Hortikultura Buah-Buahan Cara Mudah Membooster Kelengkeng Agar Mau Berbuah

Cara Mudah Membooster Kelengkeng Agar Mau Berbuah

0
Bagikan

Kabartani.comTanaman Kelengkeng (Dimocarpus longan, Lour) yang dibudidayakan di Indonesia ada 2 (dua) macam, yaitu kelengkeng lokal dan kelengkeng introduksi. Kelengkeng lokal ada beberapa kultivar diantaranya adalah kelengkeng batu dan kelengkeng kapyor, sedangkan kelengkeng introduksi ada yang berasal dari Thailand misalnya kelengkeng Diamond river, dan yang berasal dari Vietnam adalah Pingpong.

Buah kelengkeng memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan dan kecantikan, rasa buahnya pun manis sehingga sangat disukai masyarakat. Peluang pengembangan tanaman kelengkeng di Indonesia memiliki kendalan karena terkait dengan pembungaan dan pembuahan tanaman kelengkeng.

Kendala itu salah satunya disebabkan karena tanaman kelengkeng berasal dari daerah subtropis yang menyebabkan faktor lingkungan seperti suhu menjadi pembatas dalam mempengaruhi pembungaannya. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang dilakukan agar tanaman kelengkeng dapat berbunga dan berbuah lebat.

Karakteristik Bunga Kelengkeng

Pembungaan merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan dalam pengembangan tanaman kelengkeng. Bunga merupakan salah satu bagian pada tumbuhan yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan generatif (organum reproducticum) yang akan berkembang menjadi buah.

Bunga kelengkeng merupakan bunga majemuk yang berwarna putih kekuningan, ukurannya relatif kecil, lebat, membentuk payung menggarpu (Gambar 1). Bunga kelengkeng pada umumnya berada di ujung dahan (flos terminalis), namun apabila sebelum pembungaan tanaman dipangkas di ujung dahannya, maka bunga kelengkeng dapat muncul di ketiak daun.

Gambar 1. Bunga kelengkeng dataran rendah

Bunga kelengkeng pada mulanya muncul mirip tunas daun yang kemudian berkembang menjadi perbungaan sekunder. Tunas bunga berkembang didalam malai yang akan menghasilkan puluhan hingga ratusan bunga.

Menurut Costes (1988), tipe bunga pada tanaman kelengkeng terdiri dari bunga betina (F) dan dua bunga jenis bunga jantan (M1 dan M2). Bunga betina memiliki putik dan 2 (dua) lobus ovary yang mengandung dua ovul. Biasanya hanya ada satu lobus ovary yang akan berkembang menjadi buah.

Kepala putik (stigma) pada bunga betina bercabang dua dan memiliki 6-10 benang sari dengan tangkai sari (filament) pendek mengelilingi putik dan ovary. Mahkota bunga (petal) dan kelopak bunga (sepal) berwarna putih kekuningan masing-masing berjumlah sekitar 5 helai. Mahkota bunga dan tangkai sari berbulu halus berwarna putih dengan dasar bunga berwarna kuning (Gambar 2a).

Tipe bunga kelengkeng yang kedua adalah bunga jantan (M1). Bunga jenis ini memiliki putik yang tidak berkembang, muncul didasar bunga seperti tonjolan kecil. Putik dikelilingi oleh 6-10 benang sari yang memiliki tangkai lebih tinggi dari bunga betina.

Bunga tipe ini tidak terdapat ovary. Mahkota bunga dan kelopak bunga berwarna putih kekuningan, masing-masing berjumlah sekitar kurang 5 helai. Mahkota bunga dan tangkai sari berbulu halus berwarna putih dengan dasar bunga berwarna kuning (Gambar 2b).

Gambar 2. Tipe bunga pada kelengkeng dataran rendah a) Betina; b) Jantan M1; dan c) Jantan M2

Tipe bunga kelengkeng yang ketiga adalah bunga jantan (M2). Putik yang terdapat pada tipe bunga ini ukurannya lebih besar dibandingkan bunga jantan (M1) tetapi lebih kecil dari bunga betina (F). Putik dikelilingi oleh 6-10 benang sari yang memiliki tangkai sari lebih tinggi dari bunga betina.

Mirip dengan bunga betina, tipe M2 memiliki dua lobus ovary yang membedakannya dengan bunga jantan M1. Mahkota bunga dan kelopak bunga berwarna putih kekuningan masing-masing berjumlah sekitar 5 helai. Mahkota dan tangkai sari berbulu halus berwarna putih dengan dasar bunga berwarna kuning (Gambar 2c).

Strategi Pembungaan dan Pembuahan Kelengkeng

Pengembangan tanaman kelengkeng dataran rendah di Indonesia dihadapkan dengan beberapa kendala antara lain:

  • Adanya sifat berumah dua pada tanaman kelengkeng, dimana bunga jantan dan bunga betina terdapat pada tanaman yang berbeda.
  • Efisiensi pembuahan rendah, yang antara lain disebabkan oleh awal proses pembungaan dan pembuahan yang tidak menentu dan adanya sifat Biannual bearing. Sifat ini adalah sifat berbunga dan berbuah yang tidak stabil, dimana tanaman berbuah banyak pada suatu tahun (on year) dan berbuah sedikit atau tidak berbuah sama sekali pada tahun berikutnya (off year).
  • Prosentase buah gugur pasca pollinasi sangat tinggi (Poerwanto, 1997).

Menurut Yen et al., (2001), kelengkeng merupakan tanaman yang memerlukan musim dingin untuk menginduksi bunga dan biasanya berbunga di musim semi, yang memungkinkan perkembangan buah di musim lembab dan hangat akhir musim semi dan musim panas.

Wong dan Ketsa (1991) menggambarkan kelengkeng sebagai tanaman subtropis yang tumbuh baik di daerah tropis tetapi membutuhkan perubahan iklim (musim dingin) untuk menginduksi bunga.

Beberapa jenis kelengkeng dataran rendah yang berkembang di Indonesia ada yang bisa berbunga secara alami tanpa perlakuan khusus seperti Diamond river, Pingpong, Puangray, Kristal dan Aroma Durian, namun ada juga yang memerlukan perlakuan khusus untuk pembungaannya seperti Itoh, Verny, No name dan Phuangthong. Ketidakpastian dalam pembungaan dan pembuahan tanaman kelengkeng merupakan kendala yang cukup besar dalam pengembangan tanaman kelengkeng.

Salah satu kajian yang dilakukan tim Peneliti Balitjestro untuk mengatasi tanaman kelengkeng yang sulit berbuah yaitu dengan penggunaan bahan penginduksi berupa KClO3 (Kalium Klorat, dikenal juga dengan Potasium Klorat) sebanyak 8 g/m2. Aplikasi KCIP3 untuk pembungaan dilakukan dengan pemupukan bahan melingkari bawah kanopi tanaman, kemudian dilakukan penyiraman (Gambar 3).

Gambar 3. Aplikasi bahan penginduksi pembungaan KClO3 pada kelengkeng Itoh

Persyaratan untuk dilakukan perlakuan menggunakan bahan penginduksi pembungaan KClO3 adalah sebagai berikut:

  • Tidak ada hujan setelah perlakuan. Hujan akan mengakibatkan bahan kimia yang diberikan akan tercuci sebelum terserap oleh tanaman, sehingga tingkat keberhasilan rendah.
  • Tanaman yang siap diperlakukan pertama kali adalah tanaman yang berumur 2-3 tahun dengan tinggi tanaman minimal 2 m dan luas kanopi kurang lebih 1 meter persegi.
  • Posisi daun pada saat aplikasi adalah daun tua, jika posisi daun muda maka kemungkinan berbunga akan rendah.
  • Tanaman bisa diperlakukan lagi setelah 2 masa vegetatis/flush daun.

Apabila prasyarat tersebut terpenuhi, maka teknis aplikasinya dengan cara disiram adalah sebagai berikut:

  • Bersihkan tanah dibawah kanopi dari kerikil, sampah dan gulma.
  • Lakukan pemangkasan jika kanopi tanaman terlalu rimbun agar sinar matahari masuk dan sirkulasi udara bagus. Jika ada beberapa ranting yang ujungnya daun muda maka dipangkas ujung rantingnya.
  • Larutkan bahan kimia yang mengandung bahan KClO3 dalam air sesuai dosis rekomendasi produk.
  • Siramkan larutan tersebut ke bawah kanopi tanaman bagian luar.
  • Seminggu setelah perlakuan dilakukan pemupukan menggunakan pupuk NPK dengan dosis sesuai umur tanaman (2-3 tahun = 0,2 – 0,5 kg; 4-5 tahun = 0,5 – 1 kg; >5 tahun = 1 – 1,5 kg).
  • Lakukan penyiraman secara rutin.

Penggunaan bahan penginduksi pembungaan berupa KClO3 mampu membungakan tanaman Kelengkeng Itoh setelah 35-40 hari setelah aplikasi dengan persentase berbunga per tanaman sebesar 92,11% (Gambar 4). Jumlah bunga 861-2328 helai/malai, jumlah buah 50-110 buah/malai dan produksi mencapai 50-65 kg/tanaman pada tanaman kelengkeng berumur 4 tahun dan kurang lebih 90-130 kg/tanaman pada tanaman berumur kurang lebih 6 tahun.

Gambar 4. Tanaman Kelengkeng Itoh (a) sebelum aplikasi KClO3, (b) berbunga setelah aplikasi KClO3, (c) bunga malai, (d) fruit set/malai, (e) buah/malai, (f) tanaman kelengkeng dengan umur buah 100 HSBM

Di pasaran, merk dagang yang mengandung bahan KClO3 ini sudah banyak beredar antara lain booster longan amazing grow, nong feng dan vita longan.

Simak juga:

Sumber: Yenni, Fanshuri, B.A, Supriyanto (Balitjesttro, 2016)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here