Beberapa Jenis Bawang Merah Yang Sering Dibudidaya Di Indonesia

    Beberapa Jenis Bawang Merah Yang Sering Dibudidaya Di Indonesia

    0
    SHARE

    Kabartani.com-Beberapa Jenis Varietas Bawang Merah yang sering dibudidaya di Indonesia, dari sekian jenis varietas bawang merah, pasti memiliki perbedaan sendiri – sendiri.

    adapun perbedaan tersebut terletak pada ukuran, bentuk, warna, aroma umbi, kekenyalan,ketahadan terhadap hama dan penyakit, umur tanam, tahan terhadap air hujan, dan masih banyak yang lainya.

    beberapa jenis varietas bawang merah diantaranya :

    1. Bawang medan

    jenis varietas ini, banyak ditanam di daerah samosir, sumatera utara.usia panennya lebih lama, yaitu 70 hari dari masa tanam, dalam 1 ha memiliki jumlah produksi umbi rata – rata 7 ton, mengalami penyusutan umbi kering tergolong tinggi yaitu 25 % dari berat umbi basah.jenis varietas ini mudah berbunga, berwarna putih bunganya, berbentuk silindris daunnya dan pada
    bagian tengahnya berlubang dan berwarna hijau. sedangkan umbinya berbentuk bulat pada ujung meruncing berwarna merah.dalam satu rumpun terdapat 6 – 12 anakan,tempat tanamnya lebih fleksibel, bisa ditanam di dataran rendah atau tinggi. varietas ini cukup resisten dari penyakit umbi membusuk, dan peka terhadap serangan penyakit busuk pada ujung daun.

    2. Bawang merah Bima Brebes

    Jenis varietas ini berasal dari brebes, varietas ini memiliki masa panen selama 60 hari terhitung dari masa tanam. dalam 1 ha jumlah produksinya mencapai 10 ton, penyusutan umbi kering mencapai 22 % dari bobot umbi basah,varietas ini memiliki ciri – ciri daun berwarna hijau, bentuknya silindris,serta berlubang. pada umbinya berwarna merah muda, bercincin kecil pada
    leher cakramnya, dan berbentuk lonjong.varietas ini resisten dengan penyakit busuk pada umbi.peka terhadap serangan penyakit busuk daun, tempat tanamnya cocok di dataran rendah.

    3. Bawang merah Keling

    Jenis Varietas ini dari majalengka, untuk masa panenya selama 70 hari dari masa tanamnya. dalam 1 ha jumlah produksinya mencapai 8 ton, penyusutan yang terjadi pada umbi kering mencapai 15 % dari bobot umbi basahnya.varietas ini memiliki ciri – ciri daun berwarna hijau, berlubang, bentuknya silindris.untuk umbinya berwarna merah muda, keriput, bentuknya bulat gepeng, untuk satu rumpun terdapat 7 – 13 anakan.cocok ditanam pada dataran rendah.varietas jenis ini cukup resisten dengan penyakit umbi busuk, peka dengan penyakit busuk pada ujung daun.

    4. Bawang merah jenis Maja Cipanas

    Jenis varietas ini berasal dari cipanas, untuk masa panennya selama 60 hari, dalam 1 ha jumlah produksinya mencapai 11 ton, penyusutan pada umbi kering mencapai mencapai 25 % dari umbi basahnya.varietas ini memiliki ciri – ciri daun berwarna hijau tua, berlubang, dan bentuknya silindris. sedangkan umbinya berwarna
    merah tua, berkeriput, dan berbentuk bulat gepeng.pada satu rumpun terdapat 6 – 12 anakan. varietas ini resisten dengan penyakit busuk pada umbi, juga peka dengan penyakit busuk pada ujung daun. tempat tanam varietas ini di dataran rendah atau tinggi.

    5. Bawang merah Sumenep, varitas ini berasal dari Sumenep Madura, varietas ini memiliki ciri – ciri umbi berwarna kuning pucat, ada juga yang berwarna merah muda kekuningan pucat, dan memiliki garis lurus.pada saat masih dilahan berwarna keputihan pada umbinya.umbi berbentk bulat panjang.

    6. Bawang Merah Ampenan, varietas ini berasal dari Ampenan, Bali. untuk masa panennya selama 70 hari dari masa tanam. dalam 1 ha jumlah produksinya mencapai 9 – 12 ton, varitas ini memiliki ciri – ciri daun berwarna hijau, berlubang, dan berbentuk silindris sedangkan umbinya berwarna merah muda, bentuknya lonjong, dalam 1 rumpun terdapat 10 anakan. Varietas jenis ini resisten dengan penyakit umbi busuk juga peka dengan penyakit busuk pada ujung daun, juga peka terhadap hujan,cocok ditanam di musim kemarau.

    7. Bawang Merah Timor, varitas ini berasal dari Tinor Timur, memiliki ciri daun berwarna hijau tua, berlubang, dan berbentuk silindris, sedangkan umbinya berbentuk bulat memanjang berwarna merah tua. masa panennya antara 60 – 70 hari, dalam 1 ha jumlah produksinya mencapai 9 – 12 ton. dalam 1 rumpun
    terdapat 6 – 12 anakan, jenis ini resisten dengan penyakit umbi busuk, juga peka dengan penyakit busuk pada ujung daun.

    8. Bawang Merah Kuning, varietas ini memiliki masa panen selama 70 hari dari masa tanam, dalam 1 ha jumlah produksinya mencapai 7 ton dalam kondisi umbi kering, varietas ini memiliki ciri – ciri daun berwarna hijau tua, berlubang, bentuk silindris, sedangkan umbinya berbentuk bulat besar dan berwarna merah merona, jenis ini cocok ditanam di musim kemarau.

    9. Bawang merah Banteng, Varietas Jenis ini berasal dari tangerang. dan memiliki ciri – ciri umbi berbentuk bulat dan berwarna merah cemerlang, meliki susunan daging yang kompak, memiliki aroma yang harum, bila digoreng lebih renyah, untuk rasanya lebih manis.

    10. Bawang Merah Lampung, Varietas ini berasal dari lampung. untuk masa panenya selama 60 hari dalam 1 ha jumlah produksinya mencapai 8 – 10 ton, dalam 1 rumpun terdapat
    10 – 15 anakan, memiliki umbi berwarna merah tua dengan bentuk bulat.

    11. Bawang Merah Impor, varietas ini di impor dari luar negeri seperti dari Bangkok Filipina, juga Australia.untuk kualitasnya bawang merah impor memiliki kualitas yang lebih unggul dibanding bawang merah lokal. diantara keunggulan bawang merah impor adalah sebagai berikut :

    – dalam 1 rumpun anakanya lebih dari 10 anakan.
    – umbi berbentuk bulat ukuranya besar dan berwarna merah memikat
    – Meliki waktu penyimpanan relatif lebih lama
    – dalam 1 ha jumlah produksinya mencapai 15 ton dalam kondisi umbi kering
    – untuk penyusutan umbi keringnya hanya sekitar 10 %

    untuk masa panennya sama dengan bawang merah lokal selama 60 – 70 hari dari masa tanamnya, bila ingin menanam bawang merah impor ini harus ditangani dengan hati – hati karena varietas ini masih memerlukan penyesuaian dengan kondisi
    ekologis di lingkungan sekitar. Varietas jenis ini banyak ditemui didaerah Brebes dan Losari Cirebon.

    Baca Juga :

    12. Bawang Merah Lokal, beberapa varietas lokal diantaranya gurgur, bali ijo, sri sakate,ashali, jaksana, jawa maupun betawi.
    – Bawang merah gurgur mirip dengan bawang merah maja cipanas, untuk umbinya berwarna merah berbentuk bulat telur, jumlah hasil produksinya dalam jumlah sedang, untuk masa panenya selama 60 hari.

    – Bawang merah Sri sakate, masa panenya selama 60 hari dari masa tanam, untuk umbinya berwarna ungu dengan bentuk bulat.

    – Bawang Merah Bali ijo, jawa dan jaksana, mempunyai masa panen selama 80 hari

    – Bawang merah ashali memiliki masa panen yang lebih cepat yakni 50 hari dari masa tanamnya.

    Demikianlah beberapa jenis – jenis bawang merah yang sering dibudidaya petani bawang merah di indonesia semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan