Pertanian Tips Bertani Gejala Tanaman Jagung Kekurangan Hara (N, P, K, S dan Mg)

Gejala Tanaman Jagung Kekurangan Hara (N, P, K, S dan Mg)

0
Bagikan

Kabartani.com – Banyak metode untuk mengevaluasi kesuburan tanah di dasarkan pada observasi atau pengukuran parameter pertumbuhan tanaman yang sedang tumbuh. Metode-metode seperti ini mempunyai banyak keunggulan karena tanaman berfungsi sebagai indikator dari semua faktor pertumbuhan dan merupakan produk yang dituju oleh petani penanamnya.

Gejala Kahat (kekurangan) hara yang timbul disebabkan karena kebutuhan hara tidak terpenuhi baik dari tanah maupun dari pemberian pupuk. Tanaman kekurangan unsur hara tertentu, maka gejala defisiensi yang spesifik akan muncul.

Metode visual ini sangat unik karena tidak memerlukan perlengkapan yang mahal dan banyak, serta dapat digunakan sebagai penunjang informasi yang sangat penting untuk perencanaan pemupukan pada musim berikutnya bagi teknik-teknik diagnostik lainnya. Kahat hara yang dapat di deteksi dini dapat diatasi dengan penambahan pupuk.

Kahat Nitrogen (N)

Pada tanaman masih muda seluruh permukaan daun berwarna hijau kekuningan. Daun berwarna kuning pada ujung daun dan melebar menuju tulang daun. Warna kuning membentuk huruf V. Gejala nampak pada daun bagian bawah, karena N sifatnya mobil dalam tanaman, gejala kekurangan N ini berangsur-angsur akan merambah ke daun-daun di atasnya.

Daun tua akan mati dan tanaman yang kekurangan N akan tumbuh kerdil, pembungaan terlambat, dan pertumbuhan akar terbatas sehingga produksi rendah.

Kahat Fosfor (P)

Kahat fosfor umumnya sudah tampak waktu tanaman masih muda. Gejala awal dimulai dengan daun yang berwarna ungu-kemerahan. Hasil tongkol menunjukkan tongkolnya kecil dengan ujung janggel melengkung.

Suhu tinggi dan udara kering dapat menyebabkan kekurangan hara P, meskipun P dalam tanah cukup. Kahat P menyebabkan pemasakan biji menjadi lambat dan produksi rendah.

Kahat Kalium (K)

Kahat kalium dimulai dengan warna kuning atau kecoklatan sepanjang pinggir daun pada daun tua. Warna tersebut akan berkembang kearah tulang daun utama danpada daun-daun di atasnya. Gejala umum kahat K lainnya adalah warna coklat tua pada buku batang bagian dalam dan dapat diketahui dengan mengiris batang secara memanjang.

Ukuran tongkol kadang-kadang tidak terlalu dipengaruhi seperti halnya pada kahat N dan P, tetapi biji-biji pada jagung tidak berkembang dan tongkol jagung memiliki banyak klobot dengan biji sedikit sebagai akibat kahat K.

Kahat Belerang (S)

Kahat belerang tampak pada daun muda yang bewarna hijau muda dengan pertumbuhan yang terhambat. Sering dijumpai pada tanah berpasir atau tanah dengan bahan organik rendah.

Kahat Magnesium (Mg)

Kahat magnesium menyebabkan timbulnya warna keputihan sepanjang kanan-kiri tulang daun pada daun tua dengan warna merah keunguan sepanjang pinggir daun. Gejala ini dapat merupakan indikasi bahwa tanah tersebut masam, terutama timbul pada tanaman muda dengan pengolahan tanah yang kurang intensif. Pemberian dolomit dapat mengatasi masalah kahat Mg ini pada tahun-tahun berikutnya.

Simak juga :

Disusun oleh: B. Tri Ratna Erawati (BPTP NTB, 2010)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here