Inovasi Mahasiswa UGM, Ubah Biji Durian Menjadi Plastik Organik (Bioplastik)

    Inovasi Mahasiswa UGM, Ubah Biji Durian Menjadi Plastik Organik (Bioplastik)

    0
    SHARE

    KABARTANI.COM – Tahukah Anda, selain untuk pembibitan, biji durian ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan bioplastik atau plastik organik. Baru-baru ini sekelompok mahasiswa Jurusan Teknik Kimia dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil melakukan inovasi pemanfaatan biji durian sebagai bahan bioplastik.

    Menurut Annisa Fahria Rofi, salah satu anggota tim peneliti, mengatakan bahwa biji durian lebih efektif sebagai bahan plastik ketimbang bahan organik lainnya. Hal ini dikarenakan biji durian mengandung kadar tepung pati mencapai 50 persen dari berat total, sedangkan singkong hanya mengandung kadar pati 20 persen dari berat total. Semakin banyak kadar pati yang terkandung, maka semakin cepat pula plastik itu bisa terurai dalam tanah.

    Mengingat kadar pati selama ini dianggap sebagai salah satu bahan organik yang potensial sebagai bahan dasar pembuatan plastik. Kadar pati yang cukup tinggi pada biji durian menyebabkan bahan ini layak sebagai alternatif untuk memproduksi plastik organik. Annisa pun mengklaim, plastik buatannya dari biji durian jauh lebih kuat dan mampu bertahan hingga titik didih 100 °C.

    Annisa dan tim memang tidak membuat plastik dengan bahan murni dari pati biji durian saja. Mereka masih menambahkan zat kimia yang biasa digunakan dalam pembuatan plastik pada umumnya, yaitu low density polyethylene (LDPE). Kadar campuran maksimal yaitu 40 persen pati biji durian dan selebihnya bahan kimia.

    Meskipun begitu, mereka mampu membuktikan bahwa plastik berbahan biji durian tersebut bisa cepat terurai dalam tanah. Mereka menunjukkan sejumlah potongan plastik organik yang telah tertanam dan hancur di dalam tanah.

    Jika dipermukaan potongan plastik itu dipenuhi bintik-bintik putih, itu tandanya material plastik mulai terurai. Sayangnya, Annisa mengaku belum bisa memastikan waktu penguraian plastik tersebut. Hasil uji laboratorium membuktikan bahwa plastik dari biji durian ini mampu menyerap air lebih cepat dibanding plastik biasa, meski daya serapnya hanya 0,01 mililiter per hari.