Hidroponik: Kapan Larutan Nutrisi dalam Tandon Diganti?

Hidroponik: Kapan Larutan Nutrisi dalam Tandon Diganti?

0
SHARE

KABARTANI.comHidroponik: Kapan Larutan Nutrisi dalam Tandon Diganti?. Dalam budidaya secara hidroponik membutuhkan penanganan khusus, berbeda dengan budidaya secara konvensional dimana kita tidak perlu memusingkan dengan masalah pengukuran EC/TDS larutan nutrisi dan pengecekkan pH air. Dalam hidroponik cepat atau lambat kita akan dihadapi dengan pertanyaan yaitu: Kapan dilakukan pergantian Larutan Nutrisi dalam Tandon??

Sebenarnya belum ada rumus pasti, kapan larutan nutrisi harus diganti, namun berdasarkan pengalaman dari beberapa orang yang sudah expert di dunia hidroponik, berikut adalah beberapa hal yang perlu kita lakukan dan ketahui terlebih dahulu:

Pertama, Anda secara rutin harus menambahkan air segar ke dalam larutan nutrisi didalam tandon dan perlu dilakukan pengukuran dan penyesuaian kembali level pH yang sudah dianjurkan. Mengapa harus menambah air segar? Karena adanya faktor evaporasi (penguapan) serta transpirasi yang menyebabkan level air nutrisi dalam tandon menjadi berkurang. Simak Apa pH itu? Apakah pH Air Penting? Bagaimana Cara Merubah Kadar pH?

Hal kedua yang perlu Anda perhatikan adalah seiring dengan semakin berkurangnya air dalam larutan nutrisi akbat penguapan, kepekatan nutrisi bukannya berkurang, malah justru sebaliknya, larutan nutrisi justru akan menjadi semakin pekat (keras). Oleh karena itu, perlu penambahan air segar, bukan air yang sudah dicampur nutrisi.

PERHATIAN : Seberapa banyak air segar yang perlu ditambahkan ke dalam tandon? yakni pada saat jumlah air segar yang ditambahkan ke dalam tandon sama dengan setengah total volume (kapasitas) nutrisi dalam tandon, maka itu adalah saat yang TEPAT untuk mengganti nutrisi.

Simak juga 

Contohnya: Apabila tandon Anda menampung 40 liter air larutan nutrisi, maka pada saat catatan penambahan air segar telah mencapai 20 liter, itulah saatnya untuk mengganti larutan nutrisi dalam tandon.