Teknologi Tani D’Ozone Mesin Pengawet Sayuran dan Buah Zaman Now

D’Ozone Mesin Pengawet Sayuran dan Buah Zaman Now

0
Bagikan

Kabartani.com – Di zaman serba canggih seperti sekarang ini, banyak bermunculan berbagai teknologi dalam dunia pertanian. Salah satunya yaitu dalam hal pengawetan sayuran dan buah.

Seorang ahli fisika plasma dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr Muhammad Nur, DEA berhasil menciptakan alat yang mampu menahan proses pembusukan produk pertanian selama 2 hingga 3 bulan lamanya tanpa merubah kandungan gizi dan kualitas. Alat tersebut dinilai cocok untuk mengantisipasi kelangkaan produksi sayuran, termasuk cabai.

Riset yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun itu, Nur dan timnya mampu membuat alat yang mampu menciptakan ozon dengan teknologi plasma lucutan berpenghalang dielektrik. Ozon akan dilarutkan ke air dengan konsentrasi tertentu dan mampu memperlambat proses pembusukan produk pertanian.

“Air yang mengandung ozon bisa disemprotkan, dicucikan juga bisa,” kata Nur saat ditemui detikcom di kampus Fakultas Sains dan Matematika Undip Semarang, Sabtu (25/3/2017).

Kandungan ozon dalam air tidak boleh lebih dari 5 PPM. Produk pertanian yang bisa disemprotkan pun berupa sayuran termasuk cabai dan buah, sedangkan biji-bijian belum direkomendasikan. Setelah disemprot atau dicuci, produk pertanian bisa disimpan di cool storage atau lemari pendingin biasa jika dalam jumlah kecil.

“Disimpan ke dalam cool storage dengan suhu antara 10-15 derajat. Kulkas biasa bisa tapi bukan freezer, untuk menghemat energi. Dalam jumlah besar bisa. Jangan sampai suhu 0 derajat, karena menghindari perubahan struktur,” tandasnya.

Ozon dalam air tersebut menghilangkan bakteri, jamur, dan mikro organisme sehingga pembusukan bisa diperlambat. Namun Nur mengingatkan, kandungan ozon dalam air hanya bertahan 40 menit sehingga harus segera digunakan.

Simak juga: Pakuwon Biofertilizer, Pupuk Hayati Pemacu Buah Kopi Masak Serentak

“Air ozon juga bisa menghilangkan pestisida,” lanjut lulusan Joseph Fourier University Grenoble, Prancis itu.

Teknik penyimpanan menggunakan ozon tersebut sangat efektif termasuk untuk cabai yang kini harganya terus naik turun. Nur juga sudah mencobanya sendiri pada cabai yang merupakan produk pertanian yang harganya menjadi indikator inflasi.

“Cabai bisa 2-3 bulan. Kalau panen raya bisa menghindari harga jatuh. Kelompok tani bisa gunakan itu,” ujarnya.

Alat yang diberi nama D’Ozone tersebut terdiri dari beberapa bagian. Salah satu bagian utama yaitu generator ozon untuk mengolah ozon dan menyalurkannya ke air. Dalam satu D’Ozone biasanya terdapat tiga generator agar bisa menghasilkan ozon lebih banyak.

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here