Peternakan Hewan Unggas Cara Melakukan Inseminasi Buatan pada Ayam Buras

Cara Melakukan Inseminasi Buatan pada Ayam Buras

0
Bagikan

Kabartani.comInseminasi Buatan (IB) pada ayam adalah teknik mengawinkan secara buatan dengan memasukkan sperma ayam jantan yang telah diencerkan dengan NaCl Fisiologis (pengencer sperma) ke dalam saluran reproduksi ayam betina yang sedang berproduksi.

Penerapan teknik IB pada Intensifikasi Ayam Buras (INTAB) yang dipelihara dalam kandang batere dengan tujuan antara lain:

  • Meningkatkan kemampuan reproduksi ayam betina untuk menghasilkan telur tetas.
  • Meningkatkan produksi DOC yang seragam dalam waktu relatif singkat.

Keuntungan Inseminasi Buatan

Keuntungan lnseminasi Buatan dibandingkan perkawinan secara alami dalam pengadaan DOC adalah:

  • Penggunaan pejantan relatif lebih sedikit (efisien).
  • Memungkinkan dilakukannya seleksi dan persilangan antar induk yang memiliki mutu genetik unggul, sehingga dapat dihasilkan DOC unggul untuk tujuan tertentu (telur, daging atau keduanya).
  • Memungkinkan dilakukannya persilangan bagi ayam jantan unggul yang sulit melakukan perkawinan secara alami.
  • Dapat menghasilkan DOC dalam jumlah banyak, seragam dan dengan waktu relatif singkat.
  • Memungkinkan dilakukannya persilangan dengan ayam jenis lain.

Pedoman Teknis Pelaksanaan Inseminasi Buatan

Penerapan Inseminasi Buatan pada prinsipnya tidak sulit, karena bahan dan alat yang diperlukan mudah didapat, dan pelaksanaannya mudah dengan keterampilan yang dapat diperoleh melalui latihan secara intensif. Secara ringkas pelaksanaan Inseminasi Buatan terdiri beberapa tahap yaitu :

A. Pemilihan Induk dan Pejantan

Gambar 1 – Penampilan induk betina dan jantan yang digunakan dalam Inseminasi Buatan

1. Pemilihan Induk (Ayam Betina)

Induk yang baik untuk Inseminasi Buatan, harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  • Sehat dan tidak cacat,
  • Berproduksi tinggi,
  • Berumur 7 hingga 12 bulan,
  • Minimal sudah mengalami periode peneluran pertama,
  • Induk tersebut harus sedang berproduksi,
  • Pemeliharaan induk sebaiknya dalam kandang batere individu,

2. Pemilihan Pejantan

Pejantan yang baik untuk Inseminasi Buatan memiliki syarat antara lain :

  • Sehat, tidak cacat dan memiliki nafsu kawin yang baik,
  • Berumur 1,5 sampai 3 tahun,
  • Memiliki mutu genetik yang baik,
  • Sudah terlatih diambil spermanya,
  • Mempunyai hubungan keluarga yang jauh dengan induk yang akan di inseminasi,
  • Pemeliharaan pejantan tidak dicampur dengan induk,

B. Persiapan Induk dan Pejantan

Ayam yang sudah terpilih sesuai dengan persyaratan tersebut di atas, diatur dalam kandang sistem batere tunggal yang nyaman. Untuk menghilangkan stress pada ayam karena perubahan suasana kandang maka dapat diberikan vitamin anti stress.

C. Persiapan Alat dan Bahan

Gambar 2 – Peralatan untuk Inseminasi Buatan pada ayam buras

Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah : alat suntik (spuit), tabung penampung sperma, tabung pengencer, NaCl Fisiologis 0,9% (pengencer sperma) dan kain lap. Alat dan bahan ini dapat diperoleh di apotik dan setiap kali digunakan dalam keadaan steril (dicuci dengan air mendidih).

Pengambilan Sperma (Semen)

Pengambilan sperma dilakukan oleh 2 orang (satu orang memegang dan mengurut ayam sementara yang lain menampung sperma dengan tabung penampung sperma). Pengambilan sperma dapat dilakukan 3-5 kali seminggu pada sore hari diatas pukul 15.00.

Gambar 3 – Pengurutan dan pengumpulan sperma (semen) ayam jantan – Kabartani

Sperma yang sudah diperoleh diencerkan dengan menggunakan NaCl Fisiologis sehingga dapat membuahi banyak betina. Sperma yang sudah diencerkan jangan disimpan terlalu lama dan harus dihindarkan dari sinar matahari secara langsung. Pengambilan sperma dilaksanakan dalam berbagai tahapan sebagai berikut:

1. Bersihkan kotoran yang menempel pada anus dan sekitarnya.

2. Ayam jantan diapit diantara lengan dan badan, kemudian dilakukan rangsangan dengan cara mengurut berulangkali pada bagian punggung yaitu dari bagian pangkal leher sampai pangkal ekor.

3. Dengan rangsangan tersebut ayam akan reaksi, ditandai dengan meregangnya bulu ekor ke atas dan pada saat yang bersamaan tekan bagian bawah ekor maka alat kelamin akan mengeluarkan sperma berwarna putih agak kental, selanjutnya ditampung dengan tabung penampung.

4. Encerkan sperma dengan larutan infuse atau NaCl Fisiologis 0,9% dengan perbandingan 1 : 6-10.

Gambar 4 – Pengenceran sperma menggunakan larutan NaCl fisiologis

Caranya sedot NaCl Fisiologis dengan spuit sesuai derajat pengencerannya, masukkan kedalam tabung yang sudah berisi sperma, goyangkan secara perlahan hingga bercampur dan siap untuk dimasukkan kedalam saluran reproduksi betina. Umur sperma yang telah diencerkan kurang lebih 30 menit.

Pelaksanaan Inseminasi Buatan

Inseminasi Buatan pada ayam buras dapat dilakukan dengan dua metode yaitu:

  • Metode intra vaginal artinya sperma disuntikkan ke dalam vagina dengan kedalaman ± 3 cm.
  • Metode intra uterin artinya sperma dimasukkan ke bagian uterus dengan kedalaman ± 7-8 cm.
Gambar 5 – Cara memasukkan sperma kedalam organ reproduksi induk betina

Tahapan kegiatan pelaksanaan Inseminasi Buatan adalah:

1. Bersihkan kotoran yang menempel di anus dan sekitarnya dengan menggunakan tissue pembersih.

2. Pelaksanaan Inseminasi Buatan dilakukan 2 orang, melaksanakan 1 orang memegang ayam dan 1 orang Inseminasi Buatan.

3. Tekan bagian tubuh dibawah anus hingga terlihat saluran reproduksi (sebelah kiri) dan saluran kotoran (sebelah kanan).

4. Sperma yang sudah diencerkan disedot dengan spuit tanpa jarum sebanyak 0,1-0,2 ml kemudian dimasukkan kedalam alat kelamin betina.

5. Berikan vitamin anti stress pada ayam yang di inseminasi.

6. Untuk mendapatkan hasil yang baik, sebaiknya Inseminasi Buatan diulang 3 hari setelah Inseminasi Buatan yang sebelumnya.

Pengumpulan Telur

Setelah dilakukan inseminasi buatan maka telur yang dapat digunakan sebagai telur tetas adalah telur-telur yang dihasilkan 2 hingga 7 hari setelah inseminasi. Telur tetas yang baik memiliki persyaratan antara lain: berbentuk oval, tidak cacat, memiliki kerabang yang tidak terlalu tebal atau tipis.

Telur tersebut disusun pada rak penampung telur dengan posisi bagian tumpul berada di atas. Lama penyimpanan telur tidak boleh lebih dari 4 hari karena apabila disimpan terlalu lama akan menurunkan daya tetas.

Simak juga: Pasca Panen dan Pemasaran Telur Ayam Buras

Metode Penetasan

Rangkaian yang tidak kalah penting dalam tata laksana IB adalah penetasan telur hasil inseminasi. Penetasan secara massal dilakukan dengan menggunakan mesin tetas. Suhu mesin tetas diatur pada kisaran 100-105C dengan kelembaban 60-70%.

Telur yang ditetaskan diberi tanda untuk memudahkan pembalikan telur supaya merata, banyaknya pembalikan minimal 3 kali dalam 24 jam, kecuali pada hari ke 19 hingga menetas tidak diperlukan pembalikan lagi, yang penting pemeriksaan air dalam mesin tetas jangan sampai kering karena bisa menyulitkan pecahnya kulit telur dan akhirnya bibit akan aman.

Setiap hari hingga hari ke-19 telur diangin-anginkan dengan cara membuka pintu mesin tetas selama ±30 menit. Pemeriksaan telur dilakukan sebanyak 3 kali selama proses penetasan yaitu pada hari ke-4, 14 dan 18, untuk mengetahui apakah telur tersebut fertil atau tidak. Yang perlu diingat pada proses penetasan dengan menggunakan mesin tetas adalah kecermatan dan kesabaran sehingga kegagalan dapat dihindari.

Simak juga:

REVIEW OVERVIEW
IB Ayam Buras
Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here