Cara Budidaya Cabe, Modal Kecil, Waktu Relatif Singkat, Meraup Keuntungan Yang Besar

Cara Budidaya Cabe, Modal Kecil, Waktu Relatif Singkat, Meraup Keuntungan Yang Besar

0
SHARE

KABARTANI.com – Budidaya Cabe dibedakan menjadi dua yaitu Budidaya Cabe dalam jumlah besar dan budidaya cabe dalam jumlah kecil, kita akan bahas satu persatu.

  1. Budidaya cabe dalam jumlah kecil tujuannya hanya untuk diskonsumsi sendiri bukan untuk dijual.
  2. Budidaya cabe dalam partai besar tujuannya untuk dijual

Nah kami akan bahas point kedua, Budidaya Cabe dalam partai besar, setiap budidaya cabe dalam partai besar pasti tujuan utamanya hanya untuk dijual, pembudidaya biasanya ingin memperoleh keuntungan yang besar, dengan modal yang sedikit dengan memperoleh keuntungan yang besar.

Berikut kami akan berikan tips agar budidaya cabe dengan modal sedikit tetapi memperoleh keuntungan yang besar.

1. Pemilihan Benih

Pilihlah bibit cabe yang berkualitas unggul, karena dari bibit ini biasanya akan tumbuh lebih sempurna dibandingkan bibit yang biasa. Selain itu buah yang dihasilkan pun juga lebih lebat dibandingkan dengan bibit yang biasa. Dari segi ketahanan bibit berkualitas unggul lebih tahan dari serangan hama dan penyakit.

2. Penyemaian benih

Sebelum bibit ditanam terlebih dahulu bibit disemai tujuanya agar perkembangan tanaman bisa lebih maksimal, untuk tempat persemaiannya kita bisa menggunakan polybag berukuran kecil (8×9 cm), bisa juga menggunakan daun pisang, baki atau tanah petakan.

3. Tempat penanaman

Sebelum kita tanam cabe pada tempat penanaman, alangkah baiknya bibit cabe ditanam terlebih dahulu didalam polybag.

Biarkan bibit cabe tumbuh selama dua minggu, persiapan polybag alangkah baiknya polybag yang dipakai untuk menanam cabe terlebih dahulu polybag diisi dengan tanah yang gembur dicampur dengan pupuk kompos, dan pupuk kandang yang sudah matang.

Tujuanya bibit cabe ditanam pada polybag adalah supaya bibit benar-benar kuat dan siap jika ditanam pada tempat budidaya yang lebih besar.

4. Penanaman

Jika bibit cabe sudah tumbuh selama dua minggu dan siap untuk ditanam pada media yang lebih besar, maka selanjutnya kita lepas platik polybagnya dengan perlahan agar media dalam polybag tersebut tidak pecah dan terbuang percuma.

Biarkan media tersebut tetap menjadi satu dengan bibit tersebut. Langkah selanjutnya kita buat lubang pada media tanam, diameter lubang lebih besar dengan diameter media yang menempel pada bibit tersebut.

Kemudian masukan bibit cabe beserta medianya kedalam lubang tersebut, timbun dengan tanah galian dari pembuatan lubang tersebut dan timbun secara merata.

5. Perawatan

Setelah bibit ditanam pada lahan, dan bibit sudah mulai tumbuh maka langkah selanjutnya kita lakukan perawatan. Jika musim kemarau kita harus rajin menyiramnya rutin pagi, siang dan sore hari. Lakukan penyiraman yang sesuai yang penting pas tidak berlebihan dan tidak pula kurang.

Sedangkan untuk pemupukan yang baik dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair, karena pupuk ini akan lebih merespon pertumbuhan daun, dan lebih mempercepat pembungaan.

Penanggulangan Hama dan Penyakit, jika serangan hama dan penyakit tanaman cabe menyerang sebaiknya anda gunakan anti hama dan penyakit yang alami. Jangan menggunakan obat berbahan pestisida karena lebih berdampak pada tanaman dan lingkungan.

6. Pemanenan

Tahap ini adalah tahap menuai hasil dari usaha yang selama ini kita lakukan. Tanaman cabe siap dipanen jika sudah berumur dua bulan.

Pemanenan yang baik adalah ketika warna cabe tidak terlalu merah atau matang, dan setelah dipanen sebaiknya langsung kita jual. Biasanya cabe yang baru dan masih segar harga jualnya lebih mahal katimbang cabe yang sudah di timbun dalam beberapa hari.

Demikianlah sedikit tentang cara budidaya cabe dengan waktu yang singkat dengan modal yang sedikit dan hasilnya pun melimpah dan dapat meraih keuntungan yang lebih besar, semoga bermanfaat.