Langkah Mencangkok Pohon Kelengkeng Dengan Baik Dan Benar Beserta Videonya

Langkah Mencangkok Pohon Kelengkeng Dengan Baik Dan Benar Beserta Videonya

0
SHARE

Kabartani.com – Langkah Mencangkok Kelengkeng Dengan Baik Dan Benar, Karena rasanya yang manis dan menyegarkan membuat buah kelengkeng menjadi buah yang sangat favorit dan banyak digemari oleh banyak orang,  sebelumnya kelengkeng adalah tanaman yang memiliki nama latin Dimocarpus Longan, dulunya kelengkeng Berasal dari wilayah pegunungan di Myanmar hingga ke Tiongkok selatan.

Tanaman Kelengkeng dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 12 m, memiliki umur yang panjang, dan dapat berbuah secara produktif sampai berumur 50 tahun. Kayunya keras bercabang, memiliki akar yang kuat dan berdaun rimbun, memiliki cabang yang banyak, kuat dan kokoh.

Tempat tumbuh tanaman kelengkeng dapat tumbuh pada dataran rendah maupun dataran tinggi. Tetapi jika kita menginginkan buah kelengkeng yang bermutu baik alangkah baiknya kelengkeng ditanam pada ketinggian 400-600 meter dpl. Dan ditanam pada tanah yang subur dengan banyak mengandung humus, gembur dan dengan drainase yang baik.

Ciri – ciri kelengkeng yang baik adalah memiliki daging buah tebal, agak kering, bening, manis dan memiliki aroma khas serta berbiji kecil.

Tanaman kelengkeng dapat diperkembangbiakan secara generatif maupun vegetatif. Tetapi pada perbangbiakan secara generatif membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa dipetik buahnya sekitar 8-15 tahun, perkembangbiakan generativ tidak menjamin hasil buahnya sama dengan induknya bahkan dapat mandul karena tanaman lengkeng ada yang berumah satu dan berumah dua.

Perkembangbiakan berikutnya adalah dengan cara perkembangbiakan vegetatif khususnya melalui pencangkokan, karena perkembangbiakan dengan cara ini akan menghasilkan buah yang sama dengan induknya dan relatif lebih cepat untuk berbuah. Berikut cara perkembangbiakan vegetatif kelengkeng dengan cara mencangkok

langkah-langkah mencangkok kelengkeng

Langkah Pertama, Pilihlah tanaman kelengkeng yang umurnya belum terlalu tua dan tidak terlalu muda, pilihlah cabang atau ranting kelengkeng yang memiliki besar yang sedang, pilih tanaman kelengkeng yang memiliki produksi buah yang baik dan sehat.

Langkah Kedua, Kupas kulit cabang atau ranting kelengkeng yang telah dipilih dengan menggunakan pisau yang  tajam kupas kulitnya sepanjang 10 cm, selanjutnya dikerok sampai hilang lendirnya. Biarkan cabang atau ranting yang terkupas terbuka selama 2 hari.

Langkah Ketiga, gunakan tanah, pupuk kompos atau pupuk kandang untuk menutup bagian cabang atau ranting yang telah dikupas kulitnya tersebut. Tempelkan tanah dan pupuk kompos secara melingkar pada bagian yang telah dikupas kulitnya tadi, kemudian media tanam tadi dibungkus dengan menggunakan sabut kelapa atau dapat juga menggunakan plastik dan ikat pakai tali rapia, Dengan ini proses pencangkokan pun selesai.

Jika Proses pencangkokan itu berhasil, Biasanya sesudah 4-6 bulan akan mengeluarkan akar.

Baca Juga :

Apabila akar sudah menyembul dari bungkusnya, bagian cabang di bagian akar tersebut kita potong memakai gergaji dan turunkan calon bibit secara hati-hati agar tidak merusak tanah cangkokan dan juga akar-akarnya.

Untuk mencegah banyaknya penguapan pada bibit tanaman. Pangkaslah bagian ranting dan daun, Dengan demikian bibit kelengkeng sudah siap untuk langsung ditanam. Alangkah baiknya hasil dari cangkokan tersebut disemai terlebih dahulu dalam keranjang untuk penyesuaian, kemudian simpanlah pada tempat yang teduh selama 1-2 bulan, berikan perawatan yang khusus seperti penyiraman dan berikan pupuk daun setiap 10 hari sekali.

Jika bibit tanaman sudah nampak segar, barulah bibit cangkokan tanaman kelengkeng tersebut di pindahkan ke lahan untuk penanaman, gunakan jarak tanam 10 x 10 meter. Untuk lubang tanamnya 1 x 1 x 1 meter dan beri pupuk kompos atau pupuk kandang secukupnya. Lakukan pemantauan dan perawatan sebagaimana mestinya agar pertumbuhannya lebih optimal.