan daun, berat kering, kadar air tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, dan jumlah biji.

Teknologi Pengendalian

1. Perlakuan Benih Sebelum Tanam

Berdasarkan hasil penelitian tahun 2016, serangan M. sojae telah ditemukan pada umur 21 hari setelah tanam (HST). Hal ini berarti bahwa peletakan telur telah terjadi pada saat kurang lebih 2 minggu sebelum tanam.

Berdasarkan hal tersebut, dapat direkomendasikan perlakuan benih (seed treatment) menggunakan insektisida sistemik sebagai salah satu upaya pengendalian M. sojae. Insektisida berbahan aktif Tiamektosan 3-4 ml/kg dapat digunakan untuk perlakuan benih.

Cara aplikasi perlakuan benih yaitu dengan menambahkan insektisida dalam takaran 3-4 ml per kg benih kedelai dan diratakan dengan memutar/mengkocok berulang-ulang campuran benih dengan insektisida sebelum ditanam.

Untuk memberikan hasil yang maksimal, perlakuan benih diikuti dengan aplikasi insektisida berbahan aktif fipronil 2 ml/l mulai 7 hingga 35 HST. Perlakuan benih yang diikuti aplikasi insektisida berdampak pada rendahnya intensitas serangan M. sojae pada batang dibandingkan tanpa perlakuan (Gambar 2).

2. Penggunaan Varietas Unggul Baru Kedelai

Pengujian beberapa varietas unggul baru kedelai terhadap serangan lalat batang pada tahun 2017 menunjukkan belum ditemukan varietas kedelai tahan terhadap M. sojae. Akan tetapi, dari 12 varietas yang diuji varietas Dena 1 menunjukkan intensitas serangan rendah dan menghasilkan biji kedelai tinggi (Tabel 1).

Varietas Detam 4 intensitas serangan tinggi akan tetapi tetap memberikan hasil tinggi yang mengindikasikan varietas ini tergolong toleran. Penggunaan varietas toleran dapat dijadikan alternatif selama varietas tahan belum tersedia.

Gambar 2. Pengaruh perlakuan benih dan aplikasi insektisida terhadap intensitas serangan M. sojae pada batang kedelai
Tabel 1. Intensitas serangan M. sojae terhadap beberapa varietas kedelai dan rata-rata hasil panen
Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here