CARA BUDIDAYA SIRIH MERAH

CARA BUDIDAYA SIRIH MERAH

0
SHARE

KABARTANI.COM-CARA BUDIDAYA SIRIH MERAH. Sudah banyak yang tahu kalau sirih merah sangat potensial sebagai tanaman obat. Secara empiris tanaman ini diketahui berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit tak heran jika tanaman ini sering dijadikan obat herbal.

SIRIH MERAH

Sirih merah mempunyai nama ilmiah Piper ornatum tetapi ada juga yang menyebutkan Piper Crocatum, tanaman sirih merah ini berasal dari sulawesi selain sebagai tanaman obat tanaman ini juga sering dijadikan hiasan rumah.

Tanaman sirih merah hidup menjalar dengan daun berwarna merah keperakan dansangat mengkilap, batang berwarna hijau kemerahan. Daunnya bertangkai membentuk jantung dengan bagian atas meruncing, bertepi rata, dan permukaannya mengkilap atau tidak berbulu. Panjang daunnya bias mencapai 15-20 cm. Warna daun bagian atas hijau bercorak warna putih keabu-abuan. Bagian bawah daun berwarna merah hati  cerah. Batangnya bersulur dan beruas dengan jarak buku 5-10 cm di setiap buku tumbuh daun dan bakal akar.

Manfaat Sirih Merah:

Tanaman sirih merah sering dimanfaatkan untuk pengobatan, tanaman ini dipercaya berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti: Diabetes, hepatitis, asam urat, batu ginjal, menurunkan kolestrol, mencegah strok, keputihan, radang prostat, radang mata, maag, kelelahan, nyeri sendi, dan memperhalus kulit. Selain itu ada juga yang mempercayai bahwa tanaman sirih merah mempunyai kekuatan mistik.

Syarat Hidup Sirih Merah:

Sirih merah hidup dengan baik di daerah dingin, dan tidak memerlukan sinar matahari secara berlebih hanya sekitar 60-75%, Jenis tanah lempung berpasir, atau lempung liat berpasir sangat cocok untuk tanaman obat pada umumnya. Kemasaman (pH) tanah yang cocok untuk tanaman obat adalah 6-7

Perbanyakan dengan stek

Sirih merah dapat diperbanyak secara vegetatif dengan penyetekan atau pencangkokan  karena tanaman  ini  tidak  berbunga.  Penyetekan  dapat  dilakukandengan menggunakan sulur dengan panjang 20 – 30 cm. Sulur sebaiknya dipilih yang telah  mengeluarkan  akar  dan  mempunyai        2  –  3  daun atau  2  –  3  buku. Sulur diambil dari tanaman yang sehat dan telah berumur lebih dari setahun.

Cara perbanyakan dengan setek dapat dilakukan dengan menyediakan media tanam berupa pasir, tanah dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. media tersebut dimasukkan ke dalam polibag berdiameter 10 cm yang bagian bawahnya sudah dilubangi.

Stek yang telah dipotong-potong direndam dalam air bersih selama lebih kurang 15 menit.

Stek ditanam pada polibag yang telah berisi media tanam.

Letakkan stek ditempat yang teduh dengan penyinaran matahari lebih kurang 60%.

Perbanyakan dengan cangkok

Perbanyakan dengan cara pencangkokan dilakukan dengan memilih cabang yang cukup tua kira-kira 15 cm dari batang pokoknya, kemudian cabang tersebut diikat atau dibalut ijuk atau sabut kelapa yang dapat  menghisap  air. Pencangkokan  tidak  perlu  mengupas  kulit  batang. Cangkok diusahakan selalu basah agar akarnya cepat tumbuh dan berkembang.

Cangkok dapat dipotong dan ditanam di polibag apabila akar yang muncul sudah banyak. Untuk tempat menjalar dibuat ajir dari batang kayu atau bambu. Penyiraman dilakukan satu sampai dua kali dalam sehari tergantung cuaca (Anonim. 2008).

Langkah-langkah mencangkok sirih merah :

 (1) Sebelum  mulai  mencangkok  terlebih  dahulu  siapkan  potongan-potongan plastic  atau polybag  berukuran  15 x  15  cm.  Siapkan  pula  tali  plastik  atau  raffia sepanjang 20 cm.

(2) Media ini sebaiknya diberi sedikit air agar mudah menempel ( menyatu ) di tangkai atau batang sirih merah. Selanjutnya media tanam tersebut dikepal-kepal membentuk bulatan berdiameter sekitar 4 cm;

(3)  Pilih batang Sirih Merah yang akan dicangkok. Batang yang dicangkok harus sehat dan berdaun segar. Sisakan 4-5 helai daun dari pucuk dan cangkok batang di buku keenam dari ujung batang.

(4)  Jika ingin mencangkok lagi di batang yang sama, beri jarak tiga buku dari cangkokan pertama. Begitu seterusnya, jumlah cangkokan yang disarankan paling banyak tiga buah dalam satu tanaman.

Tingkat keberhasilan perbanyakkan sirih merah dengan cara mencangkok juga ditentukan musim. Pada musim hujan, tingkat keberhasilan cangkok sirih merah lebih tinggi daripada musim kemarau. Hal ini disebabkan pada musim hujan kebutuhan media cangkok terhadap air terpenuhi, sedangkan pada musim kemarau sering mengalami kekeringan dan mati.

Perbanyakan dengan merunduk

Perbanyakan sirih merah ini dapat pula menggunakan sistem runduk. Prinsip dari perundukan adalah merangsang (menstimulasi) terbentuknya akar atau tunas sebelum dipisahkan dari induknya. Tahap-tahap merunduk dapat dilakukan sebagai berikut :

 (1) Sediakan beberapa polybag atau pot dengan diameter 12 cm yang sudah diberi media tanam dan dijajar di sebelah tanaman induk. Media tanam yang digunakan sama dengan cara stek atau cangkok. Dapat juga hanya menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan   3 : 1. Sebagai bahan tanaman induk adalah tanaman sirih merah yang mempunyai sulur dengan panjang 2 meter atau lebih;

(2)  Rentangkan sulur tanaman sirih merah, kemudian tanam ruas-ruas batang yang berakar dengan dirundukkan pada polybag-polybag yang telah dipersiapkan;

(3)  Kemudian siramlah tanaman tersebut sehari sekali atau melihat kondisi Apabila media  masih basah  tidak  perlu  disiram.

(4)  Setelah kurang lebih 1 bulan, pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman sudah mulai banyak dan kuat. Selanjutnya masing-masing bibit dapat dipisahkan per polybag. Tanam bibit-bibit tersebut pada media yang lebih besar atau dapat langsung ditanam di pekarangan rumah yang telah disediakan.

Perawatan

Tak jauh berbeda dengan tanaman lain, tanaman sirih memerlukan perawatan dengan beberapa tahapan antara lain, penyiraman, pembersihan gulma dan pencahayaan. Penyiraman dilakukan 3x seminggu,

Sedangkan   untuk   pengaturan   pencahayaan   sirih   merah   membutuhkan intensitas cahaya matahari     60 – 70 persen. Jika intensitas cahaya matahari terlalu tinggi, daun sirih merah akan terganggu atau layu.

Sementara itu, jika dipindahkan ketempat yang intensitas cahaya mataharinya rendah, daun sirih merah bisa berubah warna, menggulung, dan rontok sebelum waktunya.

Pemanenan

Daun sirih merah dapat dipanen minimal berumur 4 bulan, pada saat ini tanaman telah mempunyai daun 16-20 lembar. Daun yang akan dipanen harus cukup tua, bersih dan warnanya mengkilap karena pada saat itu kadar bahan aktifnya sudah tinggi . Cara pemetikan dimulai dari daun tanaman bagian bawah menuju atas.

Demikian tadi sedikit tentang cara budidaya sirih merah, jika ingin mengetahui kandungan bahan aktif dan khasiat daun sirih merah klik di sini.