Hortikultura Buah-Buahan Gejala Kekurangan Unsur Hara pada Tanaman Jeruk

Gejala Kekurangan Unsur Hara pada Tanaman Jeruk

0
Bagikan

Kabartani.com – Untuk mengetahui kerancuan ini gejala, pedoman yang harus diketahui untuk membedakan antara tanaman yang kekurangan unsur mikro dengan tanaman yang terserang penyakit Huanglongbing (CVPD). Unsur-unsur hara mikro tersebut adalah Zn, Fe, Mn, Cu, B dan Mo serta unsur hara makro N dan Mg.

Gejala klorosis pada daun kekurangan unsur hara biasanya mempunyai pola teratur, sedang pada tanaman terserang CVPD, pola klorosisnya tidak teratur.

1. Defisiensi Zink (Zn)

Gambar 1. Tanaman jeruk kekurangan unsur hara Zink (Zn)

Pola gejala teratur antara sisi kiri dan kanan. Daun klorosis menguning jelas pada helaian daun yang kontras dengan tulang daun hijau gelap, berkesan seperti menebal. Pada tahap awal ukuran daun normal, tetapi pada defisiansi parah ukuran daun mengecil, sempit dan kuning seluruhnya.

Gejala yang terjadi pada awal pertumbuhan menyebabkan kualitas buah kurang baik. Gejala defisiensi Zn sangat mirip dengan gejala pada CVPD terutama pada jeruk siam. Tanah masam dapat memicu terjadinya defisiensi Zn.

2. Defisiensi Besi (Fe)

Gambar 2. Tanaman jeruk kekurangan unsur hara Besi (Fe)

Gejala kekurangan unsur hara Besi (Fe) pada daun sangat khas dan berpola teratur yaitu semua tulang daun mulai dari tulang daun utama (primer), tulang daun kedua (sekunder) dan tulang daun ketiga (tersier) hijau pucat sedang helai daun kekuningan. Apabila dilihat secara keseluruhan daun seperti terlihat kerangkanya, sementara itu helaiannya agak menguning. Ukuran daun cenderung masih normal.

Penyebab utama defisiensi Fe atau besi adalah pH tanah yang sangat tinggi seperti pada tanah berkapur dan yang bersifat alkalis, pada tanah berpasir yang sering mengalami pencucian, tanah-tanah tergenang atau kondisi kelebihan ion antagonis (Ca, Cu, Mg, Mn, Mo, P, dan Zn).

3. Difisiensi Mangan (Mn)

Gambar 3. Tanaman jeruk kekurangan unsur hara Mangan (Mn)

Sama dengan gejala defisiensi Zn dan Fe, pola gejala di Mn berpola teratur. Gejala defisiensi Mangan (Mn) biasanya gejalanya hubungan dengan defisiensi Zn, tetapi defisiensi Mn tidak terlalu jelas perubahan warna kuningnya.

Gejala ditandai dengan adanya daerah hijau pucat diantara tulang daun sekunder pada daun muda, sedangkan daerah sepanjang tulang daun berwarna hijau, dan lebih jelas terlihat pada daun yang terkena cahaya matahari. Umumnya gejala menjadi hilang setelah daun menjadi tua. Kebalikan dengan defisiensi Zn, daun tidak berubah ukurannya, jadi tetap berukuran normal.

4. Defisiensi Magnesium (Mg)

Gambar 4. Tanaman jeruk kekurangan unsur hara Magnesium (Mg)

Gejala kekurangan unsur hara makro Magnesium ditandai dengan adanya khlorosis pada helai dan tulang daun, mulai dari pucuk, dan mengarah kebawah, pola khas dari defisiensi ini adalah membentuk huruf “V” terbalik.

5. Defisiensi Boron (B)

Gambar 5. Tanaman jeruk kekurangan unsur hara Boron (B)

Defisiensi Boron menyebabkan berbagai gejala pada daun, ranting dan buah. Gejala pada daun ditandai dengan layu, mengkerut (daun tertarik ke belakang) dan keriting. Tulang daun utama dan sekunder membesar menjadi khlorotik dan pecah (corky).

Beberapa daun gugur, ranting-ranting mati ujung dan terdapat gum pada ranting-ranting. Akibat defisiensi Boron, tanaman cenderung membentuk bunga berlebihan, tetapi hanya sedikit yang membentuk buah.

Buah-buah yang terbentuk cenderung gugur pada sebelum waktunya. Buah menjadi keras dan asimetris. Jika dipotong terdapat gum pada axis tengah yaitu pada bagian kulit albedo (bagian dalam). Biji-biji juga menjadi abortus.

Gejala defisiensi Boron sering muncul pada musim kemarau yang panjang. Defisiensi Cu umumnya terjadi pada tanaman-tanaman muda baru tanam di tanah bukaan baru yang mengandung bahan organik tinggi. Bahan organik cenderung membuat Cu tanah tidak tersedian untuk perakaran.

6. Defisiensi Molybdenum (Mo)

Gambar 6. Tanaman jeruk kekurangan unsur hara Molybdenum (Mo)

Gejala dapat ditandai dengan belang-belang bulat kuning terang seperti terbakar pada daun. Pada musim hujan daun dapat menjadi gugur sedang pada musim kemarau kembali normal atau hijau kekuningan. Unsur Mo kurang tersedia pada tanah masam dan kebutuhan tanaman jeruk terhadap Mo lebih sedikit dibanding unsur mikro lainnya.

7. Defisiensi Tembaga (Cu)

Gambar 7. Tanaman jeruk kekurangan unsur hara Tembaga (Cu)

Gejala awal defisiensi ditandai dengan warna daun hijau gelap, seperti kelebihan N, tunas-tunas sangat viqour dan besar. Kadang-kadang daun berbentuk mangkuk (cupped leaves), tunas kadang-kadang berbentuk S.

Gejala defisiensi sedang ditandai dengan adanya batang atau ranting mengeluarkan getah coklat, berkerak, daun rontok dan mati pucuk. Gejala lanjut atau parah ditandai dengan adanya buah yang mempunyai kantong getah, retak-retakan kecil dan buah rontok.

Gejala kekurangan Cu sering terjadi pada jeruk manis. Bila terjadi pada jeruk nipis menyebabkan kadar air buah rendah, kadang-kadang bentuk buah tidak normal, ranting selalu kecil, warna coklat dan mati pucuk.

Simak juga :

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here