Apa itu BWD? Apa Fungsi BWD? Bagaimana Cara Menggunakan BWD?

Apa itu BWD? Apa Fungsi BWD? Bagaimana Cara Menggunakan BWD?

0
SHARE

Kabartani.com – Apa itu BWD? Apa Fungsi BWD? Bagaimana Cara Menggunakan BWD? Untuk memperoleh pertumbuhan padi yang baik dan sehat, biasanya petani cenderung menggunakan pupuk N secara berlebihan tidak sesuai aturan. Selain dapat mengakibatkan pemborosan, juga dapat menyebabkan tanaman peka terhadap infeksi penyakit serta dapat membuat tanaman padi jadi mudah rebah.

Simak juga Stick Test Kit, Alat Uji Sederhana Pendeteksi Mikroba Pada Susu Segar

Bagan Warna Daun (BWD = Leaf Color Chart = LCC) merupakan alat yang sudah banyak digunakan untuk mengetahui kecukupan N pada tanaman padi. Berbentuk persegi panjang (6×13 cm) dengan 4 kotak skala warna, mulai dari hijau muda (skala 2) hingga hijau tua (skala 5).

Dengan menggunakan BWD, dapat diketahui apakah tanaman perlu segera diberi pupuk N atau tidak, dan untuk menentukan berapa takaran N yang tepat. Pemberian pupuk N berdasarkan pengukuran warna daun dengan menggunakan BWD dapat menghemat biaya penggunaan pupuk sebanyak 15-20 % dari takaran yang umum digunakan petani tanpa menurunkan hasil.

Cara Menggunakan BWD

BWD dapat digunakan melalui dua cara, yaitu:

1. Berdasarkan kebutuhan riil tanaman

Dengan membandingkan warna daun padi dengan skala BWD secara berkala, setiap 7 hingga 10 hari sejak tanaman padi menginjak usia 21-28 hari setelah tanam (HST) sampai fase primordia (pada padi hibrida dan padi tipe baru atau PTB dilanjutkan sampai fase 10% berbunga).Tanaman segera diberi pupuk N begitu warna daun berada di bawah skala 4 BWD.

Dengan menggunakan cara pertama diatas, menuntut petani harus sering ke sawah untuk melakukan perbandingan warna daun padi dengan BWD.

Penggunaan BWD Berdasarkan Kebutuhan Riil Tanaman

  • Berikan 50-75 kg urea/ha untuk pupuk dasarnya atau pemupukan N pertama, sebelum tanaman padi berusia 14 HST. Pada saat ini, BWD tidak perlu digunakan.
  • Pengukuran dengan BWD dimulai ketika padi sudah berumur 21-28 HST, dilanjutkan setiap 7-10 hari sekali sampai 50 HST (pada PTB dan hibrida, BWD digunakan sampai fase 10% berbunga).

Langkah yang perlu diambil adalah sebagai berikut:

  • Ambil 10 rumpun tanaman padi yang sehat pada hamparan yang seragam secara acak, kemudian pilih daun teratas yang telah membuka penuh pada satu rumpun.
  • Letakkan bagian tengah daun di ata BWD (lihat foto) dan bandingkan warnanya. Jika warna daun berada di antara 2 skala, gunakan nilai rata-ratanya, misalnya 3,5 untuk warna antara 3 & 4.
  • Ketika melakukan pengukura dengan BWD, usahakan jangan menghadap sinar matahari, karena dapat mempengaruhi pengukuran warna.
  • Lakukan pengukuran pada waktu yang sama, oleh orang yang sama.
  • Jika ada lebih 5 dari 10 warna daun yang diamati berada dalam ambang batas kritis, yaitu dibawah skala 4, itu berarti tanaman perlu segera diberi pupuk N susulan sesuai dengan target hasil yang ingin dicapai. Pada tingkat hasil yang ingin dicapai sebesar 5 ton/ha (GKG), takaran pupuk urea susulan yang diperlukan adalah 50 kg/ha. Selanjutnya setiap peningkatan target hasil sebesar 1 ton/ha, diperlukan tambahan 25 kg urea/ha (tabel 1).
Tabel 1
Tabel 1

2. Berdasarkan waktu yang sudah ditetapkan

Biasanya berdasarkan pertumbuhan tanaman, yaitu pertumbuhan awal (0-14 HST), pembetukan anakan aktif (21-28 HST), dan promordia (pada padi hibrida dan padi tipe baru atau PTB dilanjutkan pada fase 10% bebunga).

Dengan cara kedua diatas, petani hanya perlu melakukan 2-3 kali pengukuran warna daun padi dengan BWD.

Simak juga Dosis Dan Cara Penggunaan Pupuk Dolomit

Penggunaan BWD Berdasarkan Waktu yang sudah Ditetapkan

  • Berikan 50-75 kg urea/ha untuk pupuk dasar atau pemupukan N pertama, sebelum tanaman berumur 14 HST. Pada saat ini, BWD tidak perlu digunakan.
  • Pada waktu pemupukan kedua dan ketiga, bangdingkan warna daun dengan skala BWD.
  • Bila warna daun berada pada skala 3 atau kurang, berikan 75 kg urea/ha bila target hasil yang diinginkan adalah 5 ton/ha GKG. Tambahan urea 25 kg/ha setiap kenaikan target hasil 1 ton/ha.
  • Bila warna daun mendekati skala 4, berikan 50 kg urea/ha pada target hasil 5 ton/ha GKG dan tambahan urea 25 kg/ha untuk setiap kenaikan target hasil 1 ton/ha.
  • Bila warna daun pada skala 4 atau mendekati 5, tanaman tidak perlu dipupuk N kalau target hasil 5-6 ton/ha. Tambahan urea 50 kg/ha jika target hasil diatas 6 ton/ha (tabel 2).
berdasarkan-kebutuhan-berdasarkan-waktu-yang-ditetapkan
Tabel 2
SHARE
Saya adalah orang yang tertarik pada dunia teknologi dan pertanian, dengan mengolaborasikan keduanya menjadikan sesuatu yang sangat menarik bagi saya.