Pertanian Hama Pertanian Cara Ampuh Mengatasi Penyakit Blendok pada Tanaman Jeruk

Cara Ampuh Mengatasi Penyakit Blendok pada Tanaman Jeruk

0
Bagikan

Kabartani.comPenyakit Blendok atau Diplodia merupakan salah satu penyakit utama pada jeruk (Citrus sp). Penyakit Blendok dapat terjadi apabila ada patogen cendawan Botryodiplodia theobromae Pat. yang patogenik menyerang tanaman yang rentan, yang tumbuh pada lingkungan yang sesuai untuk patogen, dan petani kurang intensif dalam pemeliharaan tanaman.

Tingkat serangan penyakit blendok dapat dipakai sebagai tolok ukur terhadap tingkat pemeliharaan yang sudah dilakukan, makin intensif pemeliharaan dapat menurunkan tingkat serangan patogen.

Kondisi lingkungan yang mempermudah serangan patogen diantaranya kondisi kekeringan, adanya pelukaan, perbedaan suhu siang dan malam yang tinggi dan pemeliharaan yang kurang optimal. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit blendok karena salah satu gejalanya adalah keluarnya blendok (gum) dari batang yang terinfeksi.

Gejala Penyakit

Penyakit blendok dapat diketahui dengan mudah apabila tanaman sudah bereaksi terhadap serangan patogen dengan mengeluarkan substansi pertahanan berupa blendok (gum/gumosis).

Gambar 1. Perbedaan Diplodia kering dan Diplodia basah

Diketahui ada dua jenis Diplodia yaitu basah dan kering. Diplodia basah, batang, cabang, atau ranting yang terserang mengeluarkan blendok berwarna kuning keemasan dan pada stadia lanjut, kulit tanaman dapat mengelupas.

Diplodia kering, kulit batang atau cabang tanaman yang terserang akan mengering tanpa mengeluarkan blendok, sehingga gejalanya lebih sulit diamati. Pada bagian celah kulit terlihat adanya massa spora jamur berwarna putih atau hitam.

Serangan pada batang utama akan lebih berbahaya dibandingkan pada cabang atau ranting. Serangan yang melingkar pada cabang mengakibatkan bagian tanaman diatas serangan akan kering dan mati.

Patogenesis

Proses terjadinya penyakit diawali dengan penyebaran piknidium/konidium melalui alat pertanian, manusia, hewan atau air. Piknidium yang tersebar mula-mula tertutup kemudian pecah dan berwarna hitam, konidium berbentuk jorong dan mempunyai satu sekat berwarna gelap. Pada kondisi dimana kelembaban, nutrisi dan suhu tinggi, konidium akan segera berkecambah dan kemudian melakukan penetrasi kedalam jaringan tanaman.

Patogen menyerang jaringan kayu yang menyebabkan tanaman mengeluarkan substansi pertahanan berupa gumosis (gum/blendok). Gumosis dikeluarkan oleh tanaman sebagai bentuk reaksi setelah adanya serangan patogen dalam jaringan. Gumosis diproduksi untuk melokalisasi patogen agar tidak berkembang lebih kuat.

Blendok yang keluar dari permukaan kulit jaringan yang diikuti kulit yang mengelupas menunjukkan tingkat serangan yang sudah lanjut biasanya pengendalian akan lebih sulit.

Pengendalian

  • Menjaga kebersihan kebun dengan memangkas ranting kering dan cabang yang terserang penyakit, kemudian ranting pangkasan dibakar atau ditimbun.
  • Menjaga alat-alat pertanian seperti pisau, gunting pangkas maupun alat lainnya agar selalu dicuci bersih dan diolesi kapas yang dibasahi alkohol 70% atau clorox 0,5% sebelum dan sesudah digunakan.
  • Menyaput/melabur batang dan cabang dengan bubur California atau fungisida yang berbahan aktif belerang (Cu). Pelaburan dilakukan pada awal dan akhir musim hujan.

Cara Membuat Bubur California

Bahan-bahan:

  • 1 volume serbuk belerang,
  • 2 volume kapur hidup,
  • 10 volume air besih,
  • 0,1 volume deterjen,

Cara pembuatan:

  • Panaskan 10 bagian air sampai mendidih, kemudian 1 bagian serbuk belerang dimasukkan dan diaduk sambil terus dipanaskan hingga mendidih.
  • Kapur hidup disiram air dingin hingga larut dan mengendap, kemudian bagian air yang jernih dibuang.
  • 2 bagian endapan kapur kemudian dimasukkan sedikit demi sedikit kedalam larutan belerang yang sedang mendidih, sambil terus diaduk dan dipanaskan hingga mendidih.
  • Campuran yang sudah jadi berwarna kuning kemerahan. Apabila sudah mengendap, supernatan berwarna merah, sedangkan pellet berwarna kuning.

Cara aplikasi

Gambar 2. Cara aplikasi bubur California pada tanaman jeruk
  • Batang dan ranting sebelum dilabur, dibersihkan dengan sikat plastik/ijuk terlebih dahulu,
  • Larutan bubur California setelah diaduk rata kemudian dilaburkan pada batang dan ranting,
  • Pelaburan dilakukan pada awal dan akhir musim penghujan,

Simak juga :

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here