Perkebunan Cara Mengatasi Penyakit Keriting Daun Tembakau

Cara Mengatasi Penyakit Keriting Daun Tembakau

0
Bagikan

Kabartani.com – Penyakit keriting daun tembakau atau yang juga disebut penyakit kerupuk ini banyak menyerang tanaman tembakau di daerah tropik, terutama di awal musim kemarau.

Gejala: gejala pada tanaman tembakau biasanya diawali dari bentuk daun yang mengerut dan berubah bentuk. Pada permukaan bawah daun terlihat pertulangan daun menebal dan berwarna hijau tua.

Pada stadia generatif, bentuk bakal bunga dan bunga sedikit menyimpang dan terpelintir, sementara bentuk buahnya menjadi tidak normal. Jika dicabut, akan terlihat sistem perakaran mengecil. Batang akan terlihat lebih pendek dan berbentuk Roset. Keseluruhan tanaman akan terlihat kerdil.

Penyebab: Penyakit ini disebabkan oleh tobacco leaf curl virus (TLCV) dari keluarga Geminiviridae, genus Begomovirus yang tidak memiliki amplop (selubung). TLCV termasuk kelompok gemini virus karena zarah virus berbentuk isometrik kembar, masing-masing berukuran antara 25-30 mm.

Penularan: TLCV tidak dapat ditularkan secara mekanis melalui sentuhan, penggosokan sairan daun sakit, atau melalui benih tanaman sakit, tetapi ditularkan oleh vektor kutu putih Bemisia tabaci atau yang biasa disebut kutu kebul (gambar 1) secara persisten. Ada juga yang menyebutkan tungau Polyphagotarsonemus latus, dan Thrips Scirtothrips dorsalis.

Bemisia tabaci mampu menularkan virus setelah 30 menit akuisisi. Virus mampu bertahan dalam tubuh vektor 12-17 hari atau bahkan selama sisa hidup serangga tersebut. Namun belum ada laporan virus ini berkembang biak dalam tubuh vektor atau ditularkan jika kutu berganti kulit, ataupun melalui penyambungan batang sakit dengan batang yang sehat.

Inang lain: Cabai, tomat, leunca, pepaya, crotalaria, kecubung, wijen, babandotan, kembang kertas, patikan kebo, sidaguri, rumput minjangan, dan sawi langit (gambar 5).

Simak juga: ZPT Menghambat Pertumbuhan Tunas Samping pada Tanaman Tembakau

Faktor yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Penyakit

  • Meningkatkan populasi Bemisia tabaci, terutama pada awal musim kemarau,
  • Bibit/tanaman muda lebih rentan dibandingka tanaman tua,
  • Pemupukan N yang berlebihan,
  • Meningkatkan dosis pupuk P dan K akan mengurangi keparahan penyakit.

Pengendalian:

  • Mengendalikan serangga vektor, misalnya dengan asefat atau imidakloporit 2x (saat tanam dan 45 hari setelah tanam).
  • Menanam bunga matahari atau jarak kepyar sebagai pagar pembatas di sekitar bedengan untuk mencegah Bemisia tabaci.
  • Menggunakan tanaman resisten.

Simak juga : 

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here