Bagikan
Gerakan percepatan luas tambah tanam (LTT) padi di Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kab. Grobogan, Sabtu (28/4/2018), sumber gambar: https://grobogan.go.id

Kabartani.com – Wilayah Kabupaten Grobogan merupakan wilayah terbesar kedua di Provinsi Jawa Tengah setelah Kab. Cilacap. Hamparan sawah dan hutan menjadi gambaran dalam topografi tersebut. Luas wilayah hampir sekitar 1.976 km². Seperti dilansir dalam BPS 2017, jumlah penduduk berada pada kisaran 1,325 juta jiwa. Mayoritas penduduk mengandalkan pertanian sebagai penyambung kehidupan. Lebih dalam, dikenal penduduk disini berprofesi sebagai petani.

Penduduk disini sudah biasa meluangkan waktunya selama 9 jam untuk berada di sawah maupun di ladang. Biasanya di pagi hingga siang mereka sudah beraktifitas, ditambah lagi pada sore harinya. Selain sawah, para penduduk juga memanfaatkan hutan dari Perhutani untuk di tanami aneka jenis pertanian. Penduduk yang tidak mempunyai sawah, diberi kesempatan oleh Perhutani untuk menggarap lahan sebagai hubungan timbal balik untuk menjaga pohon-pohon yang sudah ditanam di lahan tersebut.

Jenis tanaman yang ada di lahan Perhutani berupa padi gogo, jagung, kedelai, kacang hijau, dll. Tanaman tersebut ditanam sesuai musim yang berlaku. Apabila musim penghujan, tanaman yang cocok biasanya seperti padi gogo, singkong, kedelai dan kacang tanah. Namun sebaliknya, jika musim kemarau petani menaminya dengan tanaman jagung maupun kacang hijau. Selain tanaman pokok, para petani masih menyisipkan tanaman lain disekeliling lahan seperti pohon pisang, cabai, kacang panjang dan terong.

Hamparan sawah juga tidak kalah menarik untuk jenis tanamannya. Saat musim penghujan tiba, petani menanaminya dengan tanaman padi maupun bawang merah. Dalam hal ini, para petani belum sepenuhnya menanami bawang merah sebagai komoditi utama walaupun harga bawang merah selalu tinggi di pasaran, karena memang disini merupakan wilayah lumbung padi.

Padi dalam satu tahun dapat ditanam dua kali yaitu pada musim penghujan dan menuju musim kemarau. Ketika musim kemarau tiba, petani mengganti tanamannya berupa kacang hijau, semangka, melon, blewah dll.

Tidak heran, jika selama satu tahun berjalan petani disini selalu mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan. Selain ketahanan pangan yang kuat, masyarakat juga sangat mandiri dalam pangan. Aneka olahan seperti nasi jagung, nasi tiwul juga masih terdapat disini. Hal ini bertujuan sebagai pengganti nasi, jika musim panen padi belum tiba waktunya.

Industri Pascapanen

Wilayah yang gemah ripah akan pangan dan masih kosong dengan bangunan bertingkat, membuat para investor tertarik untuk berdomisili disini. Terdapat tiga pabrikan ternama dalam sektor comfeed seperti Cargil, Malindo, dan Japfa.

Ketiga pabrikan tersebut merupakan industri di bagian pakan ternak yang memanfaatkan jagung sebagai bahan utama. Selain jagung dan minyak ikan, limbah dari hasil penggilingan padi atau yang dikenal bekatul (dedak), juga menjadi material pendukung dalam pembuatan comfeed tersebut.

Momentum pertemuan ekonomi terbesar di dunia yang akan dilaksanakan di Bali pada Oktober mendatang harus dimanfaatkan sebaik mungkin khususnya bagi tuan rumah untuk mendorong investor mempercayakan investasinya di bidang masing-masing khusunya dalam industri pascapanen di wilayah Grobogan.

Tidak hanya menghasilkan comfeed, namun diperlukan ekspansi industri seperti aneka olahan hasil pangan lainnya. Kendati demikian, akan mampu meningkatkan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan.

Seiring berjalannya waktu dari momentum pertemuan ekonomi dunia nantinya, kebijakan ekonomi tidak terpolarisasi dengan pengaruh politik global yang dapat menghambat lajunya perekonomian.

Tentu masih terekam di benak ini, ketika industri kedirgantaraan yang merupakan Kebangkitan Teknologi Nasional yang di klaim mampu memberikan sedikit cahaya terang untuk perekonomian bangsa ini, harus terhenti oleh Kebijakan Politik Global.

Simak juga :

Ditulis oleh: Najmie Zulfikar (Petani Muda dari Kelompok Tani Puspitosari)

Loading...

BERI BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here