Cara Budidaya Cabe Dengan Menggunakan Metode Hidroponik

Cara Budidaya Cabe Dengan Menggunakan Metode Hidroponik

0
SHARE

KABARTANI.com – Cara Budidaya Cabe Dengan Menggunakan Metode Hidroponik, Budidaya Cabe dengan sistem hidroponik saat ini banyak digemari, pasalnya bagi mereka yang memiliki lahan yang sempit seperti perkotaan, sistim ini sangat cocok.

Selain itu sistim tanam hidroponik juga mempunyai daya tarik tersendiri karena dapat juga sebagai penyaluran hobi dalam menanam tanaman metode tanam hidroponik tidak memerlukan media tanah dan tidak pula pmenyiramnya setiap hari.

Berikut kami akan jelaskan cara budidaya cabe secara hidroponik, adapun langkah- langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Persemaian benih cabe

  • Pilih benih cabe dari buah cabe yang berkualitas baik, tua, dan tidak berpenyakit,
  • Kemudian belah dan ambil bijinya setelah itu langsung tanam bijinya pada media semai, untuk menyemai cabe hidroponik, gunakan media semai berupa campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1,
  • Letakkan benih cabe pada media semai secara teratur dengan jarak 3×3 cm,
  • Kemudian tutup dengan tanah halus sekedarnya, gunakan spray air untuk membasahi semai cabe tersebut, benih cabe akan tumbuh pada 5-7 hari kemudian.

2. Persiapan Media Tanam Hidroponik

  • Dalam tanam hidroponik gunakan media tanam seperti arang sekam dan cocopeat dengan perbandingan 1:1.
  • Kemudian campur keduanya hingga rata, kedua media ini mudah didapat,
  • Siapkan sumbu gunakan sumbu dari kain flannel, karena kain flannel memiliki kemampuan daya serap yang tinggi, sehingga nutrisi dapat dengan mudah sampai kemedia tanam

3. menyiapakan penampung Nutrisi dan Pot

Tempat untuk menampung nutrisi dan pot bisa menggunakan toples dan cup bekas, gunakan skema sebai berikut : kabartani-com-skema-hidroponik-wick

4. Penanaman Cabe

  • Jika benih sudah berumur 25-30 hari setelah semai barulah benih bisa dipindahkan ke tanam hidroponik,
  • Cara memindahkan benih yang paling baik adalah dengan cara dicungkil bersamaan dengan media tanamnya hal ini tujuannya agar akar benih tidak rusak.
  • Setelah itu bersihkan akar tersebut dengan air secara hati-hati, setlah itu tanam benih pada pot yang sudah disiapkan dan siram dengan air secukupnya.
  • Jika penanaman sudah selesai sebaiknya anda letakkan tanaman tersebut pada tempat yang teduh selama 5-7 hari,
  • Jika media tanam kering siram dengan air.jika sudah beberapa hari anda bisa kenalkan tanaman tersebut dengan sinar matahari.

5. Pemberian Nutrisi

Berikan Nutrisi AB Mix karena nutrisi ini dikhususkan untuk tanaman hidroponik. Berikan nutrisi ketika tanaman sudah berumur 5-7 hari setelah tanam. Kemudian pada masa pertumbuhan awal gunakan ppm 600 – 700 atau kisaran 5 ml nutrisi A+5 ml dan nutrisi B + air 1 liter dan untuk tanaman cabe hidroponik perlu ditingkatkan sedikit demi sedikit ppmnya hingga maksimal mencapai 1260 – 1540 ppm.

6. Perawatan

Dalam budidaya cabe hidroponik Kita harus rajin mengecek ketersediaan nutrisi, jika nutrisi mulai berkurang kita harus segera menambah nutrisi tersebut, dan jangan sampai media kekeringan

Penanggulangan hama dan penyakit, adapun jenis hama dan penyakitnya dalah sebagai berikut tungau, kutu daun, thrips,ulat,antraknosa, busuk daun, bercak daun dll, penanggulanganya jika belum parah dengan cara mekanis, yaitu dengan membuang dan memisnahkan bagian tanaman yang terinfeksi.

Dalam memenuhi kebutuhan unsur hara mikro, ketika masa pertumbuhan vegetatif setiap minggu sekali semprot tanaman dengan pupuk daun. dan jika tanaman cabe sudah memasuki fase generatif, semprot dengan pupuk buah, adapun pupuknya anda bisa menggunakan gandasil A/B, Growmore, Bayfolan, POC Nasa atau Supergrow.

7. Pemanenan

Jika tanaman cabe hidroponik berhasil dan dapat berbuah biasanya cabe bisa dipanen ketika cabe sudah berumur 80 -90 hari setelah tanam.

Simak juga

Demikianlah sedikit gambaran budidaya cabe dengan sistim hidroponik, semoga dapat bermanfaat.