Macam-Macam Media Tanam Hidroponik

Macam-Macam Media Tanam Hidroponik

0
SHARE

KabarTani.com – Hidroponik merupakan suatu metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Sesuai dengan namanya, “Hydro” yang artinya air dan “Ponos” yang artinya daya, hidroponik menggunakan media lain dan laruan air nutrisi khusus agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Prinsip hidroponik adalah memberikan atau menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dalam bentuk larutan cair, yang pengaplikasiaannya dengan cara disiramkan, diteteskan, dialirkan atau disemprotkan pada media pertumbuhan tanaman.

Tanah merupakan elemen yang menyediakan unsu hara yang dibutuhkan oleh tanaman, selain itu juga sebagai penopang tanaman. Dalam hidroponik, unsur hara (nutrisi) diperoleh dari larutan nutrisi (AB Mix) dan penopangnya menggunakan media tanam (selain tanah).

Simak juga Hidroponik: Kapan Larutan Nutrisi dalam Tandon Diganti?

Sebelum memulai bercocok tanam secara hidroponik, sebaiknya kenali dulu macam-macam media tanam dalam hidroponik. Karena, pemilihan media tanam yang tepat akan mempengaruhi hasil tanaman hidroponik Anda.

Ada banyak media tanam di luar sana yang bisa anda gunakan, namun ketahui terlebih dahulu kriteria media tanam yang baik untuk teknik hidroponik. Berikut beberapa kriteria media tanam yang baik, diantaranya:

  • Memiliki pH 6-7
  • Memiliki sifat menyuburkan
  • Tidak mengandung garam atau kadar salinitasnya rendah
  • Memiliki kandungan kapur atau unsur kalsium
  • Bersifat poros atau mudah dalam menyerap air dan bisa menyimpan persediaan air yang cukup untuk dialirkan pada tanaman
  • Tidak mengandung organisme berbahaya, seperti hama atau penyakit yang dapat merusak tanaman

Berdasarkan ulasan di atas, kita dapat mengetahui bahan apa saja yang memenuhi kriteria media tanam hidroponik. Berikut adalah daftar bahan media tanam untuk hidroponik tersebut:

#ROCKWOOL

rockwool

Pada umumnya, para praktisi hidroponik menggunakan rockwool sebagai media tanam. Rockwool atau yang juga disebut mineral wool berbentuk seperti busa serta memiliki serabut halus dan sangat ringan.

Rockwool merupakan hasil dari pemanasan batuan basalt dengan suhu yang sangat tinggi, sehingga batu tersebut mencair. Ketika batuan basalt mencair, maka serat-serat halus akan terbentuk. Proses produksi membuat rockwool dicetak dengan bentuk balok-balok dengan ukuran besar. Kemudian balok-balok rockwool tersebut akan dipotong menjadi bagian-bagian kecil sesuai dengan kebutuhan.

#COCOPEAT

cocopeat

Cocopeat (serbuk sabut kelapa) terbuat dari sabut kelapa yang sudah digiling halus. Cocopeat yang dijual karungan atau tanpa merk biasanya dibuat tanpa menghilangkan racun tanin yang terkandung dalam sabut kelapa. Racun tanin ini tidak diperlukan sama sekali dalam pertanian hidroponik bahkan menjadi zat pengganggu pertumbuhan tanaman.

Untuk menghilangkan racun tanin sebetulnya cukup mudah. Masukkan cocopeat kedalam karung lalu rendamlah karung cocopeat di dalam air mengalir, tidak perlu mengalir deras, cukup atur keran dari air menetes hingga mengalir pelan selama beberapa selama hari. Sering-seringlah menekan atau membalik karung tersebut sehingga air di dalam karung berganti dengan air bersih. Apabila air sudah tidak berwara merah lagi (jernih), angkat cocopeat dan jemur di terik matahari. Setelah kering cocopeat siap digunakan.

Cocopeat dapat menahan kandungan air dan unsur kimia pupuk serta dapat menetralkan keasaman tanah. Karena sifat tersebut, cocopeat dapat digunakan sebagai media yang baik untuk pertumbuhan tanaman hortikultura dan media tanaman hidroponik.

Ketika menggunakan serbuk sabut kelapa, Anda bisa mencampurnya dengan media tanam lain, seperti sekam bakar dengan perbandingan 50:50. Karena daya serap media tanam ini cukup baik, maka akan berpengaruh positif untuk pertumbuhan akar tanaman.

