Peternakan Tips Beternak Bahan Aktif Alami dan Kimia Pengawet Daging

Bahan Aktif Alami dan Kimia Pengawet Daging

0
Bagikan

Kabartani.com –┬áMasa simpan daging yang lebih lama merupakan kepentingan dunia industri, perdagangan dan komsumen daging. Wajar kalau teknologi pengawetan daging terus dikembangkan di manca negara.

Pengawet daging bertujuan memperpanjang masa simpan dengan kualitas dan kebersihan tetap terjaga oleh ketahanan terhadap perusakan oleh berbagai jenis mikroba. Teknologi pengawetan murah maupun mahal terus berkembang, sehingga pilihan semakin banyak bagi industri kecil hingga besar, pedagang dan konsumen.

Oleh sebab itu seyogyanyaindustri dan perdagangan tidak perlu menempuh jalan pintas menggunakan cara atau bahan pengawet terlarang jenis ataupun dosisnya yang bisa merusak kesehatan konsumen.

Dalam kecenderungan dewasa ini akan makanan sehat dan alami, pemanfaatan bahan aktif alami yang murah tetapi efektif dalam teknologi pengawetan daging ikut berkembang dan ditawarkan kepada masyarakat.

Dalam suatu uraian oleh Sri Ismiati dari BB Pascapanen Pertanian Bogor, dijelaskan bahwa pengawetan dengan bahan aktif alami termasuk metode pengawetan kimia. Dua metode lainnya ialah pengawetan secara fisik (pelayuan, pemanasan, pendinginan dan secara biologi (fermentasi).

Pengawetan cara kimia meliputi pengawetan dengan bahan aktif alami dan dengan bahan kimia sintetis. Bahan-bahan yang mengandung bahan aktif alami yang efektif untuk pengawetan daging meliputi rempah-rempah, metabolit sekunder bakteri (bakteriosin), dan lainnya yang bersifat anti mikroba.

Beberapa diantara jenis rempah yang dikemukakan layak dijadikan bahan untuk memperpanjang masa simpan daging ialah bawang putih, bawang bombay, kunyit, lengkuas dan jahe. BAwang putih dan bawang bombay mengandung senyawa alisin sebagai bahan aktif yang antimikroba.

Kunyit mengandung kurkumin dari golongan fenol sebagai bahan aktif yang bersifat mematikan bakteri (bakterisidal). Pada lengkuas juga terdapat senyawa fenolik yang bersifat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Sedangkan jahe mengandung senyawa antioksidan yang dapat digunakan mengawetkan minyak dan lemak.

Bakteriosin adalah protein prouk ekstraseluler oleh bakteri asam laktat, bahan tersebut bersifat antibakteri. Perlu dipastikan bakwa bakteriosin yang digunakan dalam pengawetan pangan memenuhi kriteria aman bagi konsumen.

Sementara itu, penggunaan bahan kimia sintetis untuk pengawetan makanan termasuk daging diatur oleh pemerintah dalam aturan mengenai penggunaan bahan tambahan pangan, yakni melalui Peraturan Menteri Kesehatan (yang terakhir tahun 1999).

Untuk pengawetan daging, bahan kimia industri yang diperbolehkan antara lain garam dapur, sodium tripolyphospate (STPP), gula pasir, sodium nitrit, sodium laktat, sodium asetat dan sendawa (kalium nitrat, kalsium nitrat, natrium nitrat), masing-masing dengan takaran atau dosis tertentu.

Simak juga:

Sedangkan bahan kimia yang dilarang penggunaanya sebagai bahan pengawet makanan yaitu formalin, asam boraks, asam salisilat, kalium khlorat, khloramfenikol, dan sebagainya.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here