Kenali Faktor Dan Penyebab Padi Gabug (Hampa) Berikut Ini

Kenali Faktor Dan Penyebab Padi Gabug (Hampa) Berikut Ini

0
SHARE
Gambar Padi Yang Terserang Walang Sangit

KABARTANI.COM-Padi sehat serta panen melimpah merupakan idaman bagi semua petani padi. Akan tetapi ada kalanya serangan penyakit dan hama tanaman menjadikan harapan para petani tidak tercapai. Salah satu yang dapat mengurangi hasil dan kualitas panen adalah padi hampa atau biasa disebut gabug. Penyebab padi gabug ada beberapa factor, berikut sedikit ulasan mengenai penyebab hal tersebut:

1.Serangan Hama Dan Penyakit

Hama dan penyakit tanaman padi sangat beragam, dan semuanya sangat beresiko untuk mengurangi produktivitas padi. Keadaan ini akan semakin parah dengan hal-hal berikut ini:

  • Ekositem yang kurang mendukung,
  • Pola tanam yang kurang tepat,
  • System tanam yang tidak serentak, sehingga membuat hama dan penyakit berpindah dari kawasan satu ke kawasan lain
  • Menanam bermacam-macam varietas padi dalam satu kawasan pertanian,
  • Pemupukan yang tidak berimbang,
  • Selalu ditanami padi sepanjang tahun tanpa adanya rotasi tanaman,
  • Selalu menanam varietas padi yang sama dan tidak dilakukan pergiliran varietas,
  • Pengolahan tanah kurang sempurna sehingga singgang padi yang terserang penyakit masih bisa tumbuh,
  • Penggunaaan pestisida yang kurang bijaksana,
  • Kebersihan lahan dan pembersihan Gulma yang kurang diperhatikan.

Berikut ini hama tanaman padi dan penyakit yang bisa mengakibatkan padi jadi gabug:

a. Hama Dan Penyakit yang menyerang batang leher.

  • Penggerek batang (beluk)
  • Wereng Cokelat (nilaparvata lugens)
  • Hama trips padi (rice trips)
  • Penyakit patah leher
  • Penyakit kerdil kuning

b. Hama Dan Penyakit yang menyerang Daun

  • Penyakit Tungro akibat wereng hijau
  • Penyakit Daun jingga
  • Penyakit busuk pelepah
  • Walang sangit

2. Tidak Terjadinya Pembuahan

Memasuki masa generative tanaman padi, bertemunya benang sari dan putik akan terjadi proses pembuahan dan akan terbentuk gabah.

Gabah akan masak sempurna dengan membutuhkan waktu antara 30-33hari dalam proses generative.

Akan tetapi proses pembuahan tersebut juga bisa tidak berjalan dengan baik sehingga akan menghasilkan padi gabug (hampa). Diantara factor penyebab tidak terjadinya pembuahan tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Factor Cuaca, seperti suhu rendah saat pembentukan malai yang mengakibatkan degenerasi tepungsari.
  • Suhu yg tinggi mengakibatkan Kepala putik kering sehingga tidak terjadi pembuahan
  • Suhu rendah dan kelembaban tinggi pada massa pembunggaan yang mengakibatkan bulir tidak membuka,
  • Tanaman padi rebah pada massa generative, sehingga proses pembuahan kurang sempurna.
  • Intensitas cahaya matahari kurang karena kondisi mendung atau temaung pohon-pohonan,
  • serta bunga tanaman padi sedang membuka terjadi hujan deras.

3. Kurang Tepat Teknik dan Aplikasi Sistem Tanam

Dalam hal tehnik kesalahan yang sering dilakukan petani yang dapat mengakibatkan padi gabug antara lain:

  • Penggunaan jarak tanam yang terlalu rapat,
  • Pemupukan yang tidak berimbang
  • Menanam varietas padi yang memiliki batang tinggi sehingga pada musim hujan akan mudah roboh
  • Kuranya ketersediaan air pada masa generatif sehingga terjadi pengeringan pada kepala putik,
  • Melakukan penyemprotan saat bunga membuka sehingga mengakibatkan benang sari dan kepala putik ikut mati.