#SEKAM BAKAR

arang-sekam-bakar-media-tanam-hidroponik-kabartani

Di antara banyaknya macam-macam media tanam hidroponik, sekam bakar adalah media tanam yang juga banyak digunakan. Tidak hanya untuk teknik hidroponik, sekam bakar juga digunakan untuk budidaya tanaman di dalam pot.

Sekam bakar dihasilkan dari limbah penggilingan padi yang dibakar. sekam bakar digunakan sebagai media tanam hidroponik karena dirasa steril dan bebas bakteri.

sekam bakar memiliki kandungan unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Keasamannya netral sampai alkalis dengan kisaran pH 6,5-7. Arang dari sekam padi tidak mengandung garam yang merugikan tanaman.

Sekam bakar kaya akan kandungan karbon, dimana unsur karbon sangat diperlukan dalam membuat kompos. Dari beberapa penelitian diketahui juga kemampuan arang sekam sebagai absorban yang bisa menekan jumlah mikroba patogen dan logam berbahaya dalam pembuatan kompos. Sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya.

Menariknya, media tanam yang satu ini cukup tahan lama dan tidak mudah terurai sehingga bisa digunakan berulang kali.

#HYDROTON

media-tanan-hidroton-kabartani

Hydroton adalah media tanam hidroponik yang terbuat dari tanah liat atau lempung yang dibuat dengan pembakaran dalam suhu tinggi. Bentuk nya berupa bola-bola kecil seperti kelereng memiliki ukuran 1-2,5 cm. Di dalam bulatan hydroton ini terdapat pori-pori yang berfungsi menyerap air yang nantinya akan digunakan sebagai penyedia nutrisi untuk tumbuhan.

Kelebihan Hydroton sebagai Media tanam hidroponik:

  • Dapat menyimpan kandungun air dengan baik.
  • Memilik PH yang netral dan stabil sehingga baik untuk tanaman hidroponik.
  • Ramah Lingkungan.

PH hydroton tergolong netral dan stabil. Bentuknya yang bulat dan tidak bersudut ini menjamin tanaman Anda tidak akan rusak karena bersentuhan dengan hydroton ini. Setali tiga uang dengan aram sekam, hydroton juga dapat digunakan berulang kali. Anda hanya perlu mencuci hydroton hingga bersih untuk menghilangkan kotoran dan lumut ketika hendak menggunakannya kembali.

#SPONS

spond-media-tanam-kabartani

Spons yang biasa kita digunakan untuk mencuci piring ternyata juga dapat menjadi media tanam hidroponik yang tepat.

Pori-pori besar pada spons dapat menjadi sarana yang baik untuk mengalirkan air nutrisi ke akar tumbuhan. Jadi, jika Anda mengalami kesulitan untuk menumukan arang sekam atau hydroton, spons merupakan solusi media tanam hidroponik yang sangat mudah didapatkan.

#PERLITE

perlite-media-tanam-hidroponik-kabartani

Perlite merupakan bebatuan kecil berwarna putih yang berasal dari batu silika yang dipanaskan dengan suhi tinggi. Batu silika tersebut dipanaskan sehingga mencair dan dibentuk dalam ukuran kecil. Perlite memiliki aerasi yang cukup bagus. Di samping itu, pH yang dimiliki perlite netral.

Bobot dari perlite ini sangat ringan dan hampir menyerupai gabus. Secara keseluruhan, perlite sudah memenuhi kriteria sebagai media tanam yang baik untuk teknik hidroponik. Daya serap perlite cukup tinggi sehingga baik untuk perakaran. Kombinasikan perlite dengan media tanam lain, seperti cocopeat, untuk mendapatkan hasil tanaman hidroponik yang lebih baik.

#VERMICULITE

vermiculite-media-tanam-hidroponik-kabartani

Secara sifat, vermiculite hampir sama dengan perlite. Kedua media tanam ini dihasilkan dari proses pemanasan batu. Akan tetapi, vermiculite memiliki daya serap air yang jauh lebih tinggi dibanding perlite.

Di samping itu, bobot vermiculite juga lebih berat. Dilihat dari bentuknya, vermiculite memiliki bentuk seperti kerang laut. Sama seperti perlite, untuk menggunakan vermiculite sebagai media tanam hidroponik, Anda harus mencampurnya dengan media tanam lainnya.

Simak juga Panduan Lengkap Menanam Bawang Merah Secara Hidroponik

Demikianlah sedikit informasi mengenai “Macam-Macam Media Tanam Hidroponik”. Apakah sobat tani tertarik untuk mula bercocok tanam secara hidroponik? Pilihlah satu dari macam-macam media tanam hidroponik di atas dan mulailah pelajari bagaimana cara menanam hidroponik yang tepat.