Pertanian Cara Menanam Bawang Merah di Musim Penghujan

Cara Menanam Bawang Merah di Musim Penghujan

2
Bagikan

Kabartani.com – Tantangan terbesar petani bawang merah di musim hujan adalah hama dan penyakit. Selain itu, curah hujan yang tinggi menjadi sesuatu hal yang di khawatirkan petani bawang merah, karena dampak dari curah hujan tinggi dan terus menerus mengakibatkan mudahnya tanaman bawang merah teserang hama dan penyakit.

Hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya gagal panen. Diperlukan perawatan khusus pada tanaman bawang merah di kala musim hujan. Berikut kami rangkum cara menanam bawang merah di musim hujan yang bisa Anda lakukan:

Pengolahan Lahan

Untuk penanaman bawang merah di musim hujan, gemburkan lahan yang akan di gunakan. Bisa dengan di bajak atau di cangkul dengan kedalaman 20 – 30 cm. Taburkan juga kapur pertanian (dolomit) kira-kira 0,5-1 ton/ha serta pupuk kandang yang telah jadi 3 ton/ha dan di tambah NPK & SP untuk pupuk dasar. SP & NPK tersebut diaduk sampai rata sebanyak 250 – 300 kg untuk per hektarnya.

Bedengan dibuat dengan tinggi 25 – 35 cm, lebar 70 – 80 cm dan jarak antar bedengan 40 – 50 cm. Kemudian bedengan dipasang mulsa/plastik dengan lebar kira-kira 20 – 25 cm. Tahap ini digunakan agar cahaya matahari memantul dan daun bawng serta kelembaban terjaga.

Pembibitan

Pada saat musim hujan, persiapkan benih bawang merah dengan baik. Jika Anda memulai dari benih biji, tentunya Anda perlu mempersiapkan area khusus untuk persemaiannya. Anda bisa menggunakan baki khusus untuk persemaian dan jangan lupa memberi naungan (para net) untuk menghindari air hujan langsung mengenai pembibitan bawang merah.

Sebar benih yang jarang, ini bertujuan agar pertumbuhan bawang merah lebih sehat dan tidak mengganggu akar pada saat pindah tanam nanti. Pemberian pupuk dasar sebelum sebar benih menjadi faktor utama benih tumbuh dengan sempurna.

Penanaman

Saat benih sudah memasuki pindah tanam, umumnya di pembibitan selama 40 – 50 hari sudah saatnya pindah tanam. 1 lubang 1 bibit. Tekan tanah disekitar pangkal tanaman dengan lembut supaya akarnya menyatu dengan tanah.

Perawatan

  • Aliri bedengan dengan air sekitar setengah dari tinggi bedengan. Jarak antar tanaman bisa menggunakan jarak 10 x 10 cm atau maksimal 15 x 15 cm.
  • Penyemprotan herbisida dilakukan sebelum penanaman. Gunakan herbisida yang memiliki bahan aktif Oksifluefen dengan dosis 25 – 30 cc untuk per 17 liter air.
  • Untuk pemupukan lakukan setelah gulma bersih dan pupuk dicampur dengan merata. Berikan pupuk di sela tanaman dan buatlah larikan atau lubang. Pemupukan dilakukan untuk pertama kali setelah bibit berumur 7 HST. Anda dapat menggunakan campuran NPK 210 kg/ha kemudian KCL 150 kg/ha serta furadan 7 – 10 kg/ha. Dan untuk pemupukan yang kedua adalah saat tanaman berumur 21 hari.
  • Dengan menggunakan campuran antara NPK, KCL ZKplus dengan takaran 175 kg/ha untuk NPK, KCL 100 kg/ha dan ZKplus sebanyak 210 kg/ha. Kemudian pemupukan ketiga kalinya dilakukan pada umur 28 HST menggunakan pupuk NPK 70 kg/ha dan 240 kg/ha untuk ZKplus.

Demikian informasi Cara Menanam Bawang Merah di Musim Penghujan, semoga bermanfaat bagi sobatani sekalian.

Loading...

2 KOMENTAR

  1. 1. Sy krg jelas tentang pemberian mulsa ditengah bedeng. Biasanya mulsa menutup bedeng seluruhnya.

    2. Gimana jka yg ditanam bkn benih biji, apakah bisa dilakukan pada musim penghujan?

    3. Bibit bawang merah non biji, varietas mana yg bagus ditanam pada musim hujan?

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here