Keunggulan Dan Cara Menanam Tomat Dengan Metode Terbalik

Keunggulan Dan Cara Menanam Tomat Dengan Metode Terbalik

2
SHARE

KABARTANI.com-Mungkin selama ini kita belum banyak tahu tentang menanam dengan metode terbalik, tentu jarang terpikir oleh kita untuk menanam tanaman dimana akarnya justru ditaruh diatas dan tanamanya di bawah. Di luar negeri metode ini di sebut dengan istilah Upside Down Methods” dan sudah banyak dikembangkan terutama untuk menanam sayuran salah satunya adalah tanaman tomat.

Selain unik metode menanam terbalik ini juga bisa digunakan sebagai penghias rumah tidak hanya itu, metode ini juga mempunyai banyak keunggulan, untuk itu simak cara menanam tomat dengan metode terbalik berikut ini:

Kabartani-Tomat

  • Yang perlu kita lakukan pertama kali hanyalah menyiapkan tempat menanam, bisa berasal dari ember bekas ataupun pot.
  • Setelah tanaman tomat tumbuh dan kuat, selanjutnya kita gantung pot dengan posisi tanaman dibawah.
  • Setelah pot dibalik, lubangi sisi bawah pot yang kini berubah menjadi sisi atas pot, lubang dibuat untuk menanam bibit tomat.
  • Selanjutnya kita isi pot dengan media tanam, yang membedakan sitem ini adalah pot kemudian dibalik
  • Selanjutnya tanam bibit tomat, tunggu hingga tanaman tomat tumbuh,
  • Perawatan yang kita lakukan sama seperti menanam dengan metode biasa,

Keuntungan ketika menanam tomat dengan metode terbalik

  • Hemat tempat :karena system ini harus digantung sehingga bisa menghemat tempat.
  • Tidak Perlu Penyangga :Tidak perlu lagi membuat penyangga (ajir), dan sudah tidak perlu lagi sering sering melihat tanaman tomat (karena kita tidak ingin dahan bahkan buah sampai menjuntai ke tanah).
  • Mengurangi kemungkinan terserang hama :Kebanyakan hama perusak bahkan penyakit menular melalui tanah. Dengan metode ini, tanaman tomat tidak langsung bersentuhan dengan tanah, maka ancaman penyakit akan lebih kecil.
  • Lebih mudah dalam perawatan :Ketika tanaman tomat tumbuh terbalik, kita akan lebih mudah untuk merawatnya. Melihat daun, buah, memangkas dan lain sebagainya akan jauh lebih mudah.
  • Sirkulasi udara lebih baik :Dengan metode terbalik ini, udara akan lebih mudah bersirkulasi. Udara akan lebih mudah mengalir melalui dahan dahan tomat, sehingga bisa mencegah pertumbuhan jamur (karena tidak lembab lagi), dan juga bisa membantu proses penyerbukan.
  • Mudah dipindah :Kita akan lebih mudah menggeser dan memindah tanaman tomat. Misal kita ingin memindah tanaman ke tempat yang mempunyai sinar matahari lebih banyak.
  • Lebih sehat bagi kita :Bagi kita yang menanam, dengan menggunakan metode ini, sudah tidak ada lagi kegiatan “jongkok” ketika merawat tanaman kita. Bertanam sudah tidak kotor lagi.

Kelemahan Sistem Menanam Terbalik ini antara lain:

  • Air :Dengan metode ini, air akan lebih cepat menguap. Media tanam akan lebih cepat kering jika dibandingkan dengan metode konvensional. Sehingga kita perlu sering-sering menyiramnya.
  • Penyakit :Karena (mungkin) kita terlalu sering menyiram (tidak ingin kekeringan), air sering mengalir dan menetes mengenai daun dan buah tomat. Hal ini juga bisa menyebabkan tanaman tomato tidak sehat dan terserang penyakit.
  • Becek :Karena air menetes ketika proses penyiraman, seringkali meninggalkan genangan air (becek) di bawah tanaman tomat yang kita gantung.
  • Terbatas :Satu pot hanya bisa digunakan satu tanaman saja.
  • Repot :Ketika proses seting di awal, cukup merepotkan. Karena perlu menyiapkan gantungan, dan juga repot ketika memasukkan tanaman di pot yang akan digantung.
  • Kurang indah :Tanaman tomat ini tetap akan berusaha untuk berdiri tegak melawan gravitasi. Sehingga akan terlihat beberapa cabang yang melengkung ke atas. Ini akan mengurangi keindahan (bagi sebagian orang).

  • thx fyi

  • ada yang seperti ini ternyata. bisa dikembangkan di pekarangan. mantep