Gulma Babadotan Sebagai Pestisida dan Pupuk Organik

Gulma Babadotan Sebagai Pestisida dan Pupuk Organik

0
Bagikan
Gulma Babadotan Sebagai Pestisida dan Pupuk Organik

Kabartani.com – Siapa sangka gulma Babadotan atau Bandotan memiliki kandungan kimia yang bisa kita manfaatkan sebagai pestisida dan pupuk organik. Dalam klasifikasi makhluk hidup, babadotan masuk dalam divisi Spermatophyta, sub divisi Angiospermae, kelas Dicotyledonae, bangsa Asterales.

Suku : Asteraceae/Compositae, warga Ageratum,
Jenis: Ageratum conyzoides Linn.

Peran tumbuhan/gulma rawa di dalam ekosistem pertanian dapat dipandang sebagai organisme pengganggu tanaman, karena memiliki daya kompetisi yang tinggi, dapat tumbuh secara cepat, dan daya serap yang tinggi terhadap unsur-unsur yang tersedia di tanah.

Namun tidak semua tumbuhan/gulma menjadi musuh bagi petani. Di sisi lain, penggunaan gulma secara langsung maupun tidak langsung, sangat bermanfaat untuk bahan baku pupuk, industri, obat-obatan, sayuran, biofilter, makanan ternak, makanan ikan, inang hama, dan alat penjernih limbah cair rumah tangga.

Penggalian berbagai potensi gulma itu, telah banyak yang melaporkan, dilakukan melalui pengetahuan kearifan lokal, Dari beberapa hasil penelitian diketahui bahwa gulma Babadotan atau Ageratum conyzoides Linn, dapat digunakan sebagai pupuk organik dan bahan insektisida nabati. Karenanya, gulma ini dirasakan cukup mengganggu di perkebunan.

Namun di balik itu, Ageratum dapat digunakan sebagai obat, pestisida dan herbisida, bahkan untuk pupuk nabati pun dapat meningkatkan hasil produksi tanaman.

Simak juga Membuat POC Dari Tanaman Marenggo & Bandotan Yang Kaya Akan Unsur N (UREA)

Kandungan kimia yang terkandung dalam babadotan adalah saponin, flavanoid, polifenol, kumarine, eugenol 5%, HCN dan minyak atsiri. Bagian tanaman yang digunakan sebaPupukgai pestisida nabati adalah daun. Cara kerjanya adalah penolak (repellent) dan menghambat perkembangan serangga. (S. Asikin)

Loading...

TIDAK ADA KOMENTAR

BERI BALASAN