Hal Yang Perlu Dilakukan Agar Pengisian Bulir Padi Maksimal Dan Bernas

Hal Yang Perlu Dilakukan Agar Pengisian Bulir Padi Maksimal Dan Bernas

0
SHARE

KABARTANI.COM-Setiap petani pasti menginginkan hasil panen yang sangat melimpah. Begitu pula petani padi, mereka tentu menginginkan padinya menghasilkan bulir yang banyak dan berbobot. Sehingga harus selalu memperhatikan bermacam-macam hama dan penyakit yang dapat mengurangi bobot dan kualitas bulir padi.

Lalu hal apa saja yang perlu diperhatikan agar bulir padi menjadi berbobot serta pengisianya maksimal (bernas) berikut sedikit ulasanya:

  • Pemupukan Serta Pemberian Nutrisi Yang Tepat

Saat masa pertumbuhan padi ketersediaan hara dan air harus tercukupi, selain itu yang perlu diperhatikan adalah pengendalian hama dan penyakit.

Selama masa pertumbuhan baik itu fase vegetative maupun fase generative setidaknya tanaman padi membutuhkan 13 unsur hara esensial.  Dimana unsur hara esensial terbagi menjadi menjadi dua  unsur hara makro primer yang berupa N, P, dan K.

Sementara unsur makro sekunder berup, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Mo, B, Cu, Zn, dan Cl, apabila ke 13 unsur tersebut terpenuhi  hasil akhir yang diharapkan adalah panen yang melimpah.

Sementara berkaitan dengan pengisian bulir padi agar bisa maksimal pemupukan yang ditujukan untuk pengisian bulir padi sebaiknya di lakukan saat memasuki masa Panacile Initation (PI)  yaitu dimana waktu tanaman sebelum bunting sekitar usia 42-43hst.

Pada masa PI ini unsur yang paling berperan adalah Kalium dan Kalsium, dimana pupuk yang mengandung kedua unsur ini adalh Pupuk KCL.

Kalium berfungsi untuk ketahanan dan kekuatan tanaman, merangsang pertumbuhan akar dan memperbaiki kualitas bulir padi.

Sedang kalsium berfungsi untuk mempertebal dinding sel sehingga tanaman tidak mudah rebah  dan meningkatkan daya simpan.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi

Selain kenutuhan nutrisi, dalam proses pengisian bulir padi juga sangat dipengaruhi oleh adanya serangan hama dan penyakit terutama memasuki fase generative.

Pada fase ini hama yang dapat mengurangi kualitas bulir padi antara lain,  penggerek, wereng, kresek, patah leher, serta tikus.

Penggerek sering menyerang saat padi berusia 45-55 hari setelah tanam. Sedang wereng menyerang saat pengisian bulir sampai menjelang panen.

Yang paling mengkhawatirkan adalah serangan patah leher karena tanaman terlihat sehat saat keluar malai akan tetapi pengisian bulir tidak sempurna bahkan bisa mengakibatkan gabug atu padi hampa.