Keunggulan Sistem Tanam Jajar Legowo 2:1

Keunggulan Sistem Tanam Jajar Legowo 2:1

1
SHARE

KabarTani.com-Sistem tanam padi jajar legowo memiliki beberapa variasi antara lain: Legowo 2:1, 3:1, 4:1, dan 5:1. Tetapi berdasarkan penelitian system jajar legowo yang paling sesuai dengan kondisi tanah secara umum di Indonesia adalah Jajar Legowo 2:1. Pengaplikasian system ini dilakukan dengan cara berikut pada lahan yang sangat subur memakai jarak tanam antarbarisan 25 cm, dalam barisan 12,5 cm, dan antarlegowo 50 cm. Pada lahan yang kuran subur jarak tanam lebih lebar, yaitu antarbarisan 30 cm, dalam barisan 15 cm, dan antarlegowo 40 cm, atau bisa juga dengan antar barisan 20 cm dalam barisan 20 cm dan antar legowo 40 cm.

Berikut ini adalah beberapa keunggulan system tanam jajar legowo 2:1

  1. Jumlah anakan/rumpun tanaman akan bertambah banyak sekitar 30%.
  2. Seluruh barisan padi berada di pinggir, maka penyinaran matahari optimal
  3. Sirkulasi udara akan lebih lancar dan optimal, sehingga mengrangi resiko penyakit akibat jamur dan bakteri yang menghedaki kelembaban tinggi seperti kresek.
  4. Mudah dalam pemeliharaan khususnya pemupukan, penyiangan, dan perawatan
  5. Megendalikan hama tikus
  6. Meningkatkan produktivitas hasil panen hingga 7 – 15%.

Syarat Agar Lahan Bisa Ditanami dengan system jajar legowo 2:1

  1. Lahan tidak terasering, jika terpaksa bertera kemiringan lahan kurang dari 25 % dengan petakan minimal 3 meter
  2. Dosis pemupukan sebaiknya ditambah 10 – 20 % dari tanam padi system konvensional
  3. Usahakan barisan searah sinar matahari agar sinar matahari dapat lebih mudah sampai kepermukaan tanah
  4. Gunakan bibit yang varietasnya mudah untuk memperbanyak anakan.

Masalah umum sulitnya jajar legowo dikembangkan hingga saat ini disebabkan pola pikir petani yang sebagai berikut:

  1. Dengan tanam padi sistem jajar legowo 2 : 1 akan mengurangi jumlah rumpun, padahal sebaliknya rumpun justru makin banyak.
  2. Jarak terlalu rapat antar tanaman dapat menurunkan anakan, padahal jarak legowo cukup luas untuk anakan berkembang.
  3. Tenaga tanam yang belum bepengalaman, hal ini terjadi karena belum terbiasanya para tenaga tanam. Solusinya dapat dilakukan dengan cara menggunakan caplak khusus legowo, sehingga mempermudah tenaga tanam.