Cara Meningkatkan Produktivitas Jamur Tiram Dengan Karung Goni

Cara Meningkatkan Produktivitas Jamur Tiram Dengan Karung Goni

0
SHARE
Cara Meningkatkan Produtivitas Jamur Tiram Dengan Karung Goni

KABARTANI.COM – Salah satu hal terpenting dalam bertani jamur tiram yaitu suhu dan kelembaban udara. Jarum tiram dapat berkembang dan produktif jika suhu ruangannya dingin dan kelembaban udaranya tepat.

Untuk mendapatkan suhu dan kelembaban udara yang tepat, biasanya petani jamur tiram menggunakan mesin pendingin. Akan tetapi, menggunakan cara ini membutuhkan biaya dan energi yang besar sehingga biaya produksinya pun juga ikut membengkak.

Atas dasar itulah, tim peneliti dari Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (Fateta IPB) berinisiatif untuk membuat alternatif pengganti mesin pendingin pada budidaya jamur tiram agar bisa menekan biaya produksi tapi bisa meningkatkan produksi. Adalah Manunggal Adjie Putranto dan Mad Yamin yang kemudian memperkenalkan karung goni basah sebagai pengganti fungsi mesin pendingin.

“Karung goni sebagai media pendingin ruangan disimpan di lantai di sela-sela rak jamur tiram. Tujuannya adalah untuk menjaga suhu serta kelembaban yang ideal untuk pertumbuhan jamur tiram,” kata Manunggal, seperti dikutip dari laman resmi IPB.

Lalu bagaimana cara kerjanya? Karung goni tersebut cukup dialiri air secara berkala melalui pipa-pipa yang sudah dilubangi dengan bantuan pompa air dan pengatur waktu. Manunggal mengklaim, inovasi yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Keteknikan Pertanian ini, mampu meningkatkan produktivitas jamur tiram.

“Penggunaan karung goni basah untuk menstabilkan suhu di dalam kumbung dapat meningkatkan produktivitas jamur tiram. Panen jamur tiram tanpa perlakuan sebanyak 75 baglog hanya mendapatkan 16,5 kilogram. Sedangkan pada jamur tiram yang mendapatkan perlakuan karung goni, hasil panennya sebesar 23,5 kilogram,” ujarnya.

Menurut Manunggal, hal harus diperhatikan juga bagi para petani jamur tiram yang hendak menggunakan metode karung goni yakni harus menyesuaikan intensitas penyiraman dengan kondisi kumbung tujuannya agar mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Selain itu, para petani juga dihimbau untuk memperhatikan kondisi panas dan bahan penutup atap tempat budidayanya.

“Penempatan karung goni di sela-sela rak dan pada konstruksi bangunan di tempat yang panas, sebaiknya tidak menggunakan atap asbes melainkan menggunakan atap genteng,” pungkasnya.