Peternakan Pakan Ternak Fermentasi Dedak Padi dengan MOL Cairan Rumen untuk Pakan Pembesaran Sapi

Fermentasi Dedak Padi dengan MOL Cairan Rumen untuk Pakan Pembesaran Sapi

0
Bagikan

Kabartani.com  – Dewasa ini sosialisasi teknologi fermentasi pakan sudah mulai memasyarakat dan sudah banyak petani yang mengaplikasikan pakan fermentasi pada ternak kambing/domba maupun ternak sapi.

Fermentasi merupakan bioteknologi yang menggabungkan pengolahan secara biologis, kimiawi dan rekayasa genetik yang dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan dan memperbaiki teksturnya.

Fermentasi timbul sebagai akibat adanya aktivitas mikrobia penyebab fermentasi pada subtrat organik yang sesuai. Adapun mikrobia penyebab fermentasi ini disebut dengan Biodekomposer. Terjadinya fermentasi dapat menyebabkan perubahan sifat bahan pakan sebagai akibat dari pemecahan komponen bahan tersebut.

Manfaat fermentasi pada pakan ternak :

  • Bahan pakan dapat ditingkatkan kecernaannya,
  • Bahan pakan dapat ditingkatkan kualitas proteinnya,
  • Dapat mendetoksikasi racun yang ada didalam bahan pakan,

Saat ini bermunculan produk biodekomposer dengan berbagai merk di pasaran pertanian. Sementara itu berkembangnya tingkat pengetahuan dan pemahaman, maka banyak pula petani yang berminat untuk mengaplikasikan biodekomposer dari Mikri Organisme Lokal (MOL).

Diharapkan dengan pemanfaatan MOL akan diperoleh biodekomposer yang mudah didapatkan serta murah biayanya. Salah satu pemanfaatan MOL yang bisa direkomendasikan adalah dengan pemanfaatan limbah rumen Potong Hewan (limbah RPH) berupa bolus/isi rumen sebagai sumber mikrobia.

Cara pemanfaatan cairan rumen sebagai dekomposer :

  • Cairan rumen sapi yang masih segar diambil dari RPH terdekat dan ditampung kedalam jerigen.
  • Selanjutnya cairan rumen diencerkan dengan menambahkan air sebanyak 2,5 bagian (2 liter cairan rumen + 5 liter air).
  • Diaduk hingga homogen dan siap digunakan sebagai biodekomposer.

Fermentasi dedak padi dengan MOL cairan rumen :

Bahan :10 kg dedak padi, dan 5,5 liter biodekomposer,

Cara pembuatan :

  1. Dedak padi dimasukkan sedikit demi sedikir kedalam biodekomposer yang telah tersedia.
  2. Diaduk hingga merata dan dimasukkan kedalam wadah plastik (tong/ember/kantong plastik).
  3. Diperam dengan cara memadatkan dan ditutup rapat-rapat. Beberapa hari pada awal proses fermentasi berlangsung biasanya terjadi akumulasi gas methana didalam wadah tersebut dan gas ini harus dikeluarkan dengan sedikit membuka wadah, lalu tutup rapat kembali hingga proses fermentasi berakhir selama 21 hari.
  4. Dedak padi yang telah difermentasi dijemur hingga kering dan disimpan untuk diberikan kepada ternak.

Tabel 1. Hasil Analisis Proksimat Kandungan Nutrisi Dedak Padi Tanpa Fermentasi (DTF) vs Dedak Padi Fermentasi (DF)

Uraian BK PK LK SK BETN ABU TDN
%       ——————- 100% ——————–
DF 87,09 11,41 7,81 21,52 44,07 15,19 36,87
DTF 86,79 13,11 10,87 18,14 41,88 16,00 51,32

 

Aplikasi pemberian pakan yang difermentasi dengan biodekomposer cairan rumen.

Sapi PO yang memperoleh dedak fermentasi sebanyak 1% dari bobot badan memberikan respon pertambahan bobot badan harian/PBBH paling baik (R1:672 gr/ek/hr) dibanding sapi PO yang memperoleh dedak tanpa fermentasi (R2: 383 gr/ek/hr). PBBH paling rendah adalah pada sapi-sapi PO yang hanya memperoleh pakan rumput lapang saja (R3: 278 gr/ek/hr).

Tabel 2. Pertambahan Bobot Badan Harian dan Konsumsi Pakan pada Sapi PO Muda

Uraian R1 R2 R3
Gram/ekor/hari
Pertambahan bobot badan 672 383 278
Konsumsi pakan :
1. Bahan Kering 6450 6730 4600
2. Bahan Organik 5440 5690 3880

 

Simak juga :

Sumber : Ulin Nuschati dan Rini Nur Hayati (BPTP Jawa Tengah)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here