SHARE

KABARTANI.com, Komando Distrik Militer (Kodim) Balikpapan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-119 Balikpapan. Sabtu (20/2), bersama dengan Dinas Pertanian (Distan), Sekolah Harapan Bangsa dan Alumni IPB, Kodim Balikpapan menggelar panen padi perkotaan di area lapangan Tenis, Jalan MT Haryono Dalam, Kecamatan Balikpapan Selatan.

Acara dibuka Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Wali Kota Balikpapan, HM Rizal Effendi, Dandim Balikpapan, Kolonel Inf Heri Setya Kusdiantana.

Yang mana sebanyak 1.200 padi Sertani yang ditanam dalam pot dari ember cat plastik bekas siap untuk dipanen.

Keberhasilan Kodim Balikpapan dalam budidaya padi sertani diperkotaan tak lepas dari peran dari Kurnia Sutanto yang merupakan tenaga ahli di bidang pertanian alumni Institut Pertanian Bogor (IPB). Kurnia Susanto mengatakan bahwa pengembangan penanaman padi di dalam potisasi merupakan inovasi satu satunya di dunia pertanian. Hasil pemanenan padi sertani yang ditanam menggunakan pot ternyata mampu menghasilkan 200 sampai dengan 300 gram padi.

kurnia-sutanto
Kurnia Sutanto saat berbagi ilmu bagaimana budidaya padi sertani dalam pot.

Selain itu Kurnia juga turut menularkan ilmunya kepada Babinsa Teritip Serma Alekson Pakpahan, ia mengatakan terobosan inovatif yang dikembangkan tersebut sangat membantu para petani.

“Dengan menggunakan ember cat atau wadah serupa kemudian masukan tanah subur, pupuk kandang, dan air, lalu aduk sampai tercampur dengan rata selanjutnya tinggal persiapan proses penyemaian,” ujar Alekson.

budidaya-padi-sertani-dalam-pot-kabartani-com
Padi Sertani 13 yang ditanam menggunakan pot

Terobosan buddaya padi perkotaan mendapatkan dukungan dan respon positif dari Pemerintah Kota Balikpapan terutama pada sektor peningkatan produksi padi di Kota Minyak tersebut.

Bahkan M Yusmianto selaku kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan, mengatakan inovasi sederhana dan mudah dalam menanam padi dalam pot, ternyata memberikan gambaran juga pembelajaran kepada semua pihak terutama petani, masyarakat umum maupun kalangan pelajar untuk menanam padi dengan mudah dapat dilakukan siapa saja tanpa harus di lahan persawahan.

Menanggapi keberhasilan pembudidayaan hasil padi perkotaan di dalam potisasi juga mendapatkan perhatian dan dukungan yang mendalam dari Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang mana menurutnya berdasarkan skala nasional produksi padi dalam negeri belum mencukupi. “Yang mana kebutuhan padi (beras) dalam hal ini masih didatangkan dari luar seperti Vietnam dan Myanmar,” tuturnya.

Simak juga “Surono Danu” Peneliti dan Penemu Padi Unggul SERTANI

Wali Kota mengatakan sejauh ini upaya pemkot dalam mendukung ketahanan pangan sudah sangat cukup peduli dengan adanya Program Balikpapan berkebun, turut menyukseskan program TP PKK baik tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga RT dalam pemanfataan perkarangan rumah untuk dapat ditanami beberapa jenis sayur mayur, buah-buahan dengan menmanfaatkan lahan yang ada baik lahan tidur, terbuka diperkarangan rumah.

“Dengan adanya masa panen padi perkotaan hasilnya dapat juga dirasakan khalayak secara umum dan dapat menghemat pengeluaran para ibu rumah tangga dengan adanya inovasi produksi padi buatan sendiri dalam hal ini saya mendukung saja berbagai program pertanian dalam meningkatkan ketahanan pangan,” tutup Rizal.