Sarana & Prasarana Pupuk & Pestisida ATECU Biopestisida untuk Pengendalian OPT Penting Tanaman

ATECU Biopestisida untuk Pengendalian OPT Penting Tanaman

0
Bagikan

Kabartani.comATECU adalah akronim dari nama latin tanaman Azadirachta indica (mimba/nimba), Tephrosia vogelii (kacang babi) dan cow urine (urin sapi) dengan perbandingan (1:1:4). ATECU berfungsi sebagai biopestisida dan penambah unsur hara.

Atecu merupakan biopestisida hasil penelitian Balai Penelitan Tanaman Sayuran (Balitsa) yang dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa OPT pada tanaman cabai seperti trips, tungau dan aphid.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap cabai panjang dan cabai rawit, diketahui bahwa pada cabai panjang, ATECU dapat menekan serangan Thrips 57,13% dan menekan serangan Tungau 55,57%. Sedangkan pada cabai rawit dapat menekan serangan Thrips 53,56% dan menekan serangan Tungau 69,77%.

Keunggulan ATECU :

  • Aman terhadap lingkungan,
  • Tidak meninggalkan racun bagi tanaman,
  • Dapat menekan kehilangan hasil cabai sampai dengan 40%,
  • Dapat mengurangi penggunaan pestisida sintetis sebesar 96,39%,
  • Meningkatkan populasi predator Menochilus sexmaculatus sebesar 85,71%,
  • Terdapat di sekitar areal pertanaman sehingga mencegah ketergantungan petani terhadap pestisida sintetis,

OPT Sasaran : Thrips (Thrips parvispinus), Tungau (Polyphagotarsonemus latus), Ulat tanah (Agrotis ipsilon), Ulat bawang (Spodoptera exigua), Antraknose (Colletotrichum acutatum).

Cara Pembuatan

Cara Aplikasi :

  • Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi hari atau sore hari,
  • Siramkan atau kocorkan pada lubang tanam dengan interval satu minggu mulai umur 30 hari setelah tanam,

Simak juga:

Sumber : Wiwin Setiawati (Balitsa Lembang)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here