Balitbangtan Imbau Peternak Gunakan 3 Hijauan Ini Untuk Pakan Ternak

Balitbangtan Imbau Peternak Gunakan 3 Hijauan Ini Untuk Pakan Ternak

Gliricidia, leucaena dan kaliandra adalah tiga jenis leguminosa yang rendah emisi gas metananya

0
SHARE

KABARTANI.COM – Tanpa anda sadari, walaupun tingkatannya masih relatif di sektor peternakan juga memberi andil dalam pemanasan global tersebut. Hal ini dilandasi karena pakan yang diberikan kepada hewan ternak ternyata mengandung emisi gas metana.

Sepeti yang kita ketahui, Metana merupakan gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer, dan lebih dikenal sebagai polutan.

Gas metana yang tinggi dapat mengurangi kadar oksigen di atmosfer hingga di bawah 19,5%, jika hal ini terjadi maka, bisa menyebabkan sesak nafas, tak hanya itu saja, tingginya metana di atmosfer dapat menyebabkan kebakaran hutan dan apabila bercampur dengan udara dapat menimbulkan ledakan.

Oleh karena itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu telah melakukan upaya untuk menganjurkan peternak agar mengganti bahan pakan ternak, dengan jenis hijauan yang rendah emisi gas metana-nya.

Dikutip dari Litbang Pertanian, tanaman yang disarankan yaitu leguminosa adalah salah satu hijauan pakan ternak selain rumput. Gliricidia, leucaena dan kaliandra adalah tiga jenis leguminosa yang rendah emisi metananya. Keunggulan ketiga leguminosa ini adalah adaptif terhadap iklim di Indonesia, disukai ternak dan mengandung protein tinggi 22-24%.

Ketiga Hijauan ini berproduksi sepanjang tahun dan rendah emisi gas metana dibandingkan dengan jenis rumput seperti rumput gajah yang kandungan protein kasarnya 22-25%

Hewan ternak yang mengonsumsi ketiga hijauan tersebut ternyata dapat meningkatkan bobot badan hewan ternak dibandingkan dengan hewan ternak yang hanya mengonsumsi rumput saja.

Cara pemberian pakan pun tidak boleh sembarangan, tanaman leguminosa ini diberikan kepada ternak tidak sebagai pakan tunggal tetapi dikombinasikan dengan rumput atu jerami dengan perbandingan maksimal rumput 60% leguminosa 40% dari total bahan kering ransum.