Kiat-Kiat Pengendalian Penyakit Blas Pada Tanaman Padi

Kiat-Kiat Pengendalian Penyakit Blas Pada Tanaman Padi

0
SHARE

KABARTANI.COM – Penyakit Blas yang awalnya hanya berkembang pada tanaman padi gogo, saat ini sudah menyebar ke lahan sawah irigasi dan bisa ditemukan di tanaman padi sawah. Penyakit Blas ini sudah menyebar ke beberapa daerah di pulau Jawa.

Penyakit blas ini disebabkan oleh jamur Pyricularia Grisea, jenis jamur ini dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari persemaian hingga menjelang panen.

Jamur ini cenderung menginfeksi bagian daun tanaman padi yang masih dalam fase pertumbuhan dengan menimbulkan bercak coklat berbentuk belah ketupat yang disebut blas daun.

Tak hanya menginfeksi daun padi saja, penyakit blas ini juga menyerang tangkai/leher padi sehingga disebut blas leher. Lebih parahnya lagi, blas leher ini bisa menginfeksi bagian gabah dan patogennya dapat terbawa gabah sebagai patogen tular benih (seed borne). Bahkan penyakit ini bisa meyerang tanaman lain seperti gandum, sorgum dan spesies rumput-rumputan yang dapat menyebabkan kematian pada tanaman yang diinfeksinya.

Di Jawa Tengah, penyakit blas leher juga sering disebut “patah leher”, “busuk leher” atau “tekek”, sedangkan di Jawa Barat disebut “kecekik”.

Akibat yang ditimbulkan jika tanaman padi sudah terinfeksi penyakit ini yaitu penurunan hasil secara nyata, karena menyebabkan leher malai menjadi busuk atau patah, hal ini akan menghambat proses pengisian malai, sehingga menyebabkan bulir padi gabug (hampa/kosong).

Selain kelembaban yang tinggi dan temperatur malam hari sekitar 22–25 OC, faktor lain yang mendukung perkembangan penyakit blas adalah pemakaian pupuk nitrogen yang berlebihan, tanah dalam kondisi aerobik dan stres kekeringan.

Kiat-Kiat Pengendalian Penyakit Blas Pada Tanaman Padi

  • Gunakan benih sehat, bebas dari penyakit
  • Gunakan varietas tahan sesuai dengan sebaran ras yang ada di daerah anda
  • Hindari jarak tanam rapat (sebar langsung)
  • Hidari penggunaan pupuk nitrogen diatas dosis anjuran
  • Gunakan kompos sebagai sumber bahan organik
  • Jangan tanam padi dengan varietas yang sama terus menerus sepanjang tahun
  • Sanitasi lingkungan harus intensif karena inang alternatif patogen dapat berupa rerumputan
  • Hindari tanam padi terlambat dari tanaman petani di sekitarnya
  • Pengendalian secara dini dengan perlakuan benih sangat dianjurkan untuk menyelamatkan persemaian sampai umur 30 hari setelah sebar
  • Penyemprotan fungisida sistemik sebaiknya 2 kali pada saat stadia tanaman anakan maksimum dan awal berbunga untuk mencegah penyakit blas daun dan blas leher terutama di daerah endemik

Itulah informasi mengenai Kiat-Kiat Pengendalian Penyakit Blas Pada Tanaman Padi, semoga bermanfaat bagi sobat tani semuanya. Terima kasih.