5 Cara Menghemat Biaya Operasional dalam Budidaya Secara Hidroponik

5 Cara Menghemat Biaya Operasional dalam Budidaya Secara Hidroponik

0
SHARE

KabarTani.com – Ada 6 sistem dalam bercocok tanam secara hidroponik, yaitu hidroponik sistem sumbu (wick), Sistem Kultur Air, Sistem Pasang Surut, Sistem NFT, Sistem Fertigasi dan Sistem Aeroponik, namun sistem hidroponik mana yang sobat tani gunakan sekarang? Berapa jumlah biaya yang anda keluarkan untuk membuat suatu sistem hidroponik tersebut?

Simak juga Budidaya Sayuran Secara Hidroponik Rakit Apung (Floating System)

Bagi sobat tani yang menganggap hidroponik sebagai suatu hobi, tentunya akan rela mengeluarkan biaya berapapun itu, namun bagi anda yang menerapkan hidroponik untuk mencukupi kebutuhan sayur sehari-hari, tentunya akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan banyak uang.

Dalam ber-hidroponik ada perhitungan khusus agar biaya operasional bisa seminim mungkin, namun tetap bisa menghasilkan sayur yang melimpah. Apalagi jika dibandingkan dengan beli sayur di warung atau toko sayur, paling tidak harus lebih murah pengeluarannya.

Namun tidak ada salahnya juga bagi sobat tani yang benar-benar hobi hidroponik untuk memilih sistem bercocok tanam yang lebih hemat, karena bercocok tanam dengan metode hidroponik memang harus efektif dan efisien.

Berikut ini beberapa cara yang bisa membuat hidroponik anda jadi lebih hemat:

1. Memanfaatkan Styrofoam Bekas Sebagai Wadah/Tempat Nutrisi Hidroponik

styrofoam-bekas-untuk-tandon-air-nutrisi-hidroponik-kabartani

Jika Anda memiliki styrofoam bekas, tak ada salahnya dimanfaatkan sebagai wadah atau tempat nutrisi, anda cukup membuat lubang sebesar netpot yang akan digunakan. Styrofoam bekas biasanya bekas kotak buah yang bisa anda peroleh di toko buah, biasanya dijual dengan harga Rp 3.000 – Rp 5.000 saja (bahkan ada yang gratis).

Simak juga Hidroponik: Kapan Larutan Nutrisi dalam Tandon Diganti?

Ada beberapa keuntungan memakai Styrofoam Bekas Buah ini:

  • Mudah didapatkan
  • Harga lebih murah dibanding bila harus membeli bak plastik baru
  • Bahan terbuat dari styrofoam sehingga bagus sebagi tandon nutrisi.
  • Ukuran lebih besar daripada bak plastik yang ada di pasaran sehingga bisa memuat sayuran lebih banyak.

Kekurangan dari Styrofoam, antara lain:

  • Bahan mudah rusak/bocor
  • Mudah berlumut jika sering terkena air

2. Mengganti Media Tanam Rockwool dengan Kain Flanel

mengganti-rockwool-dengan-kain-flanel-kabartani

Media tanam yang biasa dipakai dalam bercocok tanam secara hidroponik adalah Rockwool, namun untuk mendapatkan rockwool diberbagai daerah masih cukup sulit, namun melalui toko online sekarang sudah banyak yang menjualnya. Selain itu harga rockwool juga masih tergolong mahal karena kebanyakan masih import, saat ini harga rockwool paling murah Rp 15.000 untuk ukuran 20x15x7,5 cm (tergantung ukuran dan kebutuhan).

Kain flanel bisa anda gunakan untuk mengganti media tanam rockwool, yaitu dengan cara digulung kemudian tanaman dijepit di bagian tengan gulungan.

Selain harganya yang lebih murah, beberapa keuntungan memakai kain flanel adalah:

  • Mudah didapatkan, banyak tersedia di toko kain atau toko peralatan jahit
  • Bisa digunakan berulang-ulang (tidak hanya 1x panen)

Kekurangan memakai kain flanel:

  • Daya serap lebih rendah dibanding dengan rockwool, jadi harus selalu dicek agar tidak kekeringan.
  • Lebih repot, karena harus memotong dan menggulung saat pindah tanam

3. Memanfaatkan Serabut Kelapa sebagai Media Tanam

serabut-kelapa-sebagai-media-tanam-hidroponi-kabartani

Masih mengenai media tanam, kali ini yang digunakan adalah serabut kelapa. Bahan ini lebih murah (cenderung gratis) dibandingkan memakai kain flanel. Selain itu serabut kelapa juga mudah sekali didapatkan walaupun untuk daerah perkotaan mungkin agak susah, namun apabila harus membeli pun pasti harganya sangat murah.

Daya serap dan kemampuan menyimpan air lebih tinggi dibanding menggunakan kain flanel, sehingga kelembaban media tetap terjaga.

Kekurangan dari sabut kelapa adalah mengandung zat tanin yang bisa menjadi penghambat pertumbuhan atau penyerapan nutrisi pada akar tanaman. Namun hal ini bisa diatasi dengan cara mencuci sabut kelapa terlebih dahulu dengan air bersih hingga airnya tidak berwarna merah lagi.

4. Mengganti Netpot dengan Botol Bekas Air Mineral

mengganti-netpot-dengan-botol-bekas-air-mineral-kabartani

Cara ini bisa dikombinasikan dengan cara yang ke-3 yaitu dengan mengganti media tanamnya serta mengganti netpot dengan botol bekas air mineral. Dengan kombinasi ini, pastilah sangat murah dan mudah karena bahan tersebut banyak kita temukan disekitar kita.

Simak juga Panduan Lengkap Menanam Bawang Merah Secara Hidroponik

Kelemahan dari cara ini adalah botol bekas air mineral tidak bisa bertahan lama seperti netpot hidroponik dikarenakan bahan yang lebih tipis. Selain itu, agak sedikit merepotkan ketika harus melubangi pada bagian bawah botol bekas menggunakan cutter atau alat lain sebagai jalan akar keluar.

5. Menggunakan Baki Nasi Sebagai Media Semai

menyemai-menggunakan-baki-nasi-kabartani

Bahan-bahan yang diperlukan cukup baki nasi dan kapas saja sebagai media tanamnya. Cara ini juga tidak hanya digunakan untuk menyemai saja, bahkan untuk sayuran seperti kangkung dan bayam bisa sampai panen menggunakan media ini.

Setelah benih tumbuh, anda cukup menaruh baki ini ke dalam bak yang ukurannya sedikit lebih besar dari baki ini yang sudah berisi air nutrisi hidroponik.

Simak juga Macam-Macam Media Tanam Hidroponik

Demikian sedikit informasi mengenai beberapa cara yang bisa membuat hidroponik menjadi lebih hemat. Namun saya yakin di luar sana masih banyak cara-cara lain yang lebih praktis dan murah. Maka dari itu saya meminta masukan dari pembaca apabila mempunyai cara yang lebih murah.

Anda bisa mengirimkan kritik dan saran melalui:

Email: redaksi.kabartani@gmail.com
Instagram: @kabartani
Twitter: @kabartanicom
Facebook: @redaksi.kabartani