Sarana & Prasarana Pupuk & Pestisida Panduan Cara Membuat Pupuk Kompos Super

Panduan Cara Membuat Pupuk Kompos Super

0
Bagikan

Kabartani.com – Kompos merupakan hasil penguraian bahan organik menjadi bahan sederhana dengan bantuan mikroorganisme pada kondisi terkontrol. Proses pengomposan harus dalam kondisi terkontrol sehingga proses penguraian berjalan baik sampai terbentuk kompos yang stabil dan berkualitas tinggi. Sebaliknya, apabila kondisi tidak terkontrol akan terjadi pembusukan sehingga timbul bau yang menyengat.

Kompos dapat dibuat dari berbagai jenis bahan, antara lain sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, sabut kelapa), serbuk gergaji, kotoran ternak, limbah media jamur, limbah pasar, limbah rumah tangga dan daun-daun .

Selama pengomposan, pada minggu kedua dan ketiga suhu akan meningkat hingga 70°C. Peningkatan suhu menandakan pengomposan berlangsung baik. Suhu tinggi ini dapat membunuh bibit penyakit tanaman dan biji tanaman pengganggu (gulma). Untuk menghasilkan kompos berkualitas baik (super) kandungan kotoran ternak minimal 40%. Semakin tinggi kandungan kotoran ternak, semakin tinggi kualitas kompos.

Untuk menghasilkan kompos berkualitas tinggi, diperlukan persyaratan sebagai berikut:

1. Bangunan yang baik

Bangunan dapat dibuat dengan bahan yang sederhana yang ada di lokasi, seperti bambu, kayu, atap rumbia. Atap bangunan tidak mudah bocor dan terhindar dari limpasan air hujan.

2. Kadar air 60%

Kadar air dipertahankan pada 60% agar bakteri pengurai kompos bekerja baik untuk mempercepat proses penguraian. Bila terlihat kering, maka bahan kompos perlu disiram dengan air hingga lembab.

3. Suplai oksigen

Suplai oksigen pada timbunan kompos harus cukup. Untuk mencukupi oksigen yang diperlukan mikroorganisme pengurai, kompos harus dilakukan pembalikan.

4. pH kompos bersifat basa

Supaya proses penguraiannya berlangsung cepat, pH dalam tumpukan kompos tidak boleh terlalu rendah, oleh karena itu perlu dibubuhi kapur atau abu dapur.

5. Tinggi tumpukan minimal 1 meter agar tumpukan kompos tetap panas.

Tahapan pembuatan kompos super

1. Kumpulkan bahan-bahan kompos seperti kotoran ternak dan limbah pertanian. Timbang bahan-bahan kompos sesuai keperluan.

Untuk membuat 1 ton kompos diperlukan :

  • Kotoran ternak: 400 kg
  • Jerami padi: 400 kg
  • Arang sekam: 100 kg
  • Kaptan (dolomit, gamping): 20 kg
  • Serbuk gergaji: 80 kg
  • Mikroorganisme pengurai: 5 kg (contoh Orgadec)

2. Campurkan 10 kg arang sekam dengan 5 kg mikroorgnisme pengurai.

3. Campurkan kotoran ternak, jerami padi, arang sekam, kaptan, serbuk gergaji, diaduk hingga merata.

4. Bila kering bahan kompos disiram dengan air hingga kadar air mencapai 60%. Cara mudah mengukur kadar air 60% adalah dengan menggenggam bahan dengan tangan. Apabila genggaman tangan dilepas dan bahan masih dalam bentuk genggaman tangan (tidak buyar), artinya bahan mempunyai kelembaban 60%.

5. Hamparkan bahan kompos setebal 10 cm kemudian taburi di atasnya dengan mikroorganisme pengurai secara merata. Kemudian hamparkan lagi bahan kompos di atas bahan kompos pertama setebal 10 cm. Demikian selanjutnya sampai ketinggian minimal 1 meter.

6. Tutup rapat tumpukan tersebut dengan plastik untuk menjaga kelembaban dan panas tetap konstan.

7. Cek temperatur dengan memasukan tangan kedalam tumpukan bahan kompos pada hari ke-2. Apabila panas, berarti proses penguraian berjalan dengan baik.

8. Lakukan pembalikan untuk menambah suplai udara (oksigen) dan bahan tercampur merata setiap 7 hari dengan cara mengalihkan tumpukan ketempat lainnya (sebelahnya) sambil diukur kelembabannya agar 60%. Apabila kadar air berkurang (kering) dapat dilakukan penyiraman dengan air sampai kelembabaan mencapai 60%.

9. Proses penguraian telah berakhir ditandai dengan penurunan temperatur (di bawah 30°C). Hal ini menunjukkan proses pembuatan kompos telah selesai dan tutup rapat kembali tumpukan tersebut dengan plastik untuk menjaga kadar air dan panas tetap konstan. Pembalikan dilakukan sampai 2 kali (21 hari).

10. Cek kembali temperatur tumpukan pada hari ke-21 hingga warna kompos cokelat kehitaman.

11. Saring kompos yang sudah jadi dengan saringan kawat harmonika untuk mendapatkan partikel kompos yang relatif sama.

12. Masukkan ke dalam karung dan disimpan pada ruang yang terlindung dari terik matahari maupun hujan.

Kualitas Kompos Super

Hasil pengkajian BPTP Jawa Barat dalam pembuatan kompos super menghasilkan kompos dengan kandungan unsur hara seperti disajikan pada tabel di bawah ini.

Komposisi Kimia Kadar (%)
Kadar Air 51.15
pH 8.8
Total N 0.89
P2O5 0.36
K2O 1.46
CaO 1.48
MgO 1.46
C/N Rasio 12

Tabel 1. Kandungan unsur hara kompos super

Simak juga :

Nilai C/N kompos super adalah 12. Nilai C/N 12 sangat baik sebagai pupuk organik. Warna kompos coklat kehitaman, bertekstur remah dan tidak berbau. Secara umum, kandungan hara kompos lebih rendah daripada pupuk kimia sehingga takaran penggunaannya lebih besar.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here