Ketahui Faktor dan Penanganan Kanibalisme Pada Ayam

Ketahui Faktor dan Penanganan Kanibalisme Pada Ayam

0
SHARE

KABARTANI.COM – Sifat kanibal ternyata juga terjadi pada ayam yaitu dengan mematuk bahkan memakan ayam lain. Sifat kanibal pada ayam ini sering terjadi, terutama yang diternakkan secara intensif. Jika hal ini dibiarkan saja dapat mengancang kelangsungan hidup ayam lainnya, bahkan peternak ayam dapat mengalami kerugian.

Untuk mengatasinya, anda harus tahu faktor penyebabnya terlebih dahulu, sehingga anda bisa melalukan tahapan-tahapan pencegahan untuk mengatasi sifat kanibal tersebut.

Apa saja faktor yang mempengaruhi terjadinya sifat kanibalisme pada ayam? sebagai berikut:

1. Ayam Kekurangan Pakan dan Defisiensi Mineral.
Ayam yang kekurangan mineral (NaCI dan Kalsium), batu-batuan (grit), dan nutrisi lainnya dapat memicu munculnya sifat kanibalisme. Sebagai contoh sifat kanibalisme pada ayam petelur, ayam akan mematuk telurnya sendiri. sedangkan pada ayam broiler, ayam akan mematuk bulu, kepala, pial, jari-jari kaki ayam lainnya, jika hal ini dibiarkan dapat mengakibatkan kematian.

2. Suhu / Temperatur Ruang Dalam Kandang Yang Tinggi
Kondisi suhu kandang yang terlalu dan lembab akan mengakibatkan unggas menjadi stress. Hal ini dapat memicu timbulnya kanibalisme karena ternak berusaha melepaskan panas tubuh dengan mencari tempat yang nyaman.

3. Kapasitas Kandang
Kapasitas ayam yang berlebihan dalam suatu kandang, dapat mengakibatkan terperatur kandang naik, sehingga ayam akan saling berebut untuk mendapatkan tempat yang nyaman. Dalam mencari tempat yang nyaman, ayam biasanya akan melakukan kanibalisme (bertarung) untuk mendapatkan tempat nyaman tersebut.

4. Keseragaman Umur
Dalam satu kandang, sangat penting untuk dilakukan keseragaman umur ayam, karena ayam yang sudah dewasa cenderung menyerang ayamk yang lebih muda, hal ini bisa berakibat fatal jika saat pematukan mengenai mata atau organ lainnya yang menyebabkan cacat.

5. Kurang Tempat Makan dan Minum Baik dari Segi Jumlah Maupun Luasnya
Kekurangan atau semputnya ruang untuk tempat pakan dan dapat memicunya kanibalisme, hal ini bisa terjadi karena ayam akan berebut untuk makan ataupun minum. Sifat alamiah ayam akan saling memperebutkan makanan. Mereka akan saling mematuk jika tempat pakannya sempit.

6. Parasit
Parasit juga dapat memicu terjadinya kanibalisme, parasit tersebut dapat menyebabkan beberapa penyakit diantaranya: kutu, caplak, tungau, dan pinjal. Ketika ada parasit ditubuhnya, ayam akan mematuk-matuk tubuhnya yang terasa gatal, bahkan bisa sampai berdarah.

7. Warna Merah (Jengger)
Ayam cenderung menyerang warna merah (jengger), hal ini sering terjadi pada ayam kampung dan ayam petelur. Ayam akan mematuk jengger unggas lainnya, ini adalah sifat alamiah ayam.

Lalu, bagaimana cara mengatasi atau mencegah terjadinya kanibalisme pada ayam?

1. Perbaiki Nutrisi Pakan
Dengan memberikan pakan yang mengandung nutrisi seperti mineral (NaCI dan Kalsium), batu-batuan (grit) atau tepung kapur, dan nutrisi lainnya, serta rutin mengganti air minum dengan air yang bersih, kalau perlu air minum dicampur sedikit garam dapur, dengan takaran 5g/liter air selama dua hari berturut-turut.

2. Atur Suhu atau Temperatur Kandang
Keadaan Geografis suatu daerah tentunya mempengaruhi suhu yang digunakan untuk kandang, tapi suhu ideal untuk unggas sekitar 33° C, usahakan kandang memiliki fentilasi kandang yang baik dan membuka ventilasi kandang selebar-lebarnya, atau anda bisa menjaga sirkulasi udara dengan bantuan kipas angin/blower

3. Atur Kepadatan Kandang dan Buatkan Tempat Bertengger
Atur jumlah ayam dalam setiap kandang, usahakan menyisakan banyak ruang agar ayam leluasa dalam bergerak sehingga tidak stres. Kepadatan kandang sebaiknya 11-12 per meter persegi, hal ini untuk daerah pegunungan. Untuk mengatasi kepadatan kandang anda bisa mengakalinya dengan membuat tempat bertengger di dalam kandang.

4. Pisahkan Ayam Berdasarkan Umur dan Bobot
Untuk memelihara dalam bentuk koloni, sebaiknya umur ternak harus seragam, karena ayam yang lebih muda akan menjadi sasaran kanibalisme ayam dewasa.

5. Perluaslah Tempat Untuk Wadah Makan dan Minum Ayam
Untuk tempat pakan dapat disesuaikan dengan umur ternak dan jumlah populasi ternak. Sedangkan dosis pakan per hari diberikan sedikit lebih banyak dan diberikan secara merata agar semuanya mempunyai akses terhadap pakan.

6. Melakukan Sanitasi Kandang
Bersihkan kandang dengan dicuci dan disemprot dengan Antisep Formades atau Sporades, mencegah hewan liar dan hewan peliharaan masuk ke lingkungan kandang. Untuk membunuh kutu, caplak, pinjal dan tungau bisa dengan obat anti kutu (Kututox atau Kututox-S). Untuk mengatasi lalat didalam kandang dengan penyemprotan obat anti lalat.

7. Debeaking (Potong Paruh)

Debeaking (Potong Paruh Ayam)
Debeaking (Potong Paruh Ayam)

Cara terakhir yaitu dengan memotong sedikit paruh ayam agar tidak digunakan untuk mematuk ayam lainnya. Pemotongan paruh yang dilakukan pada ayam yang masih muda atau berumur dibawah 1 minggu, hal ini memudahkan untuk penanganan selanjutnya dan paruhnya juga masih lunak, disamping itu apabila ayam mengalami stress akibat pemotongan paruh, maka masih tersedia waktu yang cukup panjang untuk ayam dapat menyesuaikan kondisinya dengan sendirinya.

Debeaking pada ayam umur muda biasanya dilakukan pada tipe petelur, yaitu umur 10 – 14 minggu dan 3 – 4 minggu sebelum periode produksi yaitu umur 18 – 20 minggu.

Itulah informasi tentang Faktor dan Penanganan Kanibalisme Pada Ayam, semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani semuanya. Terima Kasih.