Inilah Penyebab Pertanian Indonesia Kalah Produktif dari Thailand

    Inilah Penyebab Pertanian Indonesia Kalah Produktif dari Thailand

    0
    SHARE

    Kabartani.com – Sektor Pertanian Indonesia dinilai membutuhkan alat mesin pertanian (alsintan) yang canggih untuk mendukung sektor pertanian di dalam negeri. karena, walaupun memiliki potensi pertanian yang sangat besar, Indonesia masih tertinggal dari Thailand soal teknologi dan permesinan pertanian .

    Indonesia merupakan negara agraria yang sebanyak 70% penduduknya bekerja di sektor pertanian. Potensi alam Indonesia juga sangat mendukung swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

    Simak juga Mbah Lasiyo “Profesor Pisang” dari Bantul, Berbagi Ilmu Hingga ke Italia

    Namun untuk ‎mencapai target swasembada pangan tersebut, perlu dukungan fasilitas alat mesin pertanian (alsintan) yang canggih seperti traktor, pompa irigasi, ekskavator dan lain sebagainya. Dengan menggunakan alsintan ini tentunya akan mempercepat proses tanam dan meningkatkan produktifitas lahan pertanian.

    Pada periode 2011-2015, total pengadaan alsintan di Indonesia mencapai 87.550 unit yang sebagian merupakan produk lokal. Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk-produk ini telah mencapai 40 persen. Bahkan produk dalam negeri ini telah berhasil menembus pasar internasional.

    Direktur (GEM Indonesia) Baki Lee mengatakan, Indonesia memiliki potensi pertanian yang sangat besar dibandingkan dengan negara ASEAN lain seperti Thailand, Vietnam, Filipina. Namun faktanya, produktivitas pertanian Thailand 50 kali lebih besar dibandingkan Indonesia.

    Menurut Lee, tingginya produktivitas pertanian di Thailand ini karena adanya dukungan teknologi dan permesinan yang canggih. ‎Oleh sebab itu, pertanian padi di Thailand mampu panen 1-5 kali dalam setahun. Sedangkan di Indonesia hanya 1-2 kali panen per tahun.

    ‎”Lahan pertanian di Indonesia sangat luas, dan punya potensi besar mendorong ekonomi nasional dengan cepat. Maka salah satu caranya dengan menerapkan mekanisasi pertanian untuk mencapai produktivitas lebih tinggi. Negara seperti Amerika dan Eropa telah menerapkan mekanisasi ini sejak lama, sehingga mereka bisa lebih produktif dan efisien,” tandas Lee.

    Terkait alat pertanian, setelah sukses diselenggarakan pada Agustus 2016 kemarin, International Agricultural Machinery, Technology & Services Exhibition (Inagritech) akan kembali digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kamayoran pada 23-25 Agustus 2017 tahun mendatang.

    Simak juga Panduan Penerapan Teknologi Imunisasi Padi Untuk Meningkatkan Kualitas Dan Produktivitas Tanaman Padi

    Ajang pameran ini diinisiasi PT Global Expo Management (GEM Indonesia) dengan menggandeng Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Pertanian(Kementan).