Cara Pengembangbiakan Belut

Cara Pengembangbiakan Belut

2
Bagikan

KABARTANI.COM – Cara Pengembangbiakan Belut, Dalam pengembangbiakan belut langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan pemilihan indukan yang tepat, belut termasuk hewan yang unik, dalam hal ini dikatakan unik kenapa??

Ya, karena pada beberapa belut dimana pada alat kelaminnya bisa berubah-ubah, dimana belut betina usai bertelur kelaminnya bisa berubah menjadi kelamin belut jantan, begitu sebaliknya belut jantan kelaminnya juga bisa berubah menjadi kelamin belut betina, tetapi juga ada belut yang memiliki kelamin yang biasa saja.

Mengingat hal diatas, maka dalam upaya pengembangbiakan belut alangkah baiknya jika kita pilih indukan belut dengan baik dan benar, adapun langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Dilihat dari usianya pilih belut untuk indukan yang sudah berumur 3-5 bulan
  2. Pilihlah belut yang memilki aktivitas yang lincah dan gesit
  3. Usahakan jangan pilih belut yang sedang luka dan kulitnya tidak mulus mengkilap
  4. Pilihlah belut yang memiliki postur yang keras
  5. Untuk belut jantan ciri-cirinya kepala tumpul, lebih panjang dari 30 cm, ekor tidak lancip dan memiliki umur lebih dari 7 bulan
  6. Sedangkan untuk belut betina ciri-cirinya kepala runcing, panjang tubuh kurang dari 30 cm, ekor lancip, dan umurnya kurang dari 7 bulan.

Tahap Pembenihan

  1. Persiapan tempat atau kolam

Hal yang harus diperhatikan dalam persiapan kolam adalah kita harus bedakan antara kolam untuk pemijahan, kolam pendederan,kolam penetasan, kolam belut muda, kolam pemeliharaan maupun pembesaran.

Dalam pembuatan kolam untuk budidaya belut, alangkah baiknya jika disekeliling kolam harus ditembok dengan semen, kemudian pada dasar kolam jangan diplester berilah dasar kolam dengan pupuk kandang, sekam dan jerami.

adapun pada dasar kolam yang paling bawah diberi sekam setebal 10 cm, lapisan diatasnya diberi pupuk kandang setebal 10 cm, kemudian ditimbun dengan jerami atau merang setebal 10 cm, dan selanjutnya barulah di isi air setinggi 50 cm kemudian biarkan sampai berubah menjadi lumpur.

  1. Pembibitan belut

Pemilihan bibit belut bisa diambil dari kolam ternak belut ataupun dari pemijahan, untuk mendapatkan bibit belut caranya ambil dua ekor belut betina dan satu ekor belut jantan kemudian taruh pada kolam seluas 1 m2 agar belut siap memijah, dalam hal ini waktu yang dibutuhkan selama 10 hari sampai dengan penetasan, setelah 5 hari telur menetas kemudian lakukan penyotiran, ambil bibit belut dan pindahkan ke kolam pendederan selama 1 bulan, jika belut sudah berukuran 5-8 cm barulah belut dipindah ke kolam pemeliharaan dan pembesaran, belut siap dikonsumsi jika sudah berumur 2 sampai 4 bulan.

  1. Melakukan perawatan Indukan dan bibit

Jaga kebersihan kolam penetasan, pendederan usahakan ada air yang tetap mengalir, pemantauan bibit harus dilakukan hal ini untuk memantau agar bibit tidak banyak yang mati dan hilang. pada setiap 10 hari sekali sebagai pakannya berilah cacing, kecoa, ulat besar, belatung selain itu jerami yang sudah lapuk yang ada didalam kolam akan tumbuh sanagt dimana dapat bermanfaat untuk pakan organik yang baik pada belut, usahakan kolam tidak tercemar zat beracun seperti pestisida dan lain sebagainya.

Tanda-tanda belut yang siap bereproduksi diantaranya

  1. Belut terlihat bergerombol dan mencari-cari pasangannya
  2. Apabila sudah mendapat pasangan, belut jantan akan membuat lubang untuk kawin
  3. Setelah kawin, biasanya lubang tersebut akan keluar busa putih kekuningan dimana busa tersebut sebagai tempat telur belut
  4. Setelah 7 hari telur akan menetas dan menjadi larva
  5. Setelah itu larva akan mencari makan sendiri, pisahkan bibit yang memiliki ukuran tubuh yang berbeda karena belut memiliki sifat kanibal

Demikianlah Cara pengembangbiakan belut, serta cara mengetahui belut yang siap bereproduksi.

Loading...

2 KOMENTAR

BERI BALASAN