Perikanan Budidaya Air Tawar Langkah Perawatan Larva Ikan Lele dari Penetasan

Langkah Perawatan Larva Ikan Lele dari Penetasan

1
Bagikan

Kabartani.com – Perawatan larva ikan lele dari penetasan, setelah indukan lele dipijahkan biasanya akan menghasilkan telur. Telur hasil pemijahan menempel pada serabut kakaban. Kakaban diletakkan dengan posisi rata dan semua permukaan kakaban harus terendam di dalam air. Hal ini dimaksudkan agar seluruh telur juga ikut terendam.

Jika ada telur yang tidak terendam air, dapat dipastikan telur tersebut tidak akan menetas. Telur yang terbuahi berwarna hijau bening dengan inti berwarna merah pada bagian tepi, sedangkan telur yang tidak terbuahi berwarna putih susu. Telur yang terbuahi akan menetas menjadi larva setelah 24 – 48 jam. Telur yang baik akan menetas menjadi larva sedangkan telur yang jelek akan membusuk.

Apabila larva-larva ikan lele sudah bermunculan maka langkah selanjutnya adalah perawatan larva-larva tersebut, sebaiknya segera kita ambil larva tersebut dari kolam penetasan. Kemudian larva tersebut dipindahkan ke kolam aquarium, kenapa kita pilih aquarium karena aquarium memudahkan kita dalam pemantauan.

Larva yang telah menetas biasanya berwarna hijau dan berkumpul pada dasar kolam penetasan. Kondisi air pun juga harus diperhatikan, sebaiknya lakukan pergantian air kolam pemeliharaan larva setiap 2 hari sekali. Ini bertujuan untuk membuang kotoran, serta cangkang telur dari penetasan begitu juga telur-telur yang tidak menetas.

Gambar 1. Telur-telur ikan lele

Karena kondisi larva yang masih kecil dan lembut, maka pada saat pergantian air harus dilakukan dengan ekstra hati-hati agar larva tidak ikut terbuang. Kita juga harus rutin membuang kotoran yang bercampur dengan air di kolam.

Apabila kotoran tersebut dibiarkan, maka akan mengendap didasar kolam dan akan menimbulkan pembusukan. Hal ini yang dikhawatirkan karena endapat kotoran tersebut akan menyebabkan timbulnya penyakit yang dapat membahayakan kelangsungan hidup larva.

Pemberian Pakan pada Larva Ikan Lele

Gambar 2. Pemeliharaan larva lele di aquarium

Larva ikan lele yang sudah menetas jangan langsung diberi pakan, karena larva ikan lele tersebut masih memiliki cadangan makanan. Cadangan makanan tersebut bisa bertahan selama 4 hari.

Setelah larva berumur 5 hari maka pakan yang kita berikan harus bernutrisi tinggi dan harus sesuai dengan ukuran mulut larva. Pakan yang dapat diberikan berupa emulsi kuning telur, Daphnia sp (kutu air), Tubifex sp (cacing sutra) atau Artemia sp.

Simak juga: Cara Budidaya Artemia Menggunakan Media Botol Plastik

Pemberian pakan jangan terlalu banyak, yang penting sesuai kebutuhan larva saja. Apabila pakan terlalu banyak biasanya pakan yang tidak dimakan akan mengendap kedasar kolam, dan akan membusuk menyebabkan kolam menjadi kotor. Berikan pakan secara berkala 5 kali dalam sehari sesuai dosis.

Mengenai jatah pakan, ketika larva berumur 4-5 hari kita berikan emulsi kuning telur, selanjutnya untuk hari ke-6 sampai hari ke-13 kita berikan Artemia SP, selanjutnya pada hari ke-12 sampai hari ke-17 kita berikan Daphnia, dan untuk hari ke-17 sampai hari ke-21 kita berikan Tubifex. Jadwal pemberian pakan selanjutnya kita sesuaikan pada ukuran bibit lele tersebut.

Demikian informasi mengenai “Langkah Perawatan Larva Ikan Lele dari Penetasan“. Semoga sedikit informasi ini bermanfaat bagi sobatani sekalian. Jangan lupa share artikel ini pada sobatani lainnya ya.

Simak juga:

Loading...

1 KOMENTAR

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here