Cara Pencegahan Awal Gejala Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Cabai

Cara Pencegahan Awal Gejala Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Cabai

2
Bagikan
Cara Pencegahan Awal Gejala Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Cabai

Kabartani.com – Hallo Sobat Tani, pada kesempatan yang indah ini saya akan berbagi informasi mengenai Cara Pencegahan Awal Gejala Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Cabai. Ada beberapa langkah-langkah yang bisa anda terapkan, simaklah dengan seksama.

Seperti diketahui, hingga saat ini penyakit patek (antraknosa) masih menjadi penyakit utama tanaman cabai. Penyakit patek (antraknosa) sangat sulit sekali untuk dikendalikan jika sudah terlanjur menyerang. Kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit patek ini bisa mencapai 100%.

Oleh karena itu, pencegahan merupakan cara yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini. Perlu sobat tani ketahui, penyakit patek atau antranoksa ini disebabkan oleh dua jenis jamur, yakni:

1. Jamur Colletotricum Capsici, serangan jamur ini pada cabai dengan cara menginokulasi pada bagian tengah buah cabai dan biasanya menyerang cabai yang sudah tua.

2. Jamur Gloeosporium sp, jamur ini dicirikan dari jenis serangannya pada ujung cabai dan bisa menyerang pada cabai yang masih muda maupun tua.

Kedua jamur tersebut bisa menyerang secara individual maupun bersamaan (kombinasi keduanya). Serangan jamur tersebut biasanya akan semakin meningkat jika kelembaban tinggi disertai suhu udara yang tinggi pula.

Untuk pengendalian penyakit patek (antraknosa) pada tanaman cabai tidak bisa dilakukan jika sudah mulai terjadinya serangan, melainkan harus dilakukan sejak awal proses penanaman.

Berikut ini langkah-langkah pencegahan awal penyakit patek pada tanaman cabai, diantaranya yaitu:

1. Gunakan bibit cabai yang sehat, jika sobat tani memakai bibit sendiri jangan menggunakan dari bekas cabai yang terserang patek. Karena spora jamur tersebut mampu bertahan pada benih cabai.

2. Pilih lokasi lahan yang bukan bekas tanaman cabai, terong, tomat dll (satu famili dengan cabai). Spora Gloeosporium maupu Colletotricum mampu beradaptasi hidup dalam tanah dalam waktu tahunan.

3. Gunakan varietas cabai yang lebih tahan terhadap penyakit patek, biasanya cabai keriting lebih tahan terhadap penyakit patek ini.

4. Pergunakan pupuk dasar maupun kocoran yang rendah unsur Nitrogen, karena unsur N hanya akan membuat tanaman cabai menjadi rentan terhadap patek. Selain itu unsur N juga akan membuat tanaman cabai menjadi rimbun yang akan meningkatkan kelembaban sekitar tanaman.

5. Perbanyak unsur Kalium dan Calsium untuk membantu pengerasan kulit buah cabai

6. Pergukanlah mulsa plastik untuk menghindari penyebaran spora jamur melalui percikan air hujan.

7. Pergunakanlah jarak tanam yang ideal sesuai dengan varietas yang akan kita tanam, usahakan jangan terlalu rapat.

8. Lakukan pencegahan dengan penyemprotan fungisida kontak berbahan aktif mankozeb atau tembaga hidroksida secara rutin satu minggu sekali (tetapi ini betentangan dengan konsep pengendalian hama secara terpadu).

9. Lakukan perempelan untuk mengurangi kerimbunan tanaman cabai.

10. Pergunakan peralatan yang terbebas dari penyebab penyakit patek.

11. Jika langkah-langkah diatas sudah dilakukan namun masih terjadi serangan penyakit patek, maka segeralah bakar tanaman yang sudah terserang.

12. Segera lakukan tindakan penyelamatan terhadap cabai yang belum terserang secepatnya (karena penyakit patek bisa menyebar dalam hitungan jam). Tindakan yang perlu dilakukan adalah menyemprot dengan fungisida kontak (dithane, nordox, kocide, antracol, dakonil dll) bersamaan dengan sistemik (derosal, bion M, amistartop dll)

Simak juga Penyebab Dan Pengendalian Antraknosa Pada Cabai

Demikianlah informasi mengenai Cara Pencegahan Awal Gejala Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Cabai. Semoga bermanfaat bagi sobat tani sekalian. Jika informasi ini bermanfaat, silahkan bagikan informasi ini kepada siapapun, demi kemajuan petani Indonesia.

Loading...

2 KOMENTAR

  1. Kalo tanam cabe di rumah sering banget kena penyakit ini, terimakasih, akan segera sya terapkan 🙂

BERI BALASAN