Budidaya Kedelai Dilahan Pasang Surut

Budidaya Kedelai Dilahan Pasang Surut

0
Bagikan

Kabartani.com – Pengembangan kedelai di lahan pasang surut hendaknya diarahkan pada lahan potensial dengan tipe luapan C (lahan tidak tergenang pada pasang besar, permukaan air tanah <50 cm) dan tipe luapan D (lahan tidak tergenang pada pasang besar, permukaan air tanah >50 cm).

Pengunaan Varietas Unggul Baru :

Varietas unggul baru seperti Anjasmoro, Agromulyo dan Tanggamus dapat digunakan karena berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama/penyakit utama dan toleran deraan lingkungan.

Pengunaan Benih Bermutu :

Benih bermutu dengan tingkat kemurnian daya tumbuh yang tinggi (>85%) direroleh dari benih berlabel yang sudah lulus proses sertifikasi. Benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak.

Penyiapan Lahan :

Pengolahan lahan tidak diperlukan jika ditanam di lahan sawah, jerami padi dapat digunakan sebagai mulsa untuk menjaga kelembaban tanah/menekan pertumbuhan gulma.

Jerami padi dibabat, hamparkan, biarkan selama 2 minggu agar kering, selanjutnya lahan disemprot dengan herbisida.

Pembuatan Saluran Drainase :

Tanaman kedelai memerlukan air yang cukup dan tidak menghendaki kelebihan air/tanah becek selama pertumbuhan diperlukan saluran drainase untuk menjaga kelembaban tanah optimal dan mengalirkan kelebihan air pada saat pasang atau saat hujan.

Jarak antara saluran umumnya 5 – 10 m dengan lebar & kedalaman sekitar 30 cm.

Penanaman dan Populasi Tanaman :

  • Populasi tanaman berkisar antara 350.000 – 500.000 tanaman/ha, kebutuhan benih 40-60 kg/ha, tergantung ukuran biji.
  • Benih diperlakukan dengan insektisida berbahan aktif fipronil (Regent) untuk mencegah serangan lalat kacang.
    Tanam dengan cara tugal 2-3 biji per lubang, jarak tanam 40 cm antar barisan, 15-20 cm dalam barisan.
  • Pada musim hujan gunakan jarak tanam lebar (40 x 20 cm), pada musim kemarau gunakan jarak tanam rapat (40×15 cm).

Ameliorasi Lahan :

Ameliorasi lahan dengan pemberian pupuk kandang 750 kg/ha yang dicampur rata dengan dolomit 1000 kg/ha (30% CaO, 18% MgO, 80 mess. Diberikan pada saat tanam dengan cara menutup lobang tanaman.

Pemupukan :

Pemupukan di berikan pada saat tanam berumur 15 hari dengan dosis 150 kg phonska/ha + 50 kg SP36/ha (setara 50 kg/ha Urea + 100 kg SP36/ha + 50 kg KCl/ha), setelah dicapur rata diberikan secara tugal di sebelah lubang tanam atau disebar merata pada saat tanah masih lembab.

Penyiangan :

Penyiangan dilakukan dua kali, penyiangan pertama dengan herbisida pada saat tanaman berumur 20 hari. Penyiangan kedua (jika diperlukan) secara manual saat tanaman berumur 40-45 hari.

Pengairan :

Pengairan diberikan secukupnya menjelang tanaman berbunga dan fase pengisian polong.

Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) Secara Terpadu:

Pengendalian OPT dilakukan bila terlihat gejala serangan H&P. Pengendalian hama secara terpadu.

  • Identifikasi jenis dan perhitungan kepadatan populasi hama.
  • Menentukan tingkat kerusakan tanaman.

Teknik pengendalian

  1. Mengusahakan tanaman selalu sehat;
  2. Penggunaan varietas tahan;
  3. Pengendalian secara fisik dan mekanis;
  4. Penggunaan pestisida kimia.

Pengendalian penyakit secara terpadu.

  • Identifikasi jenis penyakit disebabkan oleh cendawan, bakteri, virus.
  • Menentukan tingkat kerusakan tanaman.

Teknik pengendalian

  1. Pengendalian secara hayati
  2. Penggunaan varietas tahan
  3. Pengendalian secara fisik dan mekanis
  4. Penggunaan pestisida kimia (fungisida, bakterisida, dll)

Panen dan Pascapanen :

  • Saat panen yang tepat akan menentukan mutu benih kedelai, dilakukan jika 95% polong tanaman telah berwarna coklat dan daun berwarna kuning/coklat dengan cara mencabut/memotong batang tanaman.
  • Brangkasan segera dikeringkan.
  • Setelah kering bijidi rontok secara manual atau dengan Tresher.
  • Benih yang sudah bersih disimpan pada kadar air yang aman (KA. 9-10%).

Simak juga Membuat Kecambah Kedelai, 4 Hari Sudah Bisa Panen

Demikianlah informasi mengenai Teknik Budidaya Kedelai Dilahan Pasang Surut, semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani sekalian. Terima kasih.

Sumber Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi

Loading...

TIDAK ADA KOMENTAR

BERI BALASAN