Fermentasi Daun dan Pelepah Sawit Sebagai Pakan Ternak

Fermentasi Daun dan Pelepah Sawit Sebagai Pakan Ternak

0
Bagikan

Kabartani.com – Saat ini, penggunaan daun dan pelepah sawit sebagai sumber pakan hijauan sapi sudah banyak digunakan oleh peternak di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang mempunyai kebun kelapa sawit yang luas, seperti di provinsi Sumatera dan Kalimantan.

Namun, masih banyak juga peternak yang ragu akan hal tersebut. Alasannya adalah daun dan pelepah sawit yang dihaluskan oleh Mesin Crusher, masih menyisakan lidi-lidi sepanjang 3-5 cm. Pada kenyataannya, lidi-lidi tersebut sudah diseleksi sendiri oleh sapi, artinya sapi hanya memakan bagian yang dapat dimakan saja. Sehingga peternak tidak perlu merasa khawatir dengan lidi-lidi sawit yang masih belum dapat dihaluskan oleh mesin.

Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang memiliki multi guna, selain terkenal sebagai sumber minyak (Palm Oil Crude), hampir seluruh bagian tanaman sawit dapat memberi manfaat bagi industri limbah perkebunan sawit berupa daun dan pelepah sawit dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba.

Nilai kandungan serat kasar pelepah kelapa sawit memiliki kandungan yang paling besar di antara yang lain, hal ini baik untuk pencernaan hewan ternak, terutama untuk sapi yang dapat membantu dalam penggemukan.

Ada banyak manfaat dalam mengolah limbah pelepah kelapa sawit ini, Nilai nutrisi pelepah kelapa sawit hampir sama dengan rumput segar, bisa juga memiliki nilai yang lebih tinggi. Ternak akan lebih menyukai rasanya sehingga juga dapat menambah nafsu maka ternak, sehingga dapat menggemukan ternak.

Hal yang paling penting adalah dengan menggunakan bahan alternatif ini pakan ternak akan tersedia terus menerus tanpa perlu khawatir akan musim kemarau. Inilah yang membedakan pakan berbahan dasar pelepah kelapa sawit dengan pakan berbahan dasar rumput, sebagai peternak dapat beternak tanpa perlu khawatir di saat datangnya musim kemarau yang membuat sulit untuk mencari pakan ternak.

Pelepah sawit yang baru di potong dalam bentuk segar dapat diberikan sebagai pakan kambing, setelah lebih dahulu diolah dengan mencacah menjadi bentuk pendek atau digiling dengan mesin menjadi bentuk abon, walaupun setelah diberikan masih kurang disukai kambing karena aromanya kurang disukai. Salah satu metode agar limbah daun dan pelepah sawit disukai kambing adalah melalui fermentasi dengan mikroba ragi “Trichoderma viride dan Rhizopus oligosporus”.

Kandungan protein daun dan pelepah sawit yang relatif rendah (5,3%) setelah terfermentasi selama 14 hari, protein meningkat menjadi 8,85%, bentuk fisik menjadi lembut dan aromanya menjadi wangi dan disukai oleh kambing.

Mikroba dapat diperbanyak melalui inokulum dengan cara memasukan dua liter biakan inokulum kedalam larutan air campuran bio reaktor, 3 kg gula pasir, 2 kg tepung beras, 2 kg ragi tempe, 1 kg urea, 1 kg KCl dan 1 kg SP-36. Biakan dalam bioreaktor dilakukan aerasi dan pengadukan selama tujuh hari.

Setelah tujuh hari, larutan mikroba siap digunakan untuk fermentasi daun dan pelepah kelapa sawit. 20 ekor kambing boerka jantan sedang tumbuh dengan bobot hidup rata-rata 13 kg setelah mengkonsumsi daun dan pelepah sawit fermentasi selama 12 minggu menunjukan pengaruh yang cukup baik terhadap pertambahan bobot akhir kambing rata- rata 4,3 kg selama 12 minggu, atau dengan bobot akhir rata-rata 17,5 kilogram.

Simak juga 

Sebagai kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa daun dan pelepah sawit yang difermentasi dapat digunakan sampai tingkat 30 persen sebagai pengganti (substitusi) rumput, selain itu juga dapat meningkatkan efisiensi ekonomis dengan menurunkan biaya pakan sebesar 18 sampai 36,17% selama 12 minggu dibanding pakan daun dan pelepah segar tanpa fermentasi. (Suwarna, Penyuluh Pertanian BPPSDMP )

Sumber: Puslitbangnak 2015

Loading...

TIDAK ADA KOMENTAR

BERI BALASAN