Pertanian Hama Pertanian Eradikasi Tanaman Pisang Terserang Penyakit Layu

Eradikasi Tanaman Pisang Terserang Penyakit Layu

0
Bagikan

Kabartani.com – Layu merupakan penyakit pisang yang paling berbahaya. Baik layu Fusarium yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum Schlecht f. sp, cubense (FOC), maupun layu bakteri yang disebabkan oleh bakteri Raistonia solanacearum biofar 2.

Saat ini, kedua patogen telah menyebar hampir di seluruh pertanaman pisang di Indonesia. Kedua patogen ini merupakan patogen tular tanah dan sangat mudah terpindahkan, menyerang berbagai fase pertumbuhan tanaman pisang, baik fase bibit, anakan, maupun tanaman dewasa.

Di Indonesia, kerusakan yang ditimbulkannya mencapai lebih dari 8 juta rumpun pisang dalam kurun waktu 5 tahun. Salah satu usaha untuk menekan perkembangan serangan kedua penyebab penyakit ini adalah dengan menghilangkan sumber inokulum melalui pemusnahan tanaman sakit atau eradikasi.

Kapan Tindakan Eradikasi Harus Dilakukan?

Tindakan eradikasi ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan tanaman sakit yang menjadi sumber inokulum di lapangan. Eradikasi harus dilakukan terhadap tanaman dewasa dan anakan yang berpenyakit beserta rumpunnya.

Pemusnahan tanaman sakit atau eradikasi dilakukan pada tanaman dalam kebun dengan kriteria sebagai berikut:

  • Serangan patogen sampai dengan 40%, musnahkan tanaman sakit beserta rumpunnya dan beberapa tanaman di sekitarnya.
  • Serangan lebih dari 40%, lakukan eradikasi total.

Pelaksanaan Eradikasi

Bahan dan peralatan yang perlu disiapkan yaitu: minyak tanah, jarum suntik (spet) dan injektor yang terbuat dari bambu atau pipa besi yang diruncingkan.

Takaran/Dosis

Tanaman dewasa 25-40 ml (3-5 sendok makan), tanaman muda 15-25 ml (2-3 sendok makan) dan 5-15 ml (1-2 sendok makan) untuk anakan.

Tahapan Pelaksanaan Eradikasi

1. Persiapan Peralatan

Keterangan gambar : alat yang digunakan yakni: (a), (b) alat pembuat lubang injeksi pada batang pisang, (c) alat injeksi (spet).

2. Pembuatan Lubang Injeksi

  • Tusukkan injektor pada pseudostem dengan kemiringan 45-60 derajat.
  • Jarak dari permukaan tanah kurang lebih 40 cm,
  • Tusukkan sampai menyetuh empulur,
  • Keluarkan injektor dari pseudostem dengan cara menarik sambil diputar,
  • Keluarkan bagian pseudostem yang terbawa dari lubang injektor,

3. Injeksi dengan Minyak Tanah

Masukkan kembali injektor kedalam lubang yang sudah dibuat tadi. Melaui lubang injektor, masukkan minyak tanah sesuai takaran dengan menggunakan spet (jarum suntik).

Penyuntikan dapat dilakukan lebih dari sekali tergantung dari kondisi tanaman dan cuaca. Bila tanaman kokoh dan sedang musim hujan, paling tidak menyuntikkan dengan takaran yang sama harus dilakukan 2 kali, dengan selang waktu satu minggu setelah penyuntikan pertama. Setelah tanaman mati, lakukan pembakaran sampai sisa-sisa tanaman pisang habis.

Untuk lahan bekas tanaman pisang yang terserang layu fusarium, setelah eradikasi disarankan untuk tidak menanam pisang yang rentan terhadap ras yang ditemukan pada lokasi tersebut.

Sedangkan untuk lahan bekas serangan layu bakteri, setelah eradikasi, lahan dapat ditanami kembali dengan pisang setelah digilir dengan tanaman lain, terutama dengan tanaman gandum, jagung dan padi selama 2 tahun.

Simak juga:

Sumber: Nasril Nasir, Jumjunidang & Hendri (Balitbu Solok, 2004)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here