Cara Budidaya Tanaman Sorgum Dan Video Panduanya

Cara Budidaya Tanaman Sorgum Dan Video Panduanya

0
SHARE

KABARTANI.com – Cara Budidaya Tanaman Sorgum. Sorgum merupakan tanaman pangan alternatif pengganti nasi. Tanaman ini memilik karakteristik yang hampir sama dengan tanaman jagung. Di Jawa, sorgum lebih dikenal dengan istilah Canthel. Sorgum sering dimanfaatkan untuk dijadikan tepung sorgum, di mana tepung sorgum ini kini telah banyak dimanfaatkan dalam industri makanan seperti kue, roti, jenang dan bubur.

Melihat dari manfaatnya tentu tanaman sorgum memiliki nilai ekonomis yang tinggi, tak salah jika sorgum dijadikan sebagai salah satu tanaman unggulan Indonesia. Sayangnya belum banyak petani Indonesia yang melirik budidaya Sorgum ini.

Oleh karena itu, berikut akan kami bahas tentang bagaimana cara budidaya Tanaman Sorgum ini:

Sorgum merupakan tanaman yang sangat cocok hidup pada tanah yang mengandung unsur organik tinggi seperti tanah lempung, tanaman ini hidup pada daerah yang memilik curah hujan sedang dan dengan suhu lingkungan kurang ebih 22-32 derajat celcius dan memilik ph tanah sebesar 5,5 hingga 7.

Waktu tanam

Ditanam pada awal musim hujan, penentuan waktu tanam yang tepat agar memperhitungkan masa masaknya biji jatuh pada musim kemarau. Hal ini untuk menghindari kerusakan pada saat pembungaan dan menghindari serangan cendawan.

Pengolahan tanah

Bertujuan untuk menggemburkan tanah, meningkatkan aerasi dan memberantaas gulma. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan memakai cangkul, membajak dengan ternak, traktor.

Penanaman

Untuk tanaman monokultur diperlukan benih 3 – 6 kg/ha.

Jarak tanam untuk monokultur

  • 40 x 20 cm : 2 tanaman/lubang
  • 30 x 20 cm: 1 tanaman/lubang.

Jarak tanam untuk tumpang sari

  • Stripcropping (1 baris): 200 x 25 cm.
  • Stripcropping (> 2 baris): 75 x 25 x 400 cm.

Benih ditanam cara tugal sedalam 3-5 cm (3-5 biji/lubang).

Pemupukan

  • Pupuk yang dipakai Per Ha Urea (200 kg), TSP/SP36 (1 Kwintal = 100 kg), dan KCl (30 Kg/Ha).
  • Pemupukan dengan ditugal di samping kiri dan kanan tanaman dengan jarak 7 cm. (atau ditabur dengan merata.
  • Pemupukan dilakukan dua tahap, yaitu 1/3 bagian takaran urea + seluruh TSP dan KCl diberikan pada umur 7-10 hari dan 2/3 bagian urea diberikan pada umur tanaman 30 hari.

Pengendalian hama dan penyakit

  • Tanaman sorgum lebih banyak permasalahan hama dibanding penyakitnya.
  • Lalat bibit (Atherigona soceata).
  • Ulat penggerek batang (Basiolafusca).
  • Ulat penggerek malai (Crytoblabes gnidiella).
  • Hama burung.
  • Hama Calandra dan Sytophilus.
  • Pengendaliannya dengan menggunakan insektisida dengan jenis dan dosis yang dianjurkan.

Penyiangan dan Pembumbunan

  • Pada awal pertumbuhan Sorgum kurang dapat bersaing dengan gulma, karna itu harus diusahakan agar areal tanaman pada saat masih muda harus bersih dari gulma.
  • Penyiangan pertama dapat dilakukanpada saat tanaman berumur 10 – 15 hari setelah tanam.
  • Penyiangan kedua dilakukan bersama-sama pembumbunan setelah pemupukan kedua, pembumbunan ini dimaksud untuk memperkokoh batang.

Panen

  • Dilakukan setelah biji masak optimal yang ditandai dengan daun menguning, biji pecah apabila digigit.
  • Biji Sorgum dipanen dengan cara memangkas 10-15cm di bawah malai.
  • Batang Sorgum dipanen dengan cara memotong batang 5 – 10 cm dari tanah. Daun dipisahkan dari batang dan segera di peras air nira (maximum 24 jam).
  • Biji Setelah panen dikeringkan agar mudah dalam perontokannya.
  • Dapat digunakan mesin perontok khusus sorgum.
  • Kadar air saat perontokan tidak boleh lebih dari 15%.
  • Sejumlah biji dijatuhkan dari atas dengan maksud agar kotorannya terpisah dari biji dengan bantuan hembusan angin.

Penyimpanan

  • Penyimpanan sederhana ditingkat petani adalah dengan cara menggantungkan malai sorgum diatas perapian dapur.
  • Cara ini berfungsi ganda yaitu untuk melanjutkan proses pengeringan dan asap api berfungsi pula sebagai pengendali hama selama penyimpanan.
  • Namun jumlah biji yang dapat disimpan sangat terbatas.
  • Sebelum disimpan biji harus kering, bersih dan utuh (tidak pecah) dianjurkan pada saat penyimpanan kadar air 10 – 12%.
  • Pada saat penyimpanan udara dalam ruangan jangan lembab dan harus kering serta terhindar dari hama.

Berikut video panduan Budidaya Tanaman Sorgum