Cara Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung

Cara Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung

0
Bagikan

KABARTANI.COM – Cara Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung. Kunci untuk menambah produksi telur ayam kampung terletak pada pemberian pakan yang cocok. Salah satu pakan racikan untuk pengganti pelet bisa kamu lihat di sini. Komposisi jantan serta betina dalam satu kandang juga bisa mempengaruhi produksi telur. Untuk lebih optimal sebainya kandang yang dipakai merupakan kandang bersekat, dimana setiap sekat maksimal dipelihara 1 ekor jantan serta 5 ekor betina.

Apabila kami membikin kandang yang luas serta mengisinya dengan pejantan ayam kampung serta induk dalam jumlah tak sedikit biasanya produksi telur tak bakal optimal. Faktor ini sebab diantara pejantan ayam kampung bakal terjadi persaingan (naluriah fauna jantan), biasanya hanya jantan penguasa saja yang bakal dominan meperbuat perkawinan. Faktor inilah yang tak jarang sekali diperhatikan oleh peternak kami di lapangang. Demikian tulisan pendek serta sederhana ini semoga bisa menolong bapak/ bunda dalam menambah produksi telur ayam kampung yang dijadikan usaha.

Untuk beternak ayam buras dengan cara intensif butuh sekali mengenal karakteristik ayam buras, yaitu :

  1. pertumbuhan badan yang relatif lebih lambat daripada ayam ras.
  2. lebih tahan kepada kondisi lingkungan yang berubah-ubah.
  3. memiliki sifat mengeram yang tinggi
  4. rata-rata masa kawin antara 14 hari
  5. rata-rata masa bertelur dalam 14 – 21 hari.
  6. 21 hari mengerami serta 60 – 90 hari masa mengasuh anak.

Trik Menambah Produksi Telur Ayam Kampung

Kunci mutlak intensifikasi merupakan pemeliharaan yang baik dalam setiap fase kehifupan ayam buras, yaitu :

1.Fase starter (0 – 5 minggu) disebut juga dengan masa brooding. Pada masa ini yang butuh diperhatikan merupakan ketebalan alas kandang minimal 5 – 10 cm, suhu ruangan wajib sesuai dengan kebutuhan ayam, yaitu kurang lebih 35 C, pakan wajib memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan yang cepat dengan kadar protein minimal 23%, bentuk pakan merupakan butiran serta area pakan wajib menempati 25% dari area brooding. Butuh juga diperbuat seleksi kepada ayam yang tak lebih baik, dengan memperhatikan ciri-ciri DOC yang baik yaitu sehat, tubuh normal, berat minimal 30 – 35 gram, bulu kering, tak lengket, energik serta pusar menutup dengan sempurna. Fase ini sangat menentukan pertumbuhan pada fase berikutnya jadi sangatlah wajib diperhatikan.

2. Faser grower (5 – 23 minggu). Pada masa ini ayam mencapai usia dara bisa juga pejantan muda. Seleksi dara wajib diperbuat untuk menghapus ayam betina yang tak produktif jadi tak mengurangi efesiensi pakan. Fase ini kebutuhan nutrisinya juga wajib diperhatikan dengan kadar protein 20%.  Ciri-ciri ayam dara yang baik merupakan perawakan sehat, licnah, mata cerah, tubuh tak cacat, bentuk tubuh langsing. Sedangkan ciri-ciri pejantan yang baik merupakan perawakan sehat, badan kuat serta tegak agak panajang, tak cacat, capit urangrapat, paruh bersih, kaki kuat serta kering. Sebagai ukuran kesuksesan fase ini merupakan tercapainya beragt badan serta keseragaman yang baik serta memiliki koefisien variansi berat badan tak lebih dari 8%.

3. Fase Produksi (24 minggu hingga afkir). Pada fase ini yang wajib diperhatikan merupakan bagaimana mencapai produksi telur yang maksimal serta mempertahankannya. Berbagai faktor yang wajib diperlatikan merupakan pemberian pakan yang wajib memenuhi kebutuhan nutrisi ayam untuk nasib serta berproduksi maksimal dengan kadar protein kurang lebih 18%. Rasio antara jantan serta betina dalam satu folk juga wajib cocok, yaitu tak lebih dari 1 pejantan dengan 10 betina, serta optimalnya merupakan 1 banding 6, Pada masa ini butuh juga diberbagi suplemen nutrisi untuk menjaga kondisi ayam serta menjaga produktivitas telurnya.

Loading...

TIDAK ADA KOMENTAR

BERI BALASAN