Berita Harga Gabah Turun, Kementan Minta Bulog Serap Gabah Petani

    Harga Gabah Turun, Kementan Minta Bulog Serap Gabah Petani

    1
    Bagikan

    Kabartani.com – Musim panen seperti sekarang ini harga gabah di tingkat petani menjadi turun, karena produksi yang melimpah dan sedang musim hujan sehingga kualitas kadar airnya tinggi. Oleh karena itu, Kementan menugaskan Bulog untuk menyerap gabah dari para petani, supaya tidak merugi.

    Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Sumarjo Gatot Irianto sudah mengargetkan ada sektar 4 juta ton gabah setara beras untuk diserap Bulog. Nanti, Bulog yang ditugaskan untuk membeli gabah ditingkat petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 3700/kg.

    “Caranya datang ke petani sekarang harganya lagi jatuh. Datangi, bayar, bawa uang angkut keringkan,” ujar Gatot, di Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017).

    Setelah dibeli, gabah itu akan dikeringkan menggunakan alat pengering milik Bulog maupun alat pengering bantuan dari Kementan, nanti Babinsa TNI juga turut membantu mengawasi penggunaa alat pengering tersebut.

    Saat ini Bulog sudah memiliki 50 unit mesin pengering, ia mengatakan jika ada kekurangan nantinya Bulog akan bekerjasama dengan pihak swasta atau pihak lainnya untuk mengeringkan gabah tersebut. Tingginya produksi beras dan cuaca hujan yang tinggi membuat harga gabah anjlok, menurutnya ini karena mesin pengering yang belum siap.

    “Sebenarnya kita kaget saja produksinya tinggi. Kalau hujan kan produksinya banyak sehingga kemampuan mengeringkan terbatas, kaget kita makanya digerakkan lebih cepat karena gabah yang sudah dikeringkan harganya tidak anjlok,” ujarnya.

    Ia menyebut peran tengkulak yang membeli gabah ditingkat petani dengan harga rendah saat ini masih ada, oleh karena itu akan diawasi oleh Babinsa yang tersebar sebanyak 56.000 orang. Nantinya jika Bulog sudah aktif maka petani lebih tertarik menjual gabah ke Bulog.

    “Justru tengkulak menekan harganya jadi lebih rendah lagi makanya kita harus turun. Saya kira kalau Bulog sudah aktif lebih kencang petani sudah menuju (jual) di Bulog,” ujarnya.

    Nantinya, gabah yang sudah dibeli dan dikeringkan akan diproses menjadi beras atau disimpan di gudang Bulog dalam bentuk gabah jika berkualitas bagus. Saat ini jumlah gudang Bulog ada 1.575 unit

    BACA JUGA: Kementan Luncurkan Varietas Ayam Pedaging (SenSi-1), Ini 9 Keunggulannya

    “Setelah dikeringkan bisa di proses jadi beras, kalau gabahnya baik nanti nunggu digiling ketika diperlukan,” ujarnya.

    Nantinya tim Serap Gabah Petani (Sergap) yang terdiri dari jajaran Bulog, Kementan, dan TNI akan melaporkan ke Kementan setiap hari berapa gabah yang diserap paling lambat pukul 19.00. Nantinya penyerapan tersebut akan dievaluasi setiap mingguan dan bulanan. (hns/hns)

    Loading...

    1 KOMENTAR

    BERI BALASAN

    Please enter your comment!
    Please enter your name here