Hati-hati dengan Sianida dalam Tumbuhan Ini

Hati-hati dengan Sianida dalam Tumbuhan Ini

0
SHARE

KABARTANI.com – Masih hangat ditelinga masyarakat Indonesia tentang kasus pembunuhan yang diduga menggunakan racun sianida. Kasus yang sangat mengguncang dan masih menjadi tanda tanya ini begitu menyedot perhatian publik karena misteri pembunuhan yang menggunakan media racun berupa sianida yang dicampurkan dengan es kopi.

Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung gugus siano C ≡ N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Bentuk dari sianida ini sendiri juga beragam. Mulai dari sianida potassium (KCN) dan sianida sodium (NaCN) yang berbentuk kristal, serta berbentuk gas yang tidak berwarna seperti sianogen klorida (CNCI) dan hidrogen sianida (HCN). Sebenarnya sianida juga terdapat di dalam tumbuhan yang mungkin kamu temui sehari-hari. Namun, tentu masih dalam jumlah yang rendah.

Jenis-jenis tumbuhan berikut yang mengandung sianida

Singkong – Singkong mengandung sianida berupa senyawa glikosida sianogenik atau linimarin yang jika dikonsumsi akan diproses oleh enzim dalam tubuh dan dapat berubah menjadi hidrogen sianida. Singkong konsumsi memiliki kadar sianida rendah, sedangkan singkong dengan kadar sianida tinggi adalah jenis singkong racun seperti singkong karet/pandesi dan singkong genderuwo.

Singkong konsumsi dapat diolah dengan membuang kulit, menjemur di terik matahari, perendaman dan perebusan dengan suhu didih sehingga dapat menguapkan racun dan aman untuk dikonsumsi. Sedangkan jenis singkong racun dapat digunakan sebagai media stek untuk menghasilkan jenis singkong yang baik. Jadi Sobat Tani jangan salah memilih jenis singkong untuk dikonsumsi yaaa… !

Kara Benguk – Mungkin banyak diantara kita jarang melihatnya atau bahkan justru belum mengatahui jenis tanaman ini. Tanaman dengan warna bijinya abu-abu, hitam, coklat atau berbercak-bercak yang cukup popular dikalangan masyarakat jawa tengah ini cukup potensial untuk dikembangkan. Selain dapat memperbaiki struktur tanah serta meningkatkan pendapatan rakyat, juga dapat digunakan sebagai pupuk hijau karena termasuk leguminosa.

Biji kara benguk dapat diolah menjadi tempe yaitu Tempe benguk. Manfaat dari kara benguk dipercaya dapat meningkatkan vitalitas kaum pria. Hanya saja, karena kandungan sianida yang ada di dalamnya, maka ia memerlukan pengolahan khusus agar racun sianida itu bisa hilang dan benguk pun bisa diolah untuk dikonsumsi.

Gadung – Gadung (Discorea hispida Dennst.) merupakan anggota umbi-umbian yang mengandung zat gizi dan senyawa racun berbahaya. Kandungan utama umbi gadung yang berupa karbohidrat menjadikan umbi ini banyak digunakan masyarakat sebagai sumber energi alternatif. Umbi gadung juga dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah penderita Diabetes mellitus dan dapat juga mengobati penyakit rematik. Namun, gadung juga mengandung sianida (HCN) yang merupakan senyawa racun berbahaya dan salah satu zat goitrogenik alami di dalam bahan makanan. Untuk itu Sobat Tani perlu mengolah jenis umbi ini dengan benar sehingga dapat dikonsumsi tanpa meracuni tubuh kita.

Rebung – Siapa sangka jika rebung yang merupakan bahan sayur atau tambahan dalam isi lumpia ini mengandung sianida alami. Racun ini terdapat pada pucuk rebung dan termasuk dalam golongan glikosida sianogenik. Untuk mencegah keracunan akibat mengkonsumsi pucuk bambu, maka sebaiknya pucuk bambu yang akan dimasak perlu membuang daun terluarnya, lalu diiris tipis dan direbus dalam air mendidih dengan penambahan sedikit garam selama 8-10 menit.

Apel – Apel adalah salah satu buah yang cukup popular dan sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dengan perkebunan buah apel terbesar yang kita ketahui berada di Malang. Tapi tahukah Sobat Tani, bahwa buah apel ternyata mengandung racun sianida? Akan tetapi memang jumlah sianida yang ada di buah apel itu sangat sedikit. Kandungan sianida ini terdapat terutama di dalam biji apel. Sebaiknya jika mengkonsumsi apel hanya daging buahnya aja dan tidak memakan bijinya, karena disitulah tempat berkumpulnya racun sianida.

Meski sianida terdapat di dalam beberapa jenis makanan yang mungkin Sobat Tani temui sehari-hari, sebenarnya bisa dikatakan cukup aman asal kita dapat mengolahnya dengan tepat. Umumnya, efek mematikan sianida dapat terjadi karena kecelakaan atau karena disengaja. Menurut CDC, meski tubuh kita bisa mengatasi racun sianida dalam dosis sangat rendah, sebaiknya kita menghindari makan bagian buah atau tumbuhan yang mengandung senyawa racun