8 Cara Tepat Penyemprotan Wereng Coklat Pada Tanaman Padi

8 Cara Tepat Penyemprotan Wereng Coklat Pada Tanaman Padi

1
Bagikan

KABARTANI.COM – 8 Cara Tepat Penyemprotan Wereng Coklat. Wereng coklat (Nilaparvata lugens) adalah salah satu hama padi yang paling berbahaya dan merugikan, terutama di Asia Tenggara dan Asia Timur. Serangga kecil ini menghisap cairan tumbuhan dan sekaligus juga menyebarkan beberapa virus (terutama reovirus) yang menyebabkan penyakit tungro). Kumbang lembing memakan wereng dan anaknya sedangkan sejumlah lebah berperan sebagai pemangsa telurnya. Pemangsa alami ini dapat mengendalikan populasi wereng di bawah batas ambang populasi wereng terutama musim tanam dengan jumlah hama sedikit sehingga mencegah berjangkitnya virus utama.

Berikut ini 8 Cara Tepat Penyemprotan Wereng Coklat

  1. Tehnik pemilihan pestisida harus tepat sasaran. Penggunaan pestisida yang tidak tepat sasaran hanya akan memperparah tingkat serangan hama wereng dan pemborosan tenaga dan uang. Gunakan pestisida yang kerjanya sistemik, kalau perlu kombinasikan pestisida yang kerjanya kontak dan sistemik. Kombinasikan pestisida yang kerjanya pembungker telur wereng dan pembunuh wereng dewasa. Sebagai contoh pestisida yang kerjanya sistemik adalah oshin, plenum, OBR, cronus dll. Pestisida yang cara kerjanya kontak adalah darmabas, baycarb, mipcin, poksindo dll. Sedangkan pestisida pembungker telur wereng adalah aplaud, lugen, ovista dll. Contoh pengoplosan pestisida untuk hama wereng misalnya aplaud dan darmabas/ poksindo (untuk tingkat serangan hama wereng ringan), aplaud dan OBR/ cronus (untuk tingkat serangan hama wereng sedang), poksindo dan oshin/ plenum (untuk tingkat serangan hama wereng yang berat atau hampir membentuk spot). Jangan sekali-kali menggunakan pestisida yang berbahan aktif piretroid sintetik seperti fastac, matador, crown, faster, buldok, decis, starban, fostin, sidametrin dll masih banyak lagi karena akan memperberat serangan wereng walaupun ketika disemprot wereng terlihat jatuh dan mati.
  2. Jika memungkinkan sebelum penyemprotan sebaiknya sawah diairi setinggi mungkin. Hal ini bertujuan agar hama wereng naik ke atas dan mudah disemprot dan hama wereng yang terjatuh karena terkena pestisida akan terhanyut dan mati. Selain itu kita juga bisa melihat jumlah hama wereng yang terjatuh/ mati saat dilakukan penyemprotan.
  3. Pada tanaman padi yang tidak menggunakan sistem legowo dan tanaman yang terlalu rapat ada baiknya dilakulan penyingkapan untuk membuat jalan sewaktu penyemprotan dan membuat ruang untuk menggeraknya nozel sprayer.
  4. Penyemprotan dilakukan dengan volume tinggi maksudnya harus merata atau tapis dalam bahasa jawanya.
  5. Kencangkan nozel sprayer sehingga pancaran spray berbentuk kabut bukan mancur seperti air kencing. Ini sering maspary jumpai dilapangan, banyak petani menyemprot wereng dan hama lain dengan sprayer kendur sehingga pancaran sprayer tidak ngabut tetapi mancur.
  6. Prioritaskan penyemprotan dilakukan pada pangkal batang bukan pada daun bagian atas.
  7. Dalam satu hamparan diusahakan penyemprotan dilakukan secara bersama-sama. Penyemprotan bersama atau kita biasa mengatakan sepray massal wereng dilakukan agar hama wereng tidak berpindah ke sawah sebelah ketika disemprot. Selaian itu juga untuk mengukur tingkat keguyuban/ kegotongroyongan warga petani daerah tersebut
  8. Pada tingkat serangan hama wereng yang berat dan terasa sulit dikendalikan sebaiknya penyemprotannya menggunakan miss blower karena akan lebih merata dan lebih cepat. Pestisida yang digunakanpun harus yang bagus seperti oshin, plenum dan cronus.

Loading...

1 KOMENTAR

BERI BALASAN