Sarana & Prasarana Pupuk & Pestisida Cara Membuat Pupuk Cair Darah Yang Sangat Bermanfaat Bagi Tanaman

Cara Membuat Pupuk Cair Darah Yang Sangat Bermanfaat Bagi Tanaman

0
Bagikan

KABARTANI.COM – Cara Membuat Pupuk Cair Darah Yang Sangat Bermanfaat Bagi Tanaman. Pupuk cair darah adalah pupuk cair yang terbuat dari media darah (Iswaraorchid, 2008).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa proses fermentasi dalam pembuatan pupuk cair darah dengan menggunakan bakteri fermentasi Effective Microorganism4 (EM-4).

Pupuk cair darah dapat mengurangi timbulnya penyakit pada tanaman. Meningkatkan kualitas rasa pada sayur dan buah. Meningkatkan kemampuan menyerap nutrisi dari tanaman karena mikroba membantu menyediakan nutrisi yang siap diserap tanaman.

Dalam membuat pupuk cair darah ini darah yang dipakai adalah darah sapi, karena di dalam Darah Sapi mengandu­ng energi sebesar 104 kilokalori, protein 21,9 gram, karbohidrat 0 gram, lemak 1,1 gram, kalsium 7 miligram, fosfor 24 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Darah Sapi juga terkandung vitamin A sebanyak 50 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram

Dari hasil analisis, Pupuk Cair dari Limbah Darah Sapi ini mengandung C-organik sebesar 0,2 %, Nitrogen (N) sebesar 5,5 %, Phospor sebesar 37,70 % dan Kalium sebesar 0,12 %

Berikut Ini Cara Membuat Pupuk Cair Darah:

Bahan :

Limbah darah sapi sebanyak 1 jerigen besar (20 Liter), EM4 sebanyak 500 ml, MOL (Mikro Organisme Lokal) sebanyak 1 liter, dan starbio sebanyak 1 kg.

 Alat :

Jerigen sebanyak 3 buah untuk tempat pembuatan dan penyimpanan pupuk cair dari darah, corong untuk memasukkan darah ke jerigen, dan kayu untuk mengaduk

Cara membuat :

  1. Menyiapkan semua alat dan bahan yang digunakan.

alat2. Membagi darah (20 liter) menjadi 3 jerigen besar dengan ukuran yang sama ± 6,66 liter.

3. Jerigen I masukkan EM4 campur dengan cara di aduk dan digoyang – goyang.

membagi4. Jerigen II masukkan Starbio campur dengan cara diaduk dan digoyang – goyang.

45. Jerigen III masukkan MOL campur dengan cara diaduk dan digoyang – goyang.

56. Tutup masing – masing drum dan biarkan selama 1 minggu.

67. Setelah 1 hari pupuk dibuka dan siap digunakan.

Tanda-Tanda Proses Fermentasi :

Tidak berapa lama jerigen akan mengembung. Hal ini berarti proses fermentasi sedang berlangsung. Untuk mengurangi tekanan jerigen , tutup jerigen dapat dilonggarkan sampai udara keluar. Lalu ditutup kembali rapat-rapat. Tutup jerigen jangan dibuka terlalu lama, untuk menghindari kontaminasi dari luar. Untuk menyiasati agar dalam pembuatan pupuk tidak perlu membuka-buka tutupnya, ada cara sederhana yang dapat dilakukan. Lubangi tutup jerigen. Lalu masukkan selang kecil . Selang berfungsi menyalurkan udara keluar. Masukkan ujung selang satunya kedalam wadah yang berisi air. Sehingga tidak ada kontak dengan udara luar. Agar tidak terjadi kebocoran , tutup rongga pada hubungan antara tutup jerigen dengan selang dengan lilin mainan. Lilin mainan akan menutup rongga kecil tersebut.

Ciri-Ciri Pupuk Cair Darah Yang Sudah Jadi:

Pupuk cair yang sudah jadi warnanya masih merah.   Untuk menghilangkannya dapat dilakukan dengan menggunakan metoda aerasi, yaitu menggunakan bakteri dan jamur aerob.  Selain dapat menjernihkan, metode aerasi akan memperkaya pupuk dengan bakteri, jamur dan mikroba lain yang bermanfaat bagi tananan.

Setelah proses fermentasi selesai, akan tercium bau seperti bau tape. Warna pupuk merah. Untuk menghilangkan warna merah dilakukan dengan menggunakan metoda aerasi, yaitu menggunakan bakteri, dan jamur aerob. Dengan proses lebih lanjut ini maka akan didapatkan pupuk dengan warna yang lebih jernih. Dan manfaat yang yang lebih optimal.

Lama Proses Fermentasi:

Proses fermentasi pada pembuatan pupuk cair darah akan terjadi selama 14 hari . Setelah empat belas hari, dalam kondisi yang tertutup rapat pupuk tahan selama 3 bulan. Setelah itu, pupuk tetap dapat digunakan, namun dengan kualitas yang telah menurun.

Manfaat Pupuk Cair Darah:

Pupuk cair darah akan sangat bermanfaat apabila disemprotkan pada bagian bawah daun sehingga merangsang stomata untuk membuka lebih cepat. Pupuk tersebut juga dapat mengurangi timbulnya penyakit pada tanaman. Meningkatkan kualitas rasa pada sayur dan buah. Meningkatkan kemampuan menyerap nutrisi dari tanaman karena mikroba membantu menyediakan nutrisi yang siap diserap tanaman.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here