Hortikultura Buah-Buahan Ciri-ciri Buah Nanas Siap Panen (Tingkat Kematangan Nanas)

Ciri-ciri Buah Nanas Siap Panen (Tingkat Kematangan Nanas)

0
Bagikan

Kabartani.com – Saat panen nanas berbeda-beda, tergantung pada varietas dan macam bibit yang digunakan. Panen nanas biasanya dilakukan 5 bulan setelah pemacuan pembungaan.

Pertanaman yang berasal dari anakan dapat dipanen 15-18 bulan setelah tanam. Bibit yang berasal dari tunas batang dipanen 18 bulan setelah tanam, dan bibit yang berasal dari mahkota dipanen 24 bulan setelah tanam.

Penentuan saat panen yang tepat perlu dilakukan secara cermat. Saat panen yang kurang tepat dapat mempengaruhi kualitas buah. Adapun ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen sebagai berikut:

Gambar 1. Ciri-ciri buah nanas siap panen
  • Mahkota lebih terbuka,
  • Tangkai buah menjadi keriput,
  • Mata lebih datar, dan bentuknya lebih bulat,
  • Warna kulit pada dasar buah mulai menguning,
  • Aroma buah mulai muncul,

Adapun tanda-tanda yang digunakan untuk menentukan tingkat kematangan nanas jenis Smooth Cayenne adalah sebagai berikut:

Gambar 2. Tingkat kematangan buah nanas jenis Smooth Cayenne
  • Gambar 0 : Semua mata berwarna hijau,
  • Gambar 1 : Mata buah yang berwarna kuning < 20%,
  • Gambar 2 : Mata buah yang berwarna kuning 20-40%,
  • Gambar 3 : Mata buah yang berwarna kuning 40-55%,
  • Gambar 4 : Mata buah yang berwarna kuning 55-90%,
  • Gambar 5 : Mata buah yang berwarna kuning >90%, tetapi yang berwarna jingga kemerahan <20%,
  • Gambar 6 : 20-100% mata buah berwarna coklat kemerahan,
  • Gambar 7 : Mata buah berwarna coklat kemerahan dan menunjukkan tanda kebusukan,

Klasifikasi Kematangan Buah Nanas

  • Buah stadium 0 – 1 : untuk dipasarkan jarak jauh,
  • Buah stadium 2 – 4 : untuk pabrik pengalengan, dikonsumsi segar atau dipasarkan jarak dekat,
  • Buah stadium 2 – 6 : untuk keperluan pengolahan buah,
  • Buah stadium 7 : sudah tidak layak untuk dipasarkan,

Panen buah nanas umumnya dilakukan dengan cara memotong tangkai buah dan disisakan sepanjang 6 cm atau lebih untuk mencegah pembusukan lewat pangkal buah.

Sumber : Sri Hadiati dkk, Balitbu (2008)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here