Teknologi Tani BIOCHAR Sekam Padi Pembenah Tanah dalam Budidaya Bawang Merah Lahan Kering

BIOCHAR Sekam Padi Pembenah Tanah dalam Budidaya Bawang Merah Lahan Kering

0
Bagikan

Kabartani.com – Bawang merah adalah salah satu komoditas hortikultura yang kerap kali menimbulkan inflansi pada akhir-akhir ini, selain cabai. Oleh karena itu, pemerintah memberikan perhatian prioritas pada komoditas ini melalui berbagai program untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat sepanjang waktu agar tidak terjadi gejolak harga.

Salah satu upaya tersebut adalah penanaman sepanjang waktu dan ekstensifikasi pada lahan baru khususnya pada lahan kering yang selama ini belum diusahakan secara maksimal untuk pengembanan kedua komoditas tersebut.

Pengembangan lahan kering untuk bawang merah memiliki permasalahan, antara lain: sifat fisik, kimia dan biologisnya yang kurang mendukung. Sementara itu tanaman bawang merah membutuhkan tanah yang remah dan kandungan unsur hara yang cukup tinggi, khususnya N, P dan K (Rahayu, M., 2010).

Untuk ekstensifikasi komoditas bawang merah pada lahan kering khususnya pada jenis tanah regosol memberikan peluang besar, karena tanah ini memiliki konsistensi yang menguntungkan untuk pertumbuhan umbi bawang merah.

Untuk dapat meningkatkan produktivitas bawang merah pada tanah ini diperlukan pengelolaan yang intensif, karena tanah ini pada umumnya memiliki tingkat kesuburan yang rendah.

Oleh karena itu perlu upaya intensifikasi melalui usaha perbaikan kesuburan tanah yaitu dengan memberikan bahan pembenah tanah yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah dan juga dapat menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kehidupan mikroorganisme.

Sekam Padi – BioChar

Biochar (pembenah tanah) adalah arang hasil pembakaran dengan proses pirolisis dan merupakan bahan organik yang dapat bertahan lama didalam tanah dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah.

Dampak langsung Biochar terhadap perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah berimplikasi pada peningkatan hasil tanah, melalui:

  • Meningkatkan kemampuan tanah dalam mengikat air
  • Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK)
  • Meningkatkan karbon organik khususnya pada kedalaman 0-10 cm
  • Menurunkan kemasaman tanah
  • Mengurangi pelindihan nitrogen
  • Menurunkan gas CH4 dan N2O yang terlepas ke udara
  • Meningkatkan ketersediaan Ca dan Mg didalam tanah
  • Meningkatkan efesiensi pemupukan

Dengan penggunaan Biochar dari bahan sekam padi telah terbukti dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik, mempercepat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan kualitas hasil pada tanaman bawang merah yang dilakukan di KP. Narmada, BPTP NTB, (Rahayu, M., 2014).

Potensi Ketersediaan Bio-Char dari Sekam Padi

Jumlah rice milling di NTB tahun 2014 sebanyak 3.128 unit yang diprediksi menghasilkan limbah sekam padi sebanyak 634.991,1 ton atau 30% dari produksi gabah. Pembuatan Biochar bisa menggunakan wadah drum bekas yang didesain secara khusus yaitu dengan menambahkan cerobong saringan didalamnya yang berfungsi menyalurkan api dari bawah ke bagian dalam, sehingga panas akan menyebar merata dalam sekam, drum juga dibuatkan penutup rapat sehingga pembakaran terjadi didalam kondisi rendah oksigen.

Dengan cara tersebut maka volume sekam padi yang menjadi Biochar sebesar 75% (biochar) dan 25% berupa abu, selama kurang lebih 90 menit.

Simak juga:

Sumber: Muji Rahayu (BPTP NTB, 2016)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here