Keunggulan Dan Kelemahan Sistem Tanam Padi Tehnik Hazton

Keunggulan Dan Kelemahan Sistem Tanam Padi Tehnik Hazton

0
SHARE

KABARTANI.COM-Mungkin belum banyak yang mengetahui tehnik menanam padi dengan menggunakan Tehnik Hazton. Hal ini terlihat dari masih banyaknya petani di Indonesia yang masih menanam dengan metode konvensional.

Walaupun sekarang sudah bermunculan sisten-sistem tanam padi yang lebih efektif seperti Jajar Legowo, SRI, dan juga Hazton. Tapi Untuk Hazton ini tidak seterkenal jajar legowo atau SRI.

Apa Itu Tehnik Hazton?

Tehnik Hazton pertama kali ditemukan oleh Ir. H. Hazairin dan Anton Kamarudin Sp. M.Si. awalnya diterapkan dan digalakan di Kalimantan Barat.

Tehnik Hazton Ialah Suatu system tanam padi yang menggunakan benih berusia tua yaitu sekitar umur 25-35 hari, dan penanamanya dilakukan setiap lubang tanam 20-30 batang tanaman padi.  Tujuan dari tehnik ini adalah untuk menjadikan tanaman lebih produktif dengan cara mengurangi anakan padi.

Pada tehnik ini penanaman dalam satu lubang menggunakan 20-30 batang dengan tujuan agar tanaman yang berada ditengah terjepit dan tidak beranak sehingga tanaman akan menjadi tanaman induk yang produktif.

Keunggulan Tehnik Hazton:

  • Hasi produksi meningkat
  • Penanaman mudah
  • Tanaman tidak mudah stress dan cepat beradaptasi
  • Tahan terhadap hama seperti keong karena menggunakan bibit berusia tua
  • Gulma akan sulit tumbuh karena jarak tanaman sangat rapat
  • Mempercepat masa panan hingga 15 hari
  • Gabah yang dihasilkan bernas

Kelemahan Tehnik Hazton:

  • Memerlukan banyak benih, yaitu 100-125 kg/ ha.
  • Karena tanaman rimbun, maka perlu dikawal dengan agencia hayati (imunisasi padi, penggunaan decomposer/sterilisasi lahan, dan bio fungisida).
  • Perlu pupuk (organik/ anorganik) tambahan dari dosis normal.
  • Perlu keahlian khusus dalam pemeliharaan.

Pola Tanam:

Pola tanam sama seperti pada tehnik-tehnik lainya hanya saja pada tehnik hazton ini menggunakan 20-30 batang bibit perlubang dan bibit yang ditanam berusia 25-35 hari